Sistem transportasi di Kota Makkah mencatat lonjakan mobilitas yang sangat tinggi selama bulan suci Ramadan. Pada sepertiga pertama Ramadan 1447 Hijriah, jaringan transportasi kota suci ini berhasil melayani lebih dari 31 juta penumpang.
Data tersebut disampaikan oleh General Transport Center in Makkah, lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan sistem mobilitas dan transportasi di kota tersebut. Jumlah penumpang tersebut mencakup pengguna layanan shuttle menuju Masjidil Haram serta jaringan bus kota Makkah yang beroperasi untuk mempermudah mobilitas jamaah.
Lonjakan jumlah penumpang ini menunjukkan betapa pentingnya sistem transportasi yang terintegrasi untuk mendukung aktivitas ibadah jutaan umat Muslim yang datang ke Makkah selama Ramadan.
Mendukung Mobilitas Jamaah Menuju Masjidil Haram
Sebagian besar penumpang menggunakan layanan transportasi yang menghubungkan berbagai titik di kota dengan Masjidil Haram. Layanan shuttle ini dirancang khusus untuk membantu jamaah mencapai kawasan masjid dengan lebih cepat dan nyaman, terutama pada jam-jam puncak ibadah selama Ramadan.
Menurut laporan pusat transportasi Makkah, lebih dari 31 juta penumpang diangkut melalui layanan shuttle menuju Masjidil Haram. Operasional tersebut didukung oleh lebih dari 700.000 perjalanan bus sepanjang sepertiga pertama Ramadan.
Untuk mendukung layanan tersebut, otoritas transportasi mengerahkan lebih dari 2.300 unit bus yang beroperasi di berbagai rute strategis di kota Makkah.
Armada bus dalam jumlah besar ini memainkan peran penting dalam memastikan mobilitas jamaah tetap lancar sekaligus membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar pusat kota.
Mengurangi Kepadatan di Kawasan Pusat Kota Makkah
Bulan Ramadan merupakan salah satu periode tersibuk di Makkah. Pada masa ini, jutaan umat Muslim dari berbagai negara datang untuk menunaikan ibadah umrah dan beribadah di Masjidil Haram.
Karena itu, sistem transportasi kota dirancang secara khusus untuk mengatur arus kendaraan dan mempermudah akses menuju kawasan masjid.
Layanan bus kota dan shuttle yang terintegrasi terbukti mampu:
- Mengurangi kepadatan kendaraan di pusat kota
- Mempercepat mobilitas jamaah menuju Masjidil Haram
- Mempermudah perjalanan warga lokal dan pengunjung
Dengan sistem ini, jamaah dapat melakukan perjalanan menuju tempat ibadah dengan lebih nyaman dan efisien.
Koordinasi Intensif Selama Musim Ramadan
Keberhasilan operasional transportasi ini tidak terlepas dari koordinasi berbagai lembaga pemerintah di Makkah selama musim Ramadan.
Otoritas setempat secara intensif mengatur sistem mobilitas untuk mengakomodasi lonjakan jumlah jamaah umrah yang datang ke kota suci tersebut. Pengelolaan transportasi dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran arus lalu lintas.
Melalui sistem transportasi yang terorganisasi dengan baik, Makkah mampu mengelola mobilitas puluhan juta jamaah setiap harinya selama Ramadan.
Upaya ini tidak hanya mempermudah perjalanan jamaah menuju Masjidil Haram, tetapi juga menjaga kelancaran aktivitas masyarakat yang tinggal di kota tersebut.
Referensi
Hasan, S. (2026). Makkah transport system carries over 31 million passengers in 1st third of Ramadan. Leaders. Diakses dari https://www.leaders-mena.com/?p=103277