Ilustrasi Musim Panas di Arab Saudi (Sumber: Esquire Middle East)
Arab Saudi resmi memasuki periode paling panas dalam setahun. Otoritas meteorologi setempat memperingatkan bahwa sekitar 70 hari ke depan akan menjadi fase puncak musim panas, ketika suhu udara mencapai level tertinggi di berbagai wilayah Kerajaan.
Berdasarkan data historis dan proyeksi iklim terbaru, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan panas ekstrem, terutama di wilayah timur, tengah, dan utara Arab Saudi yang secara rutin mencatat suhu di atas 45 derajat Celsius.
Kondisi ini menjadi bagian dari pola iklim tahunan yang telah diamati selama puluhan tahun. Namun, musim panas 2026 diperkirakan lebih panas dibandingkan rata-rata normal di sebagian besar wilayah Arab Saudi.
Juli, Bulan Terpanas Berdasarkan Data 40 Tahun
Analisis Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) terhadap data cuaca periode 1985–2025 menunjukkan bahwa Juli merupakan bulan terpanas sepanjang tahun di Kerajaan. Rata-rata suhu pada bulan tersebut mencapai 33,1°C dengan rata-rata suhu maksimum sekitar 40,3°C.
Wilayah Provinsi Timur dan sebagian besar kawasan tengah Arab Saudi menjadi daerah dengan temperatur tertinggi. Di sejumlah lokasi, suhu maksimum rata-rata dapat melampaui 44°C selama Juli. Sebaliknya, kawasan pegunungan di barat daya seperti Asir, Al-Baha, dan Taif tetap menjadi daerah yang relatif lebih sejuk.
Data meteorologi juga menunjukkan bahwa tahun 2017 mencatat rata-rata suhu maksimum Juli tertinggi dalam satu dekade terakhir, mencapai 42,01°C.
Suhu Bisa Menembus 50 Derajat Celsius
Dalam beberapa pekan terakhir, NCM telah mengeluarkan peringatan cuaca panas ekstrem untuk sejumlah wilayah Arab Saudi. Suhu maksimum diperkirakan berkisar antara 45°C hingga 50°C di Provinsi Timur, Riyadh, Al-Qassim, Madinah, dan wilayah Perbatasan Utara.
Catatan historis menunjukkan bahwa Al-Ahsa menjadi salah satu wilayah terpanas di Arab Saudi. Pada 12 Juli 2024, stasiun meteorologi di wilayah tersebut mencatat suhu mencapai 51,3°C. Sementara itu, Rafha pernah mencatat 51,1°C dan Dammam mencapai 50,8°C.
Data jangka panjang juga memperlihatkan bahwa Al-Ahsa rata-rata mengalami 24 hari dengan suhu 45°C atau lebih selama bulan Juli. Kondisi serupa juga sering terjadi di Dammam dan Al-Qaisumah.
Musim Panas 2026 Diperkirakan Lebih Panas dari Normal
Laporan iklim musiman NCM memperkirakan seluruh wilayah Arab Saudi akan mengalami suhu di atas rata-rata normal selama musim panas 2026. Kenaikan suhu diperkirakan mencapai 1,5°C hingga 1,6°C di beberapa wilayah, terutama Jazan, Al-Baha, sebagian Asir, Makkah, Riyadh, Al-Qassim, Hail, dan Tabuk.
Kondisi ini menunjukkan bahwa musim panas tahun ini berpotensi lebih terik dibandingkan pola iklim rata-rata yang biasa terjadi.
Selain suhu yang meningkat, curah hujan juga diperkirakan lebih rendah dari normal di sejumlah wilayah selama Juli dan Agustus, terutama di Jazan, Al-Baha, sebagian Asir, Najran, Makkah, dan kawasan timur Arab Saudi.
Wilayah Barat Daya Tetap Menjadi Pengecualian
Meski sebagian besar wilayah Arab Saudi identik dengan cuaca kering selama musim panas, kawasan pegunungan barat daya tetap memiliki karakteristik yang berbeda.
Data iklim menunjukkan bahwa hujan musim panas masih relatif sering terjadi di Asir, Jazan, dan Al-Baha. Kota Khamis Mushait mencatat rata-rata curah hujan Juli tertinggi, yakni sekitar 22,5 mm, disusul Abha sebesar 22 mm dan Jazan 16,4 mm.
Karena itu, wilayah pegunungan selatan sering menjadi tujuan favorit wisata domestik selama musim panas berkat suhu yang lebih nyaman dan peluang hujan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
Tips Menghadapi Puncak Musim Panas Arab Saudi
Menghadapi puncak musim panas, masyarakat dan pekerja lapangan disarankan untuk membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pakaian yang ringan dan berwarna terang, serta memperhatikan informasi cuaca resmi dari NCM.
Bagi jamaah umrah, pekerja konstruksi, pengemudi, dan masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan, kewaspadaan terhadap dehidrasi dan heat stroke menjadi hal yang sangat penting selama beberapa minggu ke depan.
Dengan Juli yang segera tiba dan suhu yang diperkirakan terus meningkat, Arab Saudi kini memasuki periode paling menantang dalam kalender iklim tahunannya. Persiapan yang baik dan kepatuhan terhadap panduan keselamatan cuaca akan menjadi kunci untuk menghadapi puncak musim panas 2026 dengan aman.
Baca juga: Musim Panas 2026 di Arab Saudi Diprediksi Lebih Panas, Curah Hujan Menurun di Sejumlah Wilayah
Referensi:
- Saudi Gazette. (2026). July Is Saudi Arabia’s hottest month: What 40 years of climate data reveals. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/662461/saudi-arabia/july-is-saudi-arabias-hottest-month-what-40-years-of-climate-data-reveals.
- The Saudi Times. (2026). The Next 70 Days Mark Peak Summer Heat Across Saudi Arabia. Diambil dari https://thesauditimes.net/en/the-next-70-days-mark-peak-summer-heat-across-saudi-arabia/.