The Saudi Heritage Commission mengumumkan pada Kamis, 04 September 2025, bahwa misi arkeologi gabungan Saudi-Prancis telah menyelesaikan musim 2025 di Al Ukhdood. Sebuah situs kuno tersebut berada di wilayah Najran Selatan. Misi arkeologi yang menghasilkan penemuan-penemuan yang memberikan wawasan tentang pemukiman manusia di Arabia sejak abad ke-3 Sebelum Masehi.
Selama musim tersebut, tim arkeologi gabungan telah mensurvei hampir 60 persen dari situs tersebut. Tim tersebut juga mencatat 483 situs arkeologi, dan mendokumentasikan lebih dari 550 monumen dengan bantuan pemindaian digital dan pemodelan 3-D.
Penemuan Altar Berbentuk Kepala Banteng dan Tungku Kuno
Penggalian menemukan fondasi bangunan yang terdiri dari ruangan dan halaman. Penemuan itu juga disertai artefak yang meliputi altar batu pasir yang diukir berbentuk kepala banteng. Selain itu juga ditemukan artefak berupa patung-patung perunggu, pembakar dupa yang diukir dengan tulisan kuno, serta fragmen tembikar dan kaca.
Temuan tersebut juga mengindikasikan aktivitas industri: tungku yang digunakan untuk peleburan logam menunjukkan bahwa Al Ukhdood tidak hanya menjadi pusat kebudayaan tetapi juga pusat ekonomi awal.
Penelitian ini merupakan hasil kerja sama antara Komisi Warisan Budaya dan lembaga-lembaga Prancis (the Heritage Commission and French), termasuk Pusat Nasional Penelitian Ilmiah dan Universitas Sorbonne (the National Centre for Scientific Research and Sorbonne University), yang mencerminkan strategi Arab Saudi dalam memanfaatkan keahlian internasional untuk mendokumentasikan dan mempromosikan warisan budayanya.
Baca juga: Pegunungan Shigry: Gambaran Tentang Sejarah Kuno Dan Warisan Manusia
Sumber: Al Amir, K. (2025, 4 September). Bull-head altar and ancient furnaces unearthed in Southern Saudi Arabia. Gulf News. Diakses tanggal [tanggal akses], dari https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/bull-head-altar-and-ancient-furnaces-unearthed-in-southern-saudi-arabia-1.500257508