Zee Ain Heritage Village adalah salah satu destinasi wisata budaya paling menarik di Arab Saudi. Desa tua ini berdiri di atas bukit batu putih di wilayah Al-Baha, kawasan pegunungan yang terkenal dengan lembah hijau, udara lebih sejuk, dan lanskap Sarawat yang dramatis.
Desa ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti Thee Ain, Dhi Ayn, atau Thi Ain. Meski ejaannya berbeda, daya tariknya tetap sama. Rumah-rumah batu bertingkat, jalur sempit dari batu, kebun hijau di bawah desa, dan pemandangan pegunungan membuat tempat ini terasa seperti halaman sejarah yang masih hidup.
Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi Arab Saudi di luar Makkah, Madinah, Riyadh, atau Jeddah, Zee Ain Heritage Village layak masuk daftar perjalanan. Tempat ini bukan hanya indah untuk difoto. Desa ini juga menyimpan cerita tentang cara masyarakat pegunungan hidup, bertani, membangun rumah, dan bertahan dengan mengikuti bentuk alam.
Lokasi Zee Ain Heritage Village
Zee Ain Heritage Village berada di Al-Makhwah Governorate, Provinsi Al-Baha, Arab Saudi. UNESCO mencatat desa ini berada sekitar 24 kilometer dari Kota Al-Baha dan berdiri di atas bukit batu putih yang dikelilingi oasis wadi yang subur.
Letaknya membuat desa ini terlihat sangat mencolok. Dari kejauhan, bangunan batu tampak menyatu dengan bukit putih. Saat terkena cahaya matahari, warna batu terlihat lebih terang. Karena itu, Zee Ain sering disebut sebagai desa batu putih di Al-Baha.
Al-Baha sendiri berada di barat daya Arab Saudi. Wilayah ini berbeda dari citra gurun yang sering melekat pada Saudi. Di sini, pengunjung bisa menemukan gunung, hutan juniper, teras pertanian, lembah, dan desa tua dengan arsitektur khas pegunungan.
Sejarah Singkat Zee Ain Heritage Village
Zee Ain termasuk desa tradisional penting di kawasan Al-Baha. UNESCO memasukkan situs ini dalam Tentative List Arab Saudi sejak 8 April 2015 sebagai kawasan budaya dengan nilai arsitektur dan permukiman tradisional.
Nama “Ain” merujuk pada mata air. Sumber air ini mengalir dari pegunungan menuju beberapa penampungan air. Dalam kehidupan masyarakat lama, mata air menjadi pusat aktivitas desa. Tanpa air, kebun tidak hidup. Tanpa kebun, desa sulit bertahan. Sederhana, tapi sangat menentukan.
Di sekitar desa, masyarakat menanam berbagai tanaman seperti pisang, lemon, lada, basil, dan bunga kadi. Hubungan antara rumah batu, mata air, kebun, dan lereng gunung membuat Zee Ain lebih dari sekadar bangunan tua. Desa ini menunjukkan bagaimana manusia bisa hidup selaras dengan alam tanpa banyak gaya-gayaan.
Arsitektur Batu yang Menyatu dengan Gunung
Daya tarik utama Zee Ain Heritage Village ada pada arsitekturnya. Rumah-rumah di desa ini dibangun dari batu lokal. Bentuknya bertingkat, umumnya dua sampai empat lantai, dengan dinding tebal dan bukaan kecil.
UNESCO mencatat rumah-rumah di Zee Ain memakai dinding penahan beban yang sangat tebal, bahkan bisa mencapai sekitar 90 sentimeter. Desain ini bukan cuma soal tampilan. Dinding tebal membantu menjaga suhu di dalam rumah. Bukaan kecil juga memberi perlindungan dan menyesuaikan bangunan dengan kondisi pegunungan.
Rumah-rumahnya tersusun rapat di lereng bukit. Dari jauh, bentuknya terlihat seperti benteng alami. Kesan ini membuat Zee Ain tampak kuat, tenang, dan sedikit misterius. Ya, tipe tempat yang bikin kamera langsung sibuk.
Bagian bawah rumah biasanya dipakai untuk menerima tamu dan aktivitas harian. Sementara itu, bagian atas digunakan untuk tidur. Pola ruang ini menunjukkan kehidupan masyarakat lama yang praktis, sederhana, dan tertata.
Dalam lanskap Sarawat, arsitektur tradisional memang banyak memakai bahan lokal seperti batu, kayu, dan lumpur. UNESCO menjelaskan bahwa lanskap budaya Sarawat memperlihatkan kemampuan masyarakat pegunungan dalam memanfaatkan topografi, iklim, dan sumber daya alam untuk membentuk permukiman khas.
Desa, Oasis, dan Pertanian
Zee Ain Heritage Village tidak berdiri sendiri sebagai kumpulan rumah batu. Desa ini menyatu dengan oasis, kebun, dan sistem air. Di bagian bawah permukiman, pengunjung dapat melihat area hijau yang kontras dengan bukit batu di sekitarnya.
Kombinasi ini membuat Zee Ain terasa hidup. Ada kerasnya batu, tetapi ada juga lembutnya kebun dan mata air. Ada bangunan yang tampak kokoh seperti benteng, tetapi ada pula ruang pertanian yang subur.
Inilah alasan Zee Ain menarik sebagai wisata budaya. Pengunjung tidak hanya melihat bentuk bangunan. Mereka juga bisa memahami cara hidup masyarakatnya. Desa ini ada karena alam mendukung, dan masyarakatnya tahu cara memanfaatkannya.
Pengalaman Wisata di Zee Ain Heritage Village
Cara terbaik menikmati Zee Ain Heritage Village adalah dengan berjalan kaki. Pengunjung bisa menyusuri jalur batu, melihat rumah-rumah tua dari dekat, dan menikmati pemandangan desa dari beberapa titik pandang.
Berikut beberapa hal menarik yang bisa dilakukan di Zee Ain:
1. Melihat Rumah Batu Bertingkat
Rumah batu di Zee Ain memberi gambaran kuat tentang arsitektur tradisional Al-Baha. Susunan bangunannya unik karena mengikuti bentuk bukit. Tidak banyak polesan modern. Justru itu yang membuatnya menarik.
2. Berfoto dari Area Bawah Desa
Sudut terbaik biasanya ada di bagian bawah desa. Dari titik ini, seluruh bangunan terlihat bertingkat di atas bukit putih. Jika datang saat sore, cahaya matahari membuat warna batu tampak lebih hangat dan dramatis.
3. Menikmati Suasana Oasis
Area hijau di sekitar desa memberi kontras visual yang indah. Batu, gunung, dan kebun terlihat saling melengkapi. Pemandangan seperti ini membuat Zee Ain berbeda dari banyak destinasi lain di Arab Saudi.
4. Mengenal Sejarah Lokal di Visitor Center
Visit Saudi mencatat adanya Thee Ain Heritage Village Visitor Center. Tempat ini membantu pengunjung memahami sejarah desa dan kawasan Al-Baha dari masa ke masa.
Selain itu, situs Kementerian Kebudayaan Saudi menyebut visitor center ini berada di bangunan heritage seluas sekitar 700 meter persegi dengan desain yang menggabungkan unsur kontemporer dan material lokal.
5. Menikmati Rute Pegunungan Al-Baha
Perjalanan menuju Zee Ain juga menjadi bagian dari pengalaman. Jalan pegunungan, lembah, dan pemandangan alam membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Jadi, jangan tidur sepanjang jalan. Rugi.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Zee Ain Heritage Village adalah pagi atau sore hari. Pada pagi hari, suhu biasanya lebih nyaman dan cahaya masih lembut. Pada sore hari, batu-batu desa terlihat lebih hangat saat terkena sinar matahari.
Hindari datang saat siang terik jika ingin berjalan lebih lama. Meski Al-Baha lebih sejuk dibanding banyak wilayah Saudi lainnya, area batu tetap bisa terasa panas ketika matahari berada tepat di atas kepala.
Untuk foto, sore hari sering menjadi waktu paling menarik. Cahaya rendah membuat tekstur batu terlihat lebih jelas. Desa juga tampak lebih dramatis dengan latar pegunungan.
Mengapa Zee Ain Penting untuk Wisata Budaya Saudi?
Zee Ain Heritage Village penting karena menunjukkan sisi Arab Saudi yang lebih tua, lokal, dan agraris. Banyak orang mengenal Saudi dari kota modern, gurun, atau situs keagamaan. Zee Ain memberi cerita lain: masyarakat pegunungan yang membangun rumah dari batu, mengandalkan mata air, menjaga kebun, dan hidup dalam struktur sosial yang kuat.
Desa ini juga membuktikan bahwa warisan budaya tidak selalu berbentuk istana besar atau museum megah. Kadang, warisan paling kuat justru muncul dari rumah warga, jalur batu, kebun kecil, dan cara komunitas menyesuaikan diri dengan alam.
Zee Ain menjadi bukti bahwa pariwisata budaya Arab Saudi tidak hanya hidup di kota besar. Kawasan seperti Al-Baha punya daya tarik yang lebih tenang, lebih natural, dan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.
Tips Sebelum Berkunjung ke Zee Ain Heritage Village
Gunakan sepatu yang nyaman karena jalur di sekitar desa berbatu dan menanjak. Bawa air minum, terutama jika datang saat cuaca panas. Luangkan waktu yang cukup. Jangan hanya berhenti lima menit untuk foto, lalu pergi. Tempat seperti ini lebih terasa kalau dinikmati pelan-pelan.
Hormati area yang dibatasi. Beberapa bagian bangunan tua mungkin rapuh atau sedang dipreservasi. Jangan memanjat dinding atau masuk ke area tertutup hanya demi foto. Batu tua juga punya perasaan—kalau bisa bicara, mungkin dia bilang, “tolong jangan injak kepala saya.”
Penutup
Zee Ain Heritage Village adalah salah satu tujuan wisata budaya paling menarik di Arab Saudi. Desa ini menawarkan perpaduan arsitektur batu, lanskap pegunungan, oasis hijau, dan sejarah masyarakat Al-Baha.
Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi Saudi yang berbeda, Zee Ain layak masuk daftar perjalanan. Tempat ini tidak berteriak mencari perhatian. Ia berdiri tenang di atas bukit putih, membiarkan batu, mata air, dan rumah-rumah tuanya bercerita sendiri.
Referensi
UNESCO World Heritage Centre. Zee Ain Heritage Village in Al-Baha Region.
UNESCO World Heritage Centre. The Rural Cultural Landscapes of Sarawat Mountains.
Visit Saudi. Thee Ain Historical Village.
Visit Saudi. Visitor Center Thee Ain Heritage Village.
Saudi Ministry of Culture. Thee Ain Heritage Village Visitor Center.