Arab Saudi kembali mencatatkan kemajuan luar biasa dalam dunia bisnis. Berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Perdagangan, jumlah pendaftaran usaha di seluruh Kerajaan telah melampaui 1,7 juta pada akhir kuartal ketiga tahun 2025.
Capaian ini menunjukkan ekspansi signifikan yang didorong oleh reformasi ekonomi dan kebijakan pro-investasi dalam kerangka Vision 2030, yang bertujuan menjadikan Arab Saudi sebagai pusat bisnis dan investasi global.
Lonjakan Pendaftaran Usaha Baru
Menurut Business Sector Bulletin yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan, lebih dari 128.000 pendaftaran komersial baru diterbitkan hanya dalam tiga bulan terakhir.
Dari total tersebut, usaha perorangan mendominasi dengan lebih dari 1,2 juta pendaftaran, meningkat 21% dalam lima tahun terakhir.
Sementara itu, perusahaan dengan tanggung jawab terbatas (LLC) naik menjadi 502.000, tumbuh 158% sejak tahun 2020. Adapun perusahaan terbuka (joint-stock companies) kini mencapai 4.488, naik 49% dalam periode yang sama.
Reformasi yang Mendorong Kemudahan Berbisnis
Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa lonjakan ini merupakan hasil dari reformasi besar-besaran yang difokuskan untuk meningkatkan kemudahan berbisnis dan memperkuat diversifikasi ekonomi nasional.
Salah satu langkah penting adalah penerapan Undang-Undang Register Komersial dan Undang-Undang Nama Dagang yang baru. Reformasi ini menyederhanakan proses administrasi, dengan menghapus registrasi cabang di tingkat kota dan menggantinya dengan satu sistem registrasi nasional yang berlaku di seluruh Kerajaan.
Dengan sistem ini, pengusaha kini dapat menjalankan bisnis lintas wilayah tanpa hambatan administratif, mempercepat ekspansi usaha di seluruh Arab Saudi.
Pertumbuhan Pesat di Sektor Baru dan Digital
Pertumbuhan juga terlihat di berbagai sektor yang mendukung transformasi ekonomi berbasis digital sesuai dengan Vision 2030, termasuk video game, augmented reality (AR), logistik, dan e-commerce.
- E-commerce mencatat 41.816 pendaftaran komersial, naik 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (39.769).
- Teknologi virtual dan augmented reality melonjak 59%, mencapai 10.492 pendaftaran dari 6.597 pada kuartal ketiga 2024.
- Industri video game tumbuh 102%, mencapai 614 lisensi, dengan Riyadh dan Makkah mencatat jumlah tertinggi (masing-masing 290 dan 166).
- Pengembangan aplikasi meningkat 45%, dengan total 20.973 lisensi, di mana Riyadh memimpin dengan 12.762, diikuti Makkah dengan 4.205 izin.
- Sektor pusat rekreasi juga tumbuh 40%, mencapai 6.965 lisensi, sebagian besar di Riyadh (3.058) dan Makkah (1.890).
Lonjakan di Sektor Hospitality dan Logistik
Kenaikan tajam juga terlihat di sektor perhotelan (hospitality) dan logistik, yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nonmigas.
- Sektor perhotelan mencatat peningkatan 91%, mencapai 11.987 lisensi, dengan Makkah (4.462) dan Riyadh (4.317) sebagai wilayah teratas.
- Sektor pameran (events & exhibitions) naik 43%, mencapai 26.372 pendaftaran aktif dari 18.443 tahun sebelumnya.
- Layanan logistik meningkat 49%, dengan total 22.290 pendaftaran, dibandingkan 14.880 pada kuartal ketiga 2024.
Pertumbuhan ini menunjukkan kesiapan Arab Saudi dalam menyambut era ekonomi yang lebih terintegrasi, modern, dan berbasis teknologi.
Data terkini memperkuat posisi Arab Saudi sebagai motor pertumbuhan ekonomi Timur Tengah. Dengan reformasi regulasi yang efisien, dukungan penuh terhadap sektor digital, serta fokus pada inovasi, Kerajaan berhasil menarik lebih banyak investor dan wirausahawan.
Seiring berlanjutnya Vision 2030, Arab Saudi diproyeksikan akan menjadi pusat bisnis, teknologi, dan investasi global dalam beberapa tahun mendatang.
Referensi
Al-Kinani, M. (2025). Saudi business sector surpasses 1.7m registrations. ArabNews. Diakses dari https://arab.news/5f8nd