Komisi Kerajaan untuk AlUla (RCU) mengumumkan penemuan luar biasa berupa fosil kepiting tapal kuda langka yang diperkirakan telah berusia 465 juta tahun pada Kamis (8/1/2026). Melalui unggahan resmi di platform X, RCU menyatakan bahwa spesimen purba ini merupakan temuan penting yang belum pernah diklasifikasikan secara ilmiah sebelumnya. Saat ini, tim ahli tengah melakukan penelitian intensif untuk mempelajari karakteristik serta mengidentifikasi fosil tersebut secara mendalam.
Semua fosil ditemukan dalam posisi terbalik, pola pengawetan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk spesies ini. Penemuan ini juga penting karena fosil-fosil tersebut lebih besar daripada spesies lain yang biasanya ditemukan dari periode yang sama.
Jejak Prasejarah dan Perubahan Garis Pantai: Perspektif Baru dari Jantung AlUla
Selain fosil tubuh, RCU juga menemukan fosil jejak yang secara unik membuktikan bahwa spesimen purba tersebut aktif bergerak pada masanya. Penemuan yang telah dipublikasikan secara ilmiah di tingkat internasional ini disebut sebagai temuan unik yang jarang terjadi di dunia geologi. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi AlUla sebagai situs global terkemuka bagi penelitian geologi dan sejarah alam dunia.
Detail mendalam mengenai penemuan ini telah resmi diterbitkan dalam jurnal internasional bergengsi, Gondwana Research. Melalui makalah berjudul “Ordovician horseshoe crab body and trace fossil association preserved in a unique taphonomic setting”, para peneliti memaparkan keunikan proses pengawetan fosil tersebut.
Temuan ilmiah ini mengungkap fakta mengejutkan bahwa AlUla secara historis merupakan wilayah pesisir pantai yang sangat dekat dengan laut. Hal ini memberikan perspektif baru bagi dunia geologi karena saat ini lokasi penemuan tersebut telah berada lebih dari 100 kilometer jauh di pedalaman.
Harta Karun Prasejarah: Dari Proyek Al-Yamamah hingga Pemukiman Tertua di Tabuk
Penelitian arkeologi di Arab Saudi terus berkembang pesat dengan terungkapnya berbagai artefak kuno yang menakjubkan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Oktober 2025, Proyek Arkeologi Al-Yamamah berhasil mengumumkan penemuan 337 situs arkeologi baru yang tersebar di wilayah Kerajaan. Berbagai situs tersebut mencakup pusat pembuatan alat batu prasejarah, fasilitas pengairan kuno, hingga struktur batu melingkar yang misterius.
Selain itu, sebuah pencapaian fenomenal terjadi pada bulan September dengan ditemukannya pemukiman arsitektur tertua di Semenanjung Arab yang terletak di dekat Tabuk. Situs bersejarah ini berasal dari periode Neolitik pra-tembikar yang diperkirakan telah ada sejak 10.300 hingga 11.000 tahun yang lalu.
Baca juga: Masuk Jajaran Elit Dunia, KFSHRC Riyadh Raih Sertifikasi Pusat Stroke Komprehensif Internasional
Sumber: Arab News. (2026, January 8). AlUla announces discovery of rare 465 million-year-old crab fossils. https://www.arabnews.com/node/2628636/saudi-arabia