Diriyah Company memberikan kontrak senilai SAR2,7 miliar untuk pembangunan superblok Waldorf Astoria Diriyah. Proyek terpadu ini akan menghadirkan hotel mewah, hunian premium, perkantoran, pusat bisnis, serta kawasan ritel dan kuliner.
Pembangunan Waldorf Astoria Diriyah menjadi bagian penting dari transformasi kawasan bersejarah tersebut. Diriyah ingin memperkuat posisinya sebagai destinasi budaya, pariwisata, dan gaya hidup kelas dunia.
Proyek ini akan dikerjakan oleh perusahaan patungan antara Hassan Allam Construction Saudi Limited dan Urbacon Saudi Company S.P.C. Urbacon merupakan anak perusahaan UCC Holding. Pemberian kontrak tersebut menandai percepatan pembangunan kawasan terpadu Diriyah.
Waldorf Astoria Diriyah Bukan Sekadar Hotel
Waldorf Astoria Diriyah tidak hanya dirancang sebagai tempat menginap. Proyek ini mengusung konsep superblok yang menggabungkan berbagai kegiatan dalam satu kawasan.
Pengunjung nantinya dapat menginap, bekerja, menghadiri pertemuan, berbelanja, dan menikmati kuliner tanpa meninggalkan kompleks. Sementara itu, penghuni akan memperoleh akses ke fasilitas perhotelan, ruang publik, kawasan komersial, dan layanan gaya hidup.
Konsep tersebut sejalan dengan perkembangan kawasan perkotaan modern. Sebuah kawasan tidak lagi hanya memiliki satu fungsi. Sebaliknya, hunian, bisnis, pariwisata, dan rekreasi saling terhubung dalam satu lingkungan.
Hotel Mewah dengan Sekitar 200 Unit Akomodasi
Hotel Waldorf Astoria Diriyah akan memiliki sekitar 200 unit akomodasi. Jumlah tersebut terdiri atas:
- 160 kamar;
- 39 suite; dan
- satu presidential suite.
Selain akomodasi, hotel ini akan dilengkapi restoran dan kafe eksklusif. Tamu juga dapat menggunakan ballroom besar, ruang pertemuan, pusat kebugaran modern, dan spa berstandar internasional.
Seluruh fasilitas hotel akan menempati area sekitar 22.715 meter persegi. Karena itu, hotel ini menyasar wisatawan rekreasi sekaligus pelaku bisnis yang membutuhkan fasilitas pertemuan berkualitas tinggi.
Kombinasi tersebut memungkinkan tamu memperoleh pengalaman yang lebih praktis. Mereka dapat menginap, menghadiri agenda bisnis, berolahraga, menikmati perawatan spa, dan mengakses berbagai pilihan kuliner dalam satu lokasi.
Hadirkan 47 Waldorf Astoria Residences
Superblok ini juga akan menghadirkan 47 Waldorf Astoria Residences. Hunian bermerek tersebut memiliki luas keseluruhan sekitar 10.090 meter persegi.
Waldorf Astoria Residences ditujukan bagi penghuni yang menginginkan suasana rumah pribadi dengan standar layanan hotel mewah. Konsep hunian bermerek biasanya menawarkan layanan pengelolaan properti, fasilitas kebugaran, keamanan, dan layanan penghuni.
Kehadiran hunian premium tersebut memperluas fungsi Waldorf Astoria Diriyah. Proyek ini tidak hanya melayani tamu sementara, tetapi juga calon penghuni yang ingin tinggal di kawasan tersebut dalam jangka panjang.
Perkantoran, Hunian, dan Kawasan Kuliner
Selain hotel dan Waldorf Astoria Residences, proyek ini mencakup lebih dari 45.000 meter persegi ruang perkantoran dengan fungsi campuran.
Pengembang juga menyiapkan kawasan hunian seluas sekitar 60.263 meter persegi. Sementara itu, area seluas 8.555 meter persegi akan digunakan untuk gerai ritel, restoran, dan destinasi kuliner.
Perpaduan tersebut akan membentuk ekosistem gaya hidup yang lengkap. Kawasan ini menghubungkan sektor perhotelan, hunian, bisnis, belanja, dan rekreasi.
Dengan demikian, Waldorf Astoria Diriyah berpotensi menjadi pusat aktivitas sepanjang hari. Kawasan tersebut tidak hanya ramai saat musim liburan, tetapi juga ketika penghuni bekerja, berbelanja, atau menggunakan fasilitas publik.
Infrastruktur Bawah Tanah Seluas 70.290 Meter Persegi
Pembangunan superblok Waldorf Astoria juga mencakup ruang bawah tanah terpusat seluas 70.290 meter persegi.
Infrastruktur bawah tanah tersebut akan mendukung kebutuhan gedung perkantoran dan kawasan hunian. Penggunaan ruang bawah tanah juga dapat membantu menata layanan bangunan dan mobilitas kendaraan tanpa mengurangi kualitas ruang publik di permukaan.
Selain itu, kawasan akan dilengkapi pertamanan, jalur pejalan kaki, ruang publik, dan gerai ritel. Penataan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang nyaman dan mudah dijelajahi dengan berjalan kaki.
Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan dalam pengembangan kota di Arab Saudi. Mobilitas kawasan tidak hanya mengandalkan kendaraan pribadi. Pengembang juga memperhatikan konektivitas antargedung, kenyamanan pejalan kaki, dan kualitas ruang terbuka.
Mendorong Transformasi Diriyah
CEO Diriyah Company Group, Jerry Inzerillo, menyebut proyek ini sebagai langkah penting dalam perkembangan Diriyah. Menurutnya, superblok Waldorf Astoria mencerminkan momentum berkelanjutan dari program pembangunan destinasi tersebut.
Kehadiran merek hotel internasional juga memperkuat visi Diriyah sebagai distrik multifungsi. Di satu sisi, Waldorf Astoria akan menarik wisatawan kelas atas. Di sisi lain, kawasan tersebut akan mendukung kegiatan bisnis, hunian, budaya, dan gaya hidup.
Oleh karena itu, proyek ini memiliki fungsi yang lebih luas daripada pembangunan properti mewah. Waldorf Astoria Diriyah menjadi bagian dari strategi untuk memperluas sektor pariwisata dan kegiatan ekonomi nonminyak Arab Saudi.
Diriyah Targetkan 50 Juta Pengunjung per Tahun
Dalam jangka panjang, pengembangan Diriyah diproyeksikan menghasilkan nilai ekonomi sekitar SAR70 miliar.
Kawasan ini juga diperkirakan menciptakan sekitar 180.000 kesempatan kerja. Selain itu, Diriyah menargetkan kunjungan hingga 50 juta orang setiap tahun dan dirancang menjadi tempat tinggal bagi hampir 100.000 penduduk.
Target tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Diriyah tidak hanya berorientasi pada wisatawan. Kawasan ini juga dikembangkan sebagai tempat tinggal, bekerja, berusaha, dan membangun komunitas.
Dengan kata lain, Diriyah ingin menjadi destinasi hidup, bukan sekadar tujuan kunjungan singkat.
Menyatukan Warisan Sejarah dan Gaya Hidup Modern
Diriyah memiliki kedudukan penting dalam sejarah Arab Saudi. Karena itu, pembangunan modern di kawasan tersebut perlu berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya lokal.
Ke depan, Diriyah akan memiliki museum, lembaga kebudayaan, hotel mewah, pusat hiburan, fasilitas olahraga, kawasan bisnis, dan lingkungan hunian.
Waldorf Astoria Diriyah menjadi salah satu bagian dari visi besar tersebut. Proyek ini mempertemukan warisan sejarah dengan investasi, teknologi, pariwisata, dan gaya hidup modern.
Pendekatan itu diharapkan membuat Diriyah tetap memiliki identitas yang kuat. Pada saat yang sama, kawasan tersebut dapat memenuhi kebutuhan wisatawan, penghuni, pekerja, dan pelaku usaha internasional.
Kesimpulan
Pembangunan superblok Waldorf Astoria Diriyah senilai SAR2,7 miliar menjadi tonggak baru dalam transformasi Diriyah.
Proyek ini akan menghadirkan hotel mewah, hunian bermerek, perkantoran, pusat bisnis, restoran, spa, pusat kebugaran, dan kawasan ritel dalam satu kompleks terpadu.
Lebih dari sekadar proyek properti, Waldorf Astoria Diriyah mencerminkan perubahan arah pembangunan perkotaan dan pariwisata Arab Saudi. Proyek tersebut menggabungkan warisan budaya, kemewahan, bisnis, dan kehidupan masyarakat.
Melalui pengembangan ini, Diriyah berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi budaya dan gaya hidup terkemuka di dunia.
Referensi
Elsheikh, E. (2026). “Diriyah Redefines Luxury Living with Landmark Waldorf Astoria Superblock.” Leaders MENA.
Saudi Press Agency. (2026). “Diriyah Company Announces SAR2.7 Billion Construction Contract for Waldorf Astoria Superblock.”