Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi secara resmi menangguhkan operasional sebuah perusahaan Umrah beserta agen luar negerinya. Keputusan tegas ini diambil setelah ditemukan adanya kegagalan perusahaan dalam menyediakan akomodasi yang layak bagi para jamaah.
Tindakan perusahaan tersebut dinilai telah menyalahi kesepakatan layanan sesuai kontrak yang seharusnya diterima oleh jamaah. Menurut pernyataan resmi melalui Kantor Berita Saudi (SPA), perusahaan ini terbukti melanggar peraturan penyelenggaraan layanan Umrah. Langkah penangguhan ini dilakukan untuk memastikan perlindungan bagi para pengunjung dua masjid suci dari layanan yang tidak profesional.
Pastikan Kualitas Layanan bagi 1,7 Juta Jamaah, Kementerian Haji Saudi Perketat Pengawasan Agen
Disebutkan bahwa beberapa jamaah tiba di Kerajaan tanpa akomodasi yang diwajibkan. Hal ini mendorong tindakan segera terhadap perusahaan dan agen luar negerinya, kata kementerian tersebut.
“Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk melindungi hak-hak jamaah yang terdampak, mencegah terulangnya pelanggaran serupa, dan memastikan peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Juni lalu, kementerian menangguhkan tujuh perusahaan Umrah karena kekurangan dalam menyediakan layanan transportasi bagi jamaah.
Dalam laporan sebelumnya yang mengutip Kementerian Haji dan Otoritas Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, SPA mengatakan lebih dari 1,7 juta umat Muslim dari seluruh dunia tiba di Kerajaan untuk melaksanakan Umrah selama bulan Jumada Al-Akhirah, yang bertepatan dengan tanggal 22 November hingga 20 Desember.
Baca juga: Mengenal Ikon Visual Al-Qassim: Landmark Arsitektur dan Alam yang Menjadi Simbol Budaya Saudi
Sumber:
- Saudi Press Agency. (2025, 28 Desember). Hajj Ministry Suspends Umrah Firm, Overseas Agent over Accommodation Failures. https://www.spa.gov.sa/en/N2477339
- Arab News. (2025, 29, Desember). Hajj Ministry suspends Umrah firm, overseas agent for violations. https://www.arabnews.com/node/2627716/saudi-arabia