(Foto: Kamustimnas)
Mimpi besar Timnas Indonesia untuk berlaga di panggung Piala Dunia 2026 harus terhenti di Arab Saudi. Stadion megah King Abdullah Sports City di Jeddah menjadi saksi bisu akhir dari perjuangan panjang nan heroik Skuad Garuda dalam babak kualifikasi, usai menelan kekalahan tipis 0-1 dari Irak pada laga penentuan putaran keempat.
Timnas Indonesia menelan kekalahan krusial dalam laga yang berlangsung pada Sabtu malam, 11 Oktober 2025, waktu Arab Saudi. Hasil ini menghentikan langkah Skuad Garuda dalam perburuan tiket menuju turnamen sepak bola paling akbar di dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Satu Gol Pupuskan Harapan
Gol tunggal dari pemain Irak, Zidane Iqbal, menjadi pembeda dalam pertandingan krusial tersebut. Hasil ini memupus harapan jutaan pasang mata para pendukung yang tak henti-hentinya memberikan dukungan, baik yang hadir langsung di Jeddah maupun dari tanah air.
Meskipun kalah, Timnas Indonesia sebenarnya bermain cukup baik dan mendominasi penguasaan bola hingga 55 persen. Sayangnya, sejumlah peluang yang berhasil diciptakan di depan gawang Irak gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Kilas Balik Perjuangan Heroik Garuda
Laju Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 sejatinya merupakan sebuah perjalanan bersejarah. Dimulai dari putaran pertama dengan kemenangan agregat telak atas Brunei Darussalam, pasukan Garuda berhasil menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.
Tim asuhan Patrick Kluivert ini sukses melaju dari putaran kedua sebagai runner-up grup, mendampingi Irak. Pencapaian ini membawa Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah melangkah hingga ke putaran ketiga kualifikasi, bersaing dengan raksasa-raksasa sepak bola Asia seperti Jepang, Australia, dan Arab Saudi.
Di putaran ketiga, Indonesia tergabung dalam grup neraka namun mampu memberikan perlawanan sengit. Walaupun sering kalah dari tim unggulan, Skuad Garuda sukses mendapatkan poin-poin penting. Contohnya, mereka berhasil menahan imbang Arab Saudi dan Australia yang membuat harapan untuk lolos tetap terjaga.
Perjuangan tersebut membawa Indonesia melaju hingga ke putaran keempat, sebuah babak penentuan yang mempertemukan tim-tim peringkat ketiga dan keempat dari putaran sebelumnya. Namun, tantangan terbukti terlalu berat. Sebelum takluk dari Irak, Indonesia juga harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor tipis 2-3 dalam laga pertama putaran keempat yang juga digelar di Jeddah.
Akhir Sebuah Mimpi, Awal Perjalanan Baru
Dua kekalahan beruntun di kota pelabuhan Laut Merah ini akhirnya mengunci nasib Indonesia. Di Stadion King Abdullah, perjalanan bersejarah yang membangkitkan euforia sepak bola Indonesia akhirnya harus terhenti. Tempat ini menjadi saksi bisu berakhirnya harapan besar yang telah dibangun Skuad Garuda.
Meski langkah harus terhenti, perjuangan para pemain di lapangan hijau patut diapresiasi. Mencapai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia adalah sebuah prestasi tersendiri. Pencapaian ini menjadi fondasi berharga bagi Skuad Garuda untuk menatap turnamen internasional di masa depan dengan lebih optimis. Mimpi Piala Dunia kali ini boleh jadi telah usai, namun perjalanan untuk menjadi kekuatan baru di sepak bola Asia baru saja dimulai.