Ilustrasi Jeddah Tower (Sumber: Thornton Tomasetti/ fastcompanyme.com)
Pembangunan Jeddah Tower kembali mencatat perkembangan signifikan. Menara ikonik yang berdiri di kawasan Jeddah Economic City tersebut kini telah mencapai ketinggian 454 meter atau Level 113, menandai babak baru dalam perjalanan proyek yang dirancang menjadi gedung tertinggi di dunia.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa pembangunan Jeddah Tower terus bergerak setelah proyek tersebut sempat mengalami penundaan selama beberapa tahun. Berdasarkan laporan terbaru, penyelesaian proyek kini ditargetkan pada Agustus 2028.
Jeddah Tower Tembus 454 Meter dan 113 Lantai
Kemajuan terbaru menempatkan Jeddah Tower pada ketinggian 454 meter. Angka tersebut dicapai pada 2 September 2026 dan menunjukkan peningkatan yang cukup cepat dibandingkan perkembangan beberapa bulan sebelumnya.
Pada Maret 2026, ketinggian bangunan masih berada di sekitar 370 meter atau Level 91. Artinya, dalam beberapa bulan, struktur utama menara bertambah sekitar 84 meter.
Perkembangan tersebut menjadi indikator penting bagi proyek yang kembali dikerjakan secara intensif sejak awal 2025. Saudi Binladin Group menjadi kontraktor utama dalam pembangunan menara ini.
Telah Melampaui Petronas Towers
Dengan ketinggian 454 meter, Jeddah Tower telah melewati tinggi Menara Kembar Petronas di Malaysia. Pencapaian tersebut juga memiliki nilai simbolis karena Petronas Towers pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia.
Namun, karena Jeddah Tower masih dalam tahap pembangunan, pencapaian tersebut belum membuatnya masuk sebagai gedung tertinggi dalam daftar resmi bangunan yang telah selesai dibangun.
Target berikutnya jauh lebih tinggi. Jeddah Tower dirancang untuk melewati ketinggian 828 meter, yaitu tinggi Burj Khalifa di Dubai.
Dirancang Menembus Ketinggian 1.000 Meter
Jeddah Tower bukan sekadar proyek gedung pencakar langit biasa. Desainnya ditujukan untuk mencapai ketinggian lebih dari 1.000 meter.
Jika target tersebut terealisasi, Jeddah Tower akan menjadi bangunan pertama dalam sejarah yang menembus batas satu kilometer. Ketinggian akhirnya sendiri belum secara resmi ditetapkan secara pasti.
Dengan desain tersebut, Jeddah Tower akan melampaui Burj Khalifa dengan selisih setidaknya sekitar 172 meter apabila ketinggiannya mencapai 1.000 meter.
Tantangan Konstruksi Semakin Kompleks
Semakin tinggi bangunan berdiri, semakin besar pula tantangan teknis yang harus dihadapi. Angin menjadi salah satu faktor penting dalam konstruksi Jeddah Tower.
Karena itu, menara ini menggunakan desain tiga sayap yang meruncing ke atas. Bentuk tersebut dirancang untuk membantu mengurangi pengaruh gaya angin terhadap struktur bangunan.
Pada ketinggian yang semakin ekstrem, pekerjaan konstruksi juga harus dilakukan secara simultan. Struktur, fasad, sistem mekanikal, elektrikal, perpipaan, hingga proses pengujian perlu berjalan secara terkoordinasi.
Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa pembangunan telah mencatat lebih dari delapan juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja hingga pembaruan terakhir.
Dari Proyek yang Terhenti Menuju Target 2028
Perjalanan Jeddah Tower tidak selalu berjalan mulus. Pembangunan proyek ini dimulai pada 2013, tetapi kemudian terhenti pada 2018 ketika struktur beton inti baru mencapai sekitar sepertiga dari ketinggian yang direncanakan.
Setelah beberapa tahun mengalami jeda, pekerjaan kembali dilanjutkan pada awal 2025. Sejak saat itu, progres konstruksi menunjukkan peningkatan yang lebih cepat.
Pada Desember 2025, struktur menara dilaporkan telah mencapai sekitar 80 lantai. Beberapa bulan kemudian, pada April 2026, jumlahnya telah melewati 100 lantai dan ketinggiannya melampaui 400 meter. Kini, struktur tersebut telah mencapai Level 113 dan ketinggian 454 meter.
Bukan Hanya Menara, tetapi Bagian dari Kota Baru
Jeddah Tower merupakan pusat dari proyek yang lebih besar, yaitu Jeddah Economic City di kawasan pesisir Laut Merah.
Setelah selesai, bangunan multifungsi ini direncanakan mencakup hotel Four Seasons, hunian, perkantoran, dan kondominium mewah. Selain itu, terdapat pula dek observasi yang dirancang berada pada salah satu posisi tertinggi di dunia.
Dengan demikian, Jeddah Tower tidak hanya diproyeksikan sebagai sebuah pencakar langit. Bangunan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan perkotaan baru yang menggabungkan fungsi hunian, bisnis, perhotelan, dan ruang publik.
Menuju Tonggak 828 Meter
Setelah mencapai 454 meter, perjalanan Jeddah Tower masih panjang. Salah satu tonggak terpenting berikutnya adalah melewati 828 meter, yaitu ketinggian Burj Khalifa.
Jika pembangunan berjalan sesuai target, Jeddah Tower ditargetkan selesai pada Agustus 2028. Pada saat itu, menara ini direncanakan memiliki ketinggian lebih dari satu kilometer dan menjadi pusat perhatian baru di garis pantai Jeddah.
Perkembangan hingga Level 113 menunjukkan bahwa proyek tersebut telah memasuki fase penting. Namun, masih terdapat pekerjaan struktur, fasad, sistem bangunan, serta pengujian dan commissioning yang harus diselesaikan sebelum proyek benar-benar rampung.
Bagi Jeddah, kehadiran Jeddah Tower kelak bukan hanya akan mengubah skyline kota. Menara ini juga dirancang menjadi salah satu simbol transformasi kawasan pesisir Laut Merah dan perkembangan kota modern Arab Saudi.
Baca juga: Jeddah Tower – Keajaiban Arsitektur Arab Saudi yang Menyusul Burj Khalifa
Referensi:
- KSA Moments. (2026). Jeddah Tower hits 454 metres, nears world record. Diambil dari https://www.saudimoments.com/jeddah-tower-hits-454-metres-nears-world-record-887130.html.
- Coutinho, A. (2026). Jeddah Tower set to become world’s tallest building as construction advances towards 2028 completion. Diambil dari https://www.arabianbusiness.com/real-estate/jeddah-tower-tallest-by-2028.
- Fast Company Middle East. (2026). Jeddah Tower reaches 454 metres as Saudi Arabia targets 2028 completion. Diambil dari https://fastcompanyme.com/news/jeddah-tower-reaches-454-metres-as-saudi-arabia-targets-2028-completion/.