Awal Perjalanan Saudia
Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, memulai sejarahnya pada tahun 1945. Saat itu, Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt menghadiahkan sebuah pesawat kembar Douglas DC-3 (Dakota) HZ-AAX kepada Raja Abdul Aziz bin Saud. Pesawat tersebut kemudian digunakan untuk melayani penerbangan penumpang dan kargo di rute Riyadh, Jeddah, dan Dhahran.
Tidak lama berselang, pemerintah Saudi membeli dua unit DC-3 tambahan. Pada 1946, Kementerian Pertahanan Arab Saudi resmi mendirikan Saudia sebagai badan operasional dengan markas di Kandara, Jeddah. Dari sini, Saudia mulai melayani penerbangan haji dari berbagai negara menuju Jeddah.
Kini, Saudia memiliki armada modern sekitar 150 pesawat seperti Boeing 787-9, Boeing 777-300ER, Airbus A320, Airbus A321, dan Airbus A330. Maskapai ini menargetkan lebih dari 200 pesawat pada 2030 sejalan dengan visi ekspansinya.
Tonggak Penting dalam Sejarah Saudia
Beberapa pencapaian bersejarah Saudia antara lain:
- 1962: Saudia menjadi maskapai pertama di Timur Tengah yang mengoperasikan pesawat jet Boeing 720.
- 1963: Resmi menjadi entitas komersial independen.
- 1965: Bergabung sebagai anggota pendiri Arab Air Carriers Organization (AACO).
- 1967: Menjadi anggota International Air Transport Association (IATA).
- 1972: Resmi mengadopsi nama Saudia.
- 1975: Mencatat penerbangan nonstop pertama ke New York menggunakan Boeing 747SP.
Ekspansi Internasional
Sejak awal 2000-an, Saudia terus memperluas jaringannya. Pada 2011, Saudia menjadi maskapai pertama dari Timur Tengah yang bergabung dengan SkyTeam Global Alliance, membuka peluang kolaborasi dengan maskapai dunia.
Tahun 2012, Saudia menjalankan program modernisasi armada dengan menghadirkan Boeing 787 Dreamliner dan pesawat hemat bahan bakar lainnya.
Transformasi dalam Era Vision 2030
Sejalan dengan Vision 2030, Saudia menargetkan menjadi mega-carrier global yang menghubungkan Arab Saudi dengan dunia. Pada 2025, Saudia melayani lebih dari 100 destinasi di empat benua dengan lebih dari 530 penerbangan harian. Fokus transformasi ini adalah:
- Meningkatkan pengalaman penumpang.
- Menambah rute internasional.
- Menggandakan jumlah armada pesawat.
Layanan Inovatif dan Ciri Khas Saudia
Saudia menghadirkan layanan dengan sentuhan khas Arab Saudi, seperti kopi Saudi dan kurma di setiap penerbangan. Hiburan dalam pesawat ditingkatkan melalui sistem SaudiaBEYOND yang dilengkapi fitur arah kiblat.
Inovasi lain termasuk:
- Fitur “Share Item Location” dari Apple untuk melacak bagasi.
- Amenity kits eksklusif hasil kolaborasi dengan brand mewah ELIE SAAB.
- Layanan khusus untuk jemaah haji dan umrah, termasuk pengingat salat serta program “Hajj without Luggage”.
Struktur Korporasi Saudia Group
Saudia berada di bawah Saudia Group yang membawahi beberapa unit bisnis, yaitu:
- Saudia (maskapai utama)
- flyadeal (maskapai berbiaya rendah)
- Saudia Cargo (logistik & kargo)
- Saudia Private Aviation (penerbangan charter VIP)
- Saudia Technic (perawatan pesawat)
- Saudia Catering (katering penerbangan dan bisnis)
Prestasi dan Pengakuan Global
Saudia telah meraih berbagai penghargaan internasional, di antaranya:
- Skytrax World’s Most Improved Airline (2017, 2020, 2024)
- Best Airline Staff Service in the Middle East (2025)
- Best Economy Class Airline Catering (2024)
- Apex World Class Airline Award (2022–2025, empat tahun berturut-turut)
Pada 2025, Saudia menduduki peringkat ke-17 dunia dalam Skytrax Global Rankings, menegaskan statusnya sebagai salah satu maskapai terbaik internasional.
Dari satu pesawat DC-3 pada 1945 hingga ratusan pesawat modern saat ini, Saudia telah menjelma menjadi maskapai kebanggaan Arab Saudi dengan reputasi internasional. Dengan komitmen pada inovasi, layanan premium, serta dukungan pada Vision 2030, Saudia tidak hanya menjadi simbol nasional, tetapi juga salah satu pemain utama dalam industri penerbangan global.
Referensi
Sayed, A. (2025). Saudi residential market showing robust growth and diversification amid Vision 2030 push: JLL. Leaders. Diakses dari https://www.leaders-mena.com/?p=90394