Uji Coba Robotaxi dari WeRide di Riyadh (Sumber: Arab News)
Arab Saudi resmi meluncurkan layanan Robotaxi pertama di ibu kota Riyadh. Ini menandai tonggak penting dalam transformasi transportasi nasional menuju era kendaraan nirawak. Dan inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Saudi Vision 2030 untuk menciptakan sistem mobilitas pintar, efisien, dan berkelanjutan.
Kolaborasi Global: WeRide, Uber, dan AiDriver
Layanan Robotaxi ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Tiongkok, WeRide, bekerja sama dengan Uber dan mitra lokal AiDriver. Robotaxi telah memperoleh izin mengemudi otonom pertama di Kerajaan, menjadikan WeRide satu-satunya perusahaan di dunia yang memiliki izin serupa di enam negara: Arab Saudi, Tiongkok, UEA, Singapura, Prancis, dan AS.
Peluncuran perdana dilakukan pada 23 Juli 2025, mencakup rute strategis seperti Bandara Internasional King Khalid, jalan raya utama, dan pusat kota Riyadh. Robotaxi memiliki titik jemput dan antar khusus untuk mempermudah mobilitas warga dan wisatawan.
Menuju Komersialisasi Penuh di Akhir 2025
Layanan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi transportasi, mengurangi kemacetan, dan memperkuat keselamatan jalan raya. Pemerintah menargetkan 25% kendaraan pengangkut barang di Arab Saudi menjadi otonom pada tahun 2030.
Selain Robotaxi, WeRide juga mengoperasikan Robobus di lokasi-lokasi penting seperti King Fahad Medical City, komunitas Aramco, dan kawasan wisata AlUla. Bahkan, proyek Robosweeper S1 telah diluncurkan sebagai layanan sanitasi otonom berbayar pertama di Timur Tengah.

Lonjakan Permintaan dan Dukungan Infrastruktur
Dengan lebih dari 104 juta pengguna transportasi umum dan 349 juta penumpang bus antarkota setiap tahun, permintaan akan solusi mobilitas cerdas sangat tinggi. Penggunaan aplikasi ride-hailing naik 26%, dan pesanan aplikasi pengantaran meningkat 27% dari 2023 ke 2024.
Untuk mendukung ekosistem ini, Otoritas Jalan Arab Saudi telah menerbitkan kode kendaraan otonom, mewajibkan perangkat komunikasi jalan pintar yang dapat mengirimkan data lalu lintas secara real-time ke sistem kendaraan nirawak.
AI dan Ekonomi Masa Depan
Pasar kecerdasan buatan global diperkirakan tumbuh dari $189 miliar pada 2023 menjadi $4,8 triliun pada 2033, menjadikan Arab Saudi sebagai pemain utama dalam adopsi teknologi transportasi berbasis AI.
Robotaxi dan robot pengantar makanan seperti yang diluncurkan oleh Jahez dan ROSHN Group di kawasan bisnis ROSHN Front, menunjukkan bahwa otomasi kini merambah sektor logistik dan layanan konsumen.

Visi Jangka Panjang: Transportasi untuk Warga dan Wisatawan
Dengan sektor pariwisata diproyeksikan mencapai $110,1 miliar pada 2033, kendaraan nirawak menjadi solusi strategis untuk melayani penduduk dan jutaan pengunjung yang datang ke Kerajaan setiap tahun.
Baca juga: Arab Saudi Uji Coba Kendaraan Swakemudi di Riyadh
Referensi:
- Alhamawi, L. (2025). How Saudi Arabia’s self-driving push is transforming transport, fueling Vision 20. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2611845/saudi-arabia.
- Sayed, A. (2025). Saudi Arabia Rolls Out Robotaxi Service in Riyadh. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/saudi-arabia-rolls-out-robotaxi-service-in-riyadh/.Â