Haramain High-Speed Railway, Kereta Cepat Mekkah - Madinah (Sumber: argaam.com)
Arab Saudi dan Qatar resmi menandatangani perjanjian pembangunan kereta cepat listrik yang akan menghubungkan Riyadh dengan Doha. Proyek ini ditandatangani langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menandai tonggak penting dalam hubungan diplomatik kedua negara.
Kereta cepat ini akan melaju dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam, memangkas waktu perjalanan Riyadh–Doha menjadi hanya dua jam. Jalur ini akan menghubungkan Bandara Internasional King Salman di Riyadh dengan Bandara Hamad Internasional di Doha, serta melewati stasiun antara di Al-Hofuf dan Dammam.
Proyek Transportasi Lintas Batas Pertama di Kawasan
Proyek ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol integrasi kawasan Teluk. Dengan target selesai dalam enam tahun, jalur ini akan menjadi kereta cepat lintas batas pertama di Timur Tengah. Kapasitasnya diproyeksikan mencapai 10 juta penumpang per tahun, sekaligus menciptakan lebih dari 30.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung.
Arab Saudi sebelumnya telah sukses dengan Haramain High-Speed Railway yang menghubungkan Jeddah–Mekkah–Madinah sejak 2018. Kini, Riyadh–Doha akan memperluas jaringan kereta cepat dan memperkuat posisi kawasan sebagai pusat transportasi modern.
Dampak Ekonomi dan Diplomasi
Selain manfaat transportasi, proyek ini menjadi simbol rekonsiliasi setelah hubungan diplomatik sempat membeku pada 2017. Dalam pernyataan bersama, kedua negara menegaskan komitmen untuk mempercepat kerja sama ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman menekankan bahwa proyek ini adalah “langkah strategis untuk memperkuat konektivitas regional dan membuka peluang ekonomi baru.” Sementara Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyebutnya sebagai “investasi masa depan yang akan mempersatukan masyarakat Teluk melalui transportasi berkelanjutan.”
Masa Depan Transportasi Hijau di Teluk
Kereta cepat Riyadh–Doha dirancang sebagai jalur listrik ramah lingkungan, sejalan dengan visi keberlanjutan kedua negara. Qatar sebelumnya telah menyetujui pembangunan jalur dari Doha ke Abu Samra di perbatasan Saudi, bagian dari proyek Gulf Railway. Sementara itu, Uni Emirat Arab tengah mengembangkan jalur cepat Dubai–Abu Dhabi, menandakan bahwa kawasan Teluk sedang bergerak menuju era transportasi hijau dan efisien.
Proyek kereta cepat Riyadh–Doha bukan hanya tentang perjalanan dua jam, melainkan tentang transformasi ekonomi, diplomasi, dan keberlanjutan. Dengan dukungan langsung dari para pemimpin negara, jalur ini akan menjadi ikon baru transportasi modern di Timur Tengah
Baca juga: Riyadh Metro dan Dream Train: Transformasi Transportasi Arab Saudi Menuju 2025
Referensi:
- KSA Directory. (2025). SaudiQatar high-speed rail agreement signed in presence of Crown Prince and Emir. Diambil dari https://www.ksa.directory/saudi-qatar-high-speed-rail-agreement-signed-in-presence-of-crown-prince-and-emir/2218/n.
- TOI World Desk. (2025). Riyadh to Doha in two hours: Saudi Arabia and Qatar unveil mega electric rail project. Diambil dari https://timesofindia.indiatimes.com/world/middle-east/riyadh-to-doha-in-two-hours-saudi-arabia-and-qatar-unveil-mega-electric-rail-project/articleshow/125862112.cms.
- Smith, K. (2025). Saudi Arabia-Qatar agree to build high-speed line. Diambil dari https://www.railjournal.com/passenger/high-speed/saudi-arabia-qatar-agree-to-build-high-speed-line/.