Masjid Al-Towaim merupakan salah satu situs religi yang masuk dalam fase pertama Proyek Pangeran Mohammed Bin Salman untuk Pengembangan Masjid Bersejarah. Situs ini terletak di sebelah utara al-Towaim, sebuah kota di bawah naungan Kegubernuran al-Majma’ah, Provinsi Riyadh, Arab Saudi.
Didirikan pada abad keempat belas, bangunan ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi bagi kawasan tersebut. Hingga saat ini, Masjid Al-Towaim diakui sebagai salah satu bangunan bersejarah paling tua yang masih berdiri di kota tersebut.
Jejak Sejarah dan Perjalanan Panjang Masjid Al-Towaim sejak Abad ke-14
Masjid Al-Towaim memiliki nilai sejarah yang sangat mendalam karena telah berdiri sejak abad keempat belas. Keberadaan masjid ini bermula saat anggota suku Waeliyyah memutuskan untuk bermigrasi dari wilayah Ushayqir.
Tokoh yang berjasa membangun masjid ini adalah seorang pria dari suku tersebut yang bernama Modlej Bin Hussain al-Waeli. Sepanjang perjalanannya, masjid ini terus berdiri kokoh sebagai ikon sejarah utama di pusat kota tersebut.
Pemugaran besar kemudian dilakukan pada masa pemerintahan Raja pendiri, Abdulaziz Bin Abdulrahman Al Saud, untuk menjaga kelestariannya. Selama berabad-abad, kepemimpinan spiritual masjid ini dipegang oleh beberapa syekh terkemuka yang menjabat sebagai imam. Syekh Abdulkarim al-Ahmad tercatat sebagai imam terakhir yang mengabdi di sana hingga tugasnya berakhir pada tahun 2002. Pada tahun yang sama, sebuah komite memutuskan untuk menutup masjid tersebut demi keamanan karena adanya risiko kerusakan struktur bangunan.
Karakteristik Arsitektur dan Spesifikasi Bangunan Al-Towaim
Masjid Al-Towaim dibangun dengan mengadopsi gaya arsitektur Najdi yang dipadukan secara harmonis dengan detail artistik khas Islam. Sebuah menara silindris setinggi sebelas meter berdiri tegak di sudut tenggara dan menjadi ikon visual utama bagi bangunan ini.
Struktur dindingnya memanfaatkan material alam berupa campuran serpihan batu, tanah liat, serta bongkahan batu yang kokoh. Bagian langit-langit masjid dirancang menggunakan material tradisional yang terdiri dari kayu tamaris dan pelepah pohon palem. Area luar masjid dikelilingi oleh halaman asri yang dihiasi dengan beberapa pohon palem yang memberikan suasana tenang.
Sebelum menjalani renovasi, masjid ini memiliki luas total sekitar 461 m² dengan kapasitas daya tampung hingga 270 jemaah. Fasilitas di dalamnya cukup lengkap, mencakup ruang salat, area wudu, tempat peristirahatan, hingga tiga akses pintu masuk di sisi timur dan utara.
Era Baru Masjid Al-Towaim: Bangkit dari Penutupan Lewat Restorasi Besar
Setelah hampir dua dekade ditutup untuk kegiatan ibadah, Masjid Al-Towaim akhirnya mendapatkan perhatian khusus untuk direstorasi. Masjid ini terpilih masuk ke dalam Proyek Pangeran Mohammed Bin Salman untuk Pengembangan Masjid Bersejarah yang diluncurkan pada tahun 2018.
Inisiatif besar tersebut digagas langsung oleh Yang Mulia Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi untuk melestarikan warisan budaya. Pasca proses rehabilitasi dan pengembangan selesai, masjid bersejarah ini kini telah resmi dibuka kembali bagi masyarakat umum.
Luas bangunan masjid mengalami perluasan signifikan menjadi 681 m² sehingga mampu menampung sekitar 472 jemaah sekaligus. Seluruh elemen modern ditambahkan dengan sangat hati-hati demi menjaga keaslian detail arsitektur khas yang menjadi identitas masjid tersebut.
Baca juga: Sejarah Alam Razan Terukir Indah di Atas Batu Saudi
Sumber: Saudipedia. Al-Towaim Mosque. Diakses pada 7 Februari 2026, dari https://saudipedia.com/en/al-towaim-mosque