Arab Saudi menegaskan peran pentingnya sebagai kekuatan baru di industri pertambangan global dalam ajang International Mining and Resources Conference and Expo (IMARC) 2025, yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2025 di Sydney, Australia.
Konferensi bergengsi ini mempertemukan para pemimpin industri, pembuat kebijakan, dan CEO perusahaan pertambangan dunia untuk membahas masa depan industri pertambangan yang berkelanjutan dan berbasis inovasi.
Transformasi Besar Sektor Pertambangan Arab Saudi
Dalam konferensi tersebut, Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi menyoroti transformasi besar yang terjadi di bawah payung Saudi Vision 2030. Transformasi ini bertujuan untuk membangun ekosistem pertambangan yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan guna menarik lebih banyak investasi serta menjadikan Kerajaan sebagai pusat pengembangan mineral yang bertanggung jawab secara global.
Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), partisipasi Arab Saudi di IMARC 2025 menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperkuat posisi negara sebagai pemain utama dalam rantai nilai pertambangan dunia.
Pertumbuhan Pesat di Bawah Vision 2030
Wakil Menteri Perindustrian Bidang Pertambangan, Khalid Al-Mudaifer, dalam pidatonya di IMARC 2025 menegaskan bahwa sejak peluncuran Vision 2030, sektor pertambangan telah ditetapkan sebagai pilar ketiga ekonomi nasional, berdampingan dengan sektor energi dan petrokimia.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini dibangun atas dasar stabilitas, transparansi, dan kepercayaan investor, yang menjadi fondasi utama pertumbuhan berkelanjutan.
“Strategi ini telah menggandakan kontribusi sektor pertambangan terhadap PDB nasional, mencapai SAR 136 miliar pada 2024. Sektor ini juga menarik lebih dari SAR 170 miliar investasi di industri mineral dan meningkatkan **belanja eksplorasi hingga lima kali lipat sejak 2020,” ujar Al-Mudaifer.
Belanja eksplorasi bahkan mencapai SAR 1,05 miliar pada 2024, dengan jumlah perusahaan eksplorasi aktif meningkat tajam dari 6 perusahaan pada 2020 menjadi 226 perusahaan pada 2024 — sebuah lonjakan 38 kali lipat.
Selain itu, minat investor asing terhadap sektor ini terus tumbuh. Berdasarkan data terbaru, investor internasional kini mencakup 66% dari peserta lelang izin pertambangan, dibandingkan dengan 34% dari investor lokal pada delapan putaran tender terakhir.
Menampilkan Potensi dan Peluang Pertambangan Saudi
Dalam kesempatan yang sama, Al-Mudaifer mengundang para pelaku industri global untuk menghadiri Future Minerals Forum (FMF) edisi kelima yang akan digelar pada 13–15 Januari 2026 di Riyadh. Forum ini akan menjadi platform strategis bagi para pemangku kepentingan untuk membentuk masa depan industri pertambangan global serta memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan dan inklusif.
Di paviliun Arab Saudi pada IMARC 2025, berbagai inisiatif strategis dan peluang investasi ditampilkan, mencakup seluruh rantai nilai mineral — mulai dari eksplorasi, pengolahan, hingga manufaktur. Salah satu sorotan utama adalah potensi besar kawasan Arabian Shield, yang kaya akan sumber daya mineral strategis dan masih belum banyak dieksplorasi.
Selain itu, Al-Mudaifer juga mengadakan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan sejumlah pejabat dan pemimpin perusahaan pertambangan dunia. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang eksplorasi, manufaktur, dan pengembangan mineral strategis, yang berpotensi memperkuat posisi Arab Saudi dalam rantai pasok global.
Komitmen Menuju Masa Depan Pertambangan Berkelanjutan
Partisipasi Arab Saudi dalam IMARC 2025 menegaskan komitmen Kerajaan untuk menjadi pusat pertambangan global yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. Melalui Vision 2030, sektor pertambangan tidak hanya menjadi pilar ekonomi baru, tetapi juga pendorong utama diversifikasi ekonomi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan inklusif.
Referensi
Sayed, A. (2025). Saudi Arabia Showcases Mining Sector Transformation at IMARC 2025. Leaders. Diakses dari https://www.leaders-mena.com/?p=94505