Dalam konferensi pers “Penutupan Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446H/2025M, Menag menjelaskan bahwa sukses haji 2025, diwarnai dengan formula 5 BPH. Formula tersebut adalah Lima terobosan baru (5B) dan lima pengembangan/progresifitas (5P), dan lima harapan (5H).
Dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025 tentu muncul beragam dinamika yang terjadi dan berhasil diatasi. Kemudian berbagai dinamika tersebut dirumuskan dalam lima harapan (5H) untuk peningkatkan kualitas haji di masa mendatang.
Terobosan baru, progresifitas menjadi faktor sukses haji tahun ini. Adapun evaluasi terhadap berbagai dinamika yang muncul dirumuskan untuk menjadi masukan penyelenggaraan ibadah haji tahun mendatang. Hal ini disederhanakan dalam formula 5B-5P-5H atau 5 BPH.
Lima Terobosan Baru (5B)
Terobosan baru yang dilakukan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 adalah penurunan Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH). Rerata BPIH 2024 sebesar Rp93,4juta. Dan di tahun 2025 BPIH menjadi rerata sebesar Rp89,4 juta.
Pencegahan praktik monopoli dengan penerapan skema layanan haji yang melibatkan delapan syarikah. Terobosan ini sangat mencolok yang dilakukan Menag dan PPIH. Namun terobosan ini sebenarnya melahirkan permasalahan baru, seperti terpisahnya anggota kloter dalam berbagai syarikah.
Publikasi awal daftar jemaah haji khusus berhak lunas termasuk terobosan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025. Daftar nama jemaah haji khusus diumumkan secara terbuka melalui website resmi Kementerian Agama dan media. Ini bagian dari transparansi. Di tahun-tahun sebelumnya daftar nama jemaah haji khusus tidak diumumkan, melainkan dipanggil melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Pembayaran Dam melalui Adahi dan Baznas merupakan terobosan penting haji tahun ini. Jemaah tidak diperbolehkan membeli sendiri hewan untuk menunaikan dam. Tentu hal ini sangat memudahkan Jemaah.
Pelibatan tiga maskapai penerbangan (Garuda Indonesia, Saudi Arabia Airlines, dan Lion Air) dalam layanan penerbangan haji juga merupakan terobosan terbaru. Di tahun 2024 pengangkutan Jemaah hanya menggunakan dua maskapai, Garuda dan Saudi Airlines.
Lima Hal Progresif (5P)
Adapun lima hal progresif (5P) yang berhasil dilakukan adalah peningkatan ekosistem ekonomi haji, salah satunya dengan peningkatan jumlah ekspor bumbu Nusantara. Katering jemaah haji Indonesia tahun ini bercita rasa Nusantara. Untuk menjaga cita rasanya, PPIH Arab Saudi mendatangkan 475 ton bumbu asli Nusantara dari total kebutuhan 611 ton bumbu. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan tahun 2024 yang baru sekitar 76 ton bumbu.
Pengembangan skema murur termasuk Langkah progresif penyelenggaraan haji tahun ini. Murur adalah pergerakan jemaah dari Arafah dengan bus yang hanya melewati Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan. Mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melakukan lempar jumrah dan mabit.
Hal progresif ketiga adalah optimalisasi Kawal Haji sebagai sistem pelaporan cepat. Aplikasi ini dikembangkan pada tahun 2024 untuk memberikan ruang bagi jamaah, keluarga, bahkan masyarakat secara umum untuk bisa menyampaikan saran dan masukan. Selain kawal haji, tahun ini disiapkan juga WA Center Haji dan Call Center Haji.
Usaha progresif lainnya adalah Fast Track pada tiga Embarkasi di Indonesia. Dengan fast track, jemaah tidak perlu lagi mengantre lama di bandara Arab Saudi. Mereka bisa langsung menuju hotel atau lokasi tujuan setelah mendarat. Ini sangat menghemat waktu dan tenaga.
Langkah aprogresaf yang terakhir adalah pengembangan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Aplikasi ini telah meraih sertifikat SMKI ISO 27001. SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) ISO 27001 pada 21 Oktober 2024. Ini merupakan standar internasional yang mengatur cara organisasi mengelola keamanan informasi.
Lima Harapan (5H)
Evaluasi dari berbagai masalah dan dinamika yang muncul melahirkan 5H agar penyelenggaraan haji di tahun depan berjalan lebih baik. Lima harapan (5H) yang disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar, yaitu: percepatan penyiapan regulasi haji, percepatan proses transisi, transformasi layanan haji yang responsif dan adaptif, penguatan komitmen istitha’ah kesehatan, dan mewujudkan haji yang berdampak, baik secara spiritual, sosial, maupun ekonomi.
Baca juga: Penggabungan Asir ke Wilayah Kekuasaan Saudi
Sumber:
- Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. (2025, 14 Juli). Tutup sukses operasional haji 2025, Menag jelaskan formula 5BPH. Diakses dari https://haji.kemenag.go.id/v5/detail/tutup-sukses-operasional-haji-2025-menag-jelaskan-formula-5-bph
- Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. (2025, 23 Januari). Untuk transparansi, Kemenag umumkan daftar jemaah haji khusus berhak lunasi biaya haji 2025. Diakses dari https://kemenag.go.id/nasional/untuk-transparansi-kemenag-umumkan-daftar-jemaah-haji-khusus-berhak-lunasi-biaya-haji-2025-w5exU
- KabarSaudi.com. (2025, 22 Mei). Cita rasa Nusantara di dalam katering jemaah haji Indonesia. Diakses dari https://kabarsaudi.com/haji-umrah/katering-jemaah-haji/
- Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. 2025. “Kemenag Terapkan Murur dan Tanazul di Haji 2025, Ini Hukumnya.” Kementerian Agama RI – Feature, 30 Mei. Diakses [tanggal akses Anda]. https://kemenag.go.id/feature/kemenag-terapkan-murur-dan-tanazul-di-haji-2025-ini-hukumnya-nSBHM
- Anggoro, H. (2025, 3 Mei). Haji 2025: Layanan Munakosah Asrama Haji dan Fast Track Permudah Ratusan Ribu Jemaah. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama Republik Indonesia. Diakses dari https://haji.kemenag.go.id/v5/detail/haji-2025-layanan-munakosah-asrama-haji-dan-fast-track-permudah-ratusan-ribu-jemaah