Ilustrasi Dimulainya Tahun Akdemik Baru di Sekolah Arab Saudi (Sumber: Leaders-Mena.com)
Tahun akademik 2026–2027 di Arab Saudi resmi dimulai dengan kembalinya jutaan siswa ke ruang kelas. Namun, tahun ajaran baru kali ini bukan sekadar rutinitas setelah libur musim panas. Pemerintah Arab Saudi membawa agenda pendidikan yang lebih besar melalui penguatan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi pembelajaran, pembaruan kurikulum, serta perluasan kapasitas sekolah.
Lebih dari 6 juta siswa diperkirakan kembali mengikuti kegiatan belajar di berbagai wilayah Kerajaan. Di kawasan Riyadh saja, jumlahnya mencapai lebih dari 1,6 juta siswa. Tahun lalu, sistem pendidikan Arab Saudi mencatat lebih dari 6 juta siswa yang tersebar di sekitar 32.000 sekolah dan didukung hampir setengah juta guru.
Tahun Akademik Baru dengan Sentuhan AI
Salah satu perubahan paling menonjol pada tahun akademik baru Arab Saudi adalah semakin kuatnya posisi kecerdasan buatan dalam pendidikan.
Kementerian Pendidikan memperbarui 22 mata pelajaran sekaligus menambahkan 50 unit pembelajaran terkait AI ke dalam kurikulum. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pendidikan teknologi tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap. Sebaliknya, AI mulai menjadi bagian penting dari upaya mempersiapkan siswa menghadapi perubahan dunia kerja.
Selain kurikulum, pemerintah juga mengembangkan sekolah negeri khusus untuk siswa berbakat. Fokusnya diarahkan pada bidang-bidang sains dan disiplin strategis yang dinilai penting bagi kebutuhan masa depan Kerajaan.
Transformasi tersebut sejalan dengan agenda Vision 2030, yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama diversifikasi ekonomi Arab Saudi.
36 Juta Buku Didistribusikan ke Sekolah
Persiapan tahun ajaran baru juga berlangsung pada aspek logistik.
Kementerian Pendidikan menyelesaikan distribusi lebih dari 36 juta buku pelajaran ke sekolah-sekolah negeri sebelum liburan musim panas berakhir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar dapat berlangsung sejak hari pertama.
Pada saat yang sama, pemerintah memperkuat sistem digital pendidikan. Portal pendidikan terpadu dikembangkan sebagai pusat layanan bagi siswa, orang tua, dan guru. Platform seperti Madrasati juga terus digunakan untuk mendukung proses pembelajaran di luar ruang kelas.
Dengan demikian, digitalisasi pendidikan Arab Saudi tidak hanya menyangkut perangkat teknologi. Ekosistemnya juga mencakup layanan administrasi, pembelajaran, komunikasi sekolah, hingga akses informasi bagi keluarga.
200 Gedung Sekolah Baru Tambah 160.000 Kursi
Pertumbuhan jumlah siswa juga mendorong pemerintah memperluas kapasitas pendidikan.
Sebanyak 200 gedung sekolah baru disediakan melalui kerja sama dengan sektor swasta. Ekspansi tersebut diperkirakan menambah sekitar 160.000 tempat duduk siswa di berbagai wilayah Arab Saudi.
Perluasan kapasitas menjadi penting karena pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan kualitas pembelajaran. Arab Saudi juga ingin memastikan pertumbuhan sektor pendidikan dapat diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.
Pada saat yang sama, investasi swasta semakin mendapatkan ruang dalam pengembangan pendidikan. Hal ini mencerminkan perubahan pendekatan pemerintah yang mendorong keterlibatan sektor publik dan swasta secara bersamaan.
Lebih dari 10.000 Ruang Kelas Pintar
Investasi teknologi juga menjadi bagian penting dari transformasi tersebut.
Arab Saudi telah mengalokasikan sekitar SAR1,2 miliar untuk teknologi pendidikan dan menghasilkan lebih dari 10.000 ruang kelas pintar. Pemerintah juga mengalokasikan sekitar SAR189 miliar untuk sektor pendidikan dalam anggaran nasional terbaru, atau sekitar 17 persen dari total belanja publik.
Selain itu, Program Pengembangan Kapabilitas Manusia menargetkan investasi langsung sekitar SAR120 miliar di sektor pendidikan hingga 2030.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan dipandang bukan hanya sebagai layanan publik. Pendidikan juga menjadi instrumen strategis untuk membangun tenaga kerja yang mampu mendukung ekonomi baru Arab Saudi.
Sekolah di Riyadh Siapkan Jadwal Berbeda
Kesiapan tahun akademik baru juga mencakup pengaturan waktu belajar.
Administrasi Pendidikan Riyadh menyatakan bahwa selama musim panas, apel pagi dimulai pukul 06.15, kemudian pelajaran pertama berlangsung pukul 06.30. Saat musim dingin, apel dimulai pukul 06.45 dan kegiatan belajar dimulai pukul 07.00.
Sementara itu, selama Ramadan, kegiatan belajar dijadwalkan mulai pukul 09.00. Pengaturan ini menunjukkan bagaimana kalender dan jadwal pendidikan disesuaikan dengan kondisi musim serta kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Perkuat Persiapan Sekolah dan Kebutuhan Siswa
Menjelang dimulainya tahun ajaran, pemerintah juga melakukan persiapan di tingkat operasional.
Sekolah-sekolah di berbagai wilayah mengerahkan sumber daya manusia, teknologi, serta fasilitas pemeliharaan untuk memastikan lingkungan belajar siap digunakan. Kementerian Pendidikan kemudian menjalankan kampanye nasional back-to-school untuk mendorong kesiapan siswa, keluarga, dan tenaga pendidik.
Kampanye tersebut memanfaatkan media, platform digital, media sosial, serta organisasi mitra. Pesannya menekankan pentingnya kesiapan sejak hari pertama dan kolaborasi antara sekolah dengan keluarga.
Di sisi lain, Kementerian Perdagangan melakukan 2.259 inspeksi terhadap toko buku, toko alat tulis, serta gerai perlengkapan sekolah. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan barang, menjaga stabilitas harga, dan memastikan pelaku usaha mematuhi aturan terkait pencantuman harga serta diskon.
Pendidikan Menjadi Investasi Masa Depan Arab Saudi
Transformasi pendidikan yang terlihat pada tahun akademik baru 2026–2027 menunjukkan arah yang semakin jelas.
Arab Saudi ingin membangun sistem pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar kerja masa depan. Karena itu, pembaruan kurikulum berjalan bersamaan dengan pengembangan AI, ruang kelas pintar, layanan digital, pendidikan bagi siswa berbakat, dan perluasan fasilitas sekolah.
Targetnya bukan hanya menghasilkan siswa yang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Lebih jauh, pendidikan diarahkan untuk membentuk generasi yang dapat menjadi bagian dari transformasi ekonomi dan sosial Kerajaan.
Dengan lebih dari 6 juta siswa kembali ke sekolah, tahun akademik baru Arab Saudi akhirnya menjadi lebih dari sekadar awal kegiatan belajar. Ini adalah bagian dari investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang siap menghadapi era AI dan ekonomi masa depan.
Baca juga: Kalender Sekolah Baru Saudi Resmi Diumumkan, Reformasi Pendidikan Semakin Dipercepat
Referensi:
- Ghandour, A. (2026). Saudi Arabia Launches New Academic Year with AI Push, Expanded Capacity. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/saudi-arabia-launches-new-academic-year-with-ai-push-expanded-capacity/.
- Arab News. (2026). Saudi students head back to class as new academic year begins. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2655570/saudi-arabia.