Pameran Buah di Arab Saudi (Sumber: Hidayatullah.com)
Ketika mendengar nama Arab Saudi, yang terlintas mungkin gurun pasir, unta, dan panas yang menyengat. Namun, di balik citra itu, tersembunyi lanskap subur yang menjadi rumah bagi beragam buah-buahan segar. Dari pegunungan Asir hingga lembah Tabuk, pertanian buah di Saudi tumbuh dengan semangat dan tradisi yang kaya.
Al-Majaridah: Permata Hijau di Wilayah Asir
Di jantung wilayah Asir, terdapat kegubernuran Al-Majaridah—sebuah daerah pegunungan yang dikenal dengan tanahnya yang subur dan sistem irigasi tradisional bernama falaj. Penduduk lokal telah lama mengembangkan kalender pertanian berbasis astronomi, memungkinkan mereka menanam berbagai buah seperti delima, apel, plum, aprikot, anggur, persik, buah beri, dan kacang-kacangan.
Keberhasilan pertanian di Al-Majaridah tak lepas dari variasi suhu sepanjang musim dan pasokan air dari sumur serta hujan. Selain buah, daerah ini juga dikenal dengan produksi madu dan ghee berkualitas tinggi.
Kurma: Ikon Buah Arab Saudi
Tak lengkap membahas buah di Saudi tanpa menyebut kurma. Dikenal sebagai “buah surga”, kurma menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan ekonomi Saudi. Varietas populer seperti Ajwa, Medjool, dan Khadrawy tumbuh subur di berbagai wilayah, terutama di Madinah dan Al-Qassim.

Kurma bukan hanya camilan manis, tapi juga sumber nutrisi kaya serat, vitamin, dan antioksidan. Di bulan Ramadan, kurma menjadi simbol keberkahan dan energi.
Mangga dan Nanas: Buah Tropis yang Menyegarkan
Meski Saudi dikenal dengan iklim kering, beberapa daerah mampu menghasilkan buah tropis seperti mangga dan nanas. Jus mangga menjadi minuman favorit saat musim panas, sementara nanas digunakan dalam salad dan hidangan penutup. Buah-buahan ini biasanya ditanam di wilayah selatan dan barat daya yang lebih lembap, seperti di daerah jazan dan Umluj.

Tabuk dan Wilayah Hijau Lainnya
Wilayah Tabuk di barat laut juga memiliki potensi pertanian yang besar. Dengan garis pantai sepanjang 700 km dan proyek pembangunan seperti NEOM dan Amaala, daerah ini mulai dikenal sebagai pusat pertanian dan pariwisata. Meski lebih dikenal dengan sayuran dan bunga, buah-buahan juga mulai dikembangkan di sini.

Baca juga: Pertanian Musiman Arab Saudi, Kunci Swasembada dan Ketahanan Pangan
Referensi:
- Saputra, E. (2022). Di Arab Saudi Ternyata Miliki Daerah yang SUbur, Jadi Tempat Pertanian Sayur dan Buah-Buahan. Diambil dari https://bangka.tribunnews.com/2022/12/13/di-arab-saudi-ternyata-miliki-daerah-yang-subur-jadi-tempat-pertanian-sayur-dan-buah-buahan.
- Al Haqqi. (2024). Panduan Lengkap Mengenal Buah-Buahan Segar di Arab Saudi. Diambil dari https://alhaqqitour.com/panduan-lengkap-mengenal-buah-buahan-segar-di-arab-saudi.