Suhail atau Canopus, yang merupakan bintang paling terang kedua, bintang yang paling dinantikan di wilayah Arab karena akhirnya menandakan berakhirnya musim panas (Sumber: Saudi Gazette)
Setiap tahun, masyarakat Arab Saudi menantikan sebuah momen astronomi penting yang sekaligus menjadi penanda tradisional pergantian musim. Momen tersebut adalah terbitnya bintang Suhail di cakrawala selatan. Menurut Jeddah Astronomical Society, munculnya bintang Suhail, yang terjadi tahun ini pada 24 Agustus sebelum fajar, telah lama diyakini sebagai pertanda akhir musim panas dan dimulainya masa-masa dengan suhu yang lebih sejuk di Semenanjung Arab.
Makna Budaya dan Astronomi Suhail
Bintang Suhail, juga dikenal secara ilmiah sebagai Canopus, merupakan bintang paling terang kedua setelah Sirius dan terletak sekitar 313 tahun cahaya dari Bumi, di rasi bintang Carina. Kemunculannya hanya dapat diamati di wilayah selatan garis lintang 33 derajat utara, mencakup Arab Saudi bagian tengah dan selatan serta sebagian Afrika Utara. Bagi masyarakat Arab, kemunculan Suhail selalu diasosiasikan dengan menurunnya sudut sinar matahari, memendeknya waktu siang, dan turunnya suhu pada malam hari. Ini fenomena alami yang mencerminkan rotasi bumi mengelilingi matahari menjelang ekuinoks musim gugur.
Secara ilmiah, sebagaimana dijelaskan oleh para ahli astronomi, Suhail hanyalah penanda kosmis dan tidak secara langsung memengaruhi cuaca. Namun, nilai simbolisnya sangat besar, menjadi “jam alam” yang menandai pergantian musim dan menjadi panduan bagi masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Pengaruh Suhail pada Tradisi dan Kehidupan
Selama berabad-abad, bintang Suhail berperan sebagai kompas bagi pelancong di padang pasir, penentu kalender tanam petani, dan inspirasi dalam puisi, cerita rakyat, serta peribahasa Badui. Bintang ini menandai saat migrasi burung, masa tanam berbagai jenis tanaman, serta waktu yang dinanti untuk berburu dan menggembala. Tradisi ini terus lestari dan menjadi bagian penting dalam warisan budaya serta praktik pertanian di Arab Saudi.
Pergantian Musim: Dari Panas Ekstrem ke Sejuk
Dengan terbitnya Suhail setiap akhir Agustus, masyarakat mulai merasakan perubahan suhu yang berangsur turun hingga pertengahan September, puncaknya pada ekuinoks musim gugur 23 September. Hal ini membawa harapan akan malam-malam yang lebih nyaman dan siang yang lebih bersahabat. Suhail telah menjadi simbol optimisme bahwa panas menyengat gurun akan segera digantikan dengan udara yang lebih segar, memicu aktivitas baru dalam bidang pertanian, perdagangan, hingga pariwisata.
Baca juga: Keunikan Iklim dan Musim di Arab Saudi – KabarSaudi.com
Referensi:
- Saudi Gazette. (2025). Rising of Suhail heralds end of extreme heat of summer and approach of cooler climate. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/654404.
- Ata, H. (2025). Suhail star rises over Arabian Peninsula, marking the end of summer’s heat. Diambil dari https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/suhail-star-rises-over-arabian-peninsula-marking-the-end-of-summers-heat-1.500243488.
- Mishra, A. (2025). Suhail Star Finally Rises Over Arabian Peninsula & Here’s What It Means For Summer! Diambil dari https://curlytales.com/middle-east/ct-scoop/what-does-it-mean-for-summer-as-suhail-star-finally-rises-over-the-arabian-peninsula/.