RIYADH: Pameran yang dipajang di Istana Raja Abdulaziz, desa bersejarah Laynah, kini tengah menyoroti berbagai aspek sejarah manusia. Selain itu, pameran ini juga menampilkan perubahan lingkungan yang terjadi di Semenanjung Arab. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari serangkaian acara aktivasi istana yang diselenggarakan oleh Otoritas Pengembangan Cagar Alam Kerajaan Imam Turki bin Abdullah. Seluruh rangkaian acara ini dilaksanakan untuk memeriahkan momentum Musim Dingin Darb Zubaida.

Pameran tersebut menampilkan artefak sejarah langka yang memiliki signifikansi budaya dan ilmiah yang mendalam. Koleksi ini mendokumentasikan berbagai gaya hidup serta pergeseran lingkungan di wilayah tersebut selama berabad-abad.
Jejak Senjata Klasik di Desa Laynah
Di antara benda-benda yang paling menonjol dalam pameran ini adalah senapan tradisional yang terbuat dari kayu alami. Senjata tersebut dilengkapi dengan tali kulit anyaman tangan yang dibuat secara teliti.

Secara historis, alat ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk keperluan berburu maupun perlindungan diri. Kehadiran benda tersebut mencerminkan ketelitian pengerjaan tradisional sekaligus menjadi simbol sosial yang berkaitan erat dengan kekuatan dan kemampuan menunggang kuda.
Jadwal Kunjungan dan Jam Operasional Istana Raja Abdulaziz
Pihak otoritas menyatakan bahwa istana terbuka bagi pengunjung setiap hari hingga tanggal 15 Februari. Jam operasional kunjungan dimulai pukul 15.00 hingga 22.00 sebagai bagian dari program pariwisata terpadu.
Inisiatif ini bertujuan untuk mengatur arus pengunjung sekaligus memberikan pengalaman menjelajahi situs bersejarah dalam lingkungan yang aman dan menarik.
Sumber: Arab News. (2026, 30 Januari). Rare exhibits on display at King Abdulaziz Palace. https://www.arabnews.com/node/2631219/saudi-arabia