Pasukan Negara Saudi Pertama terdiri dari tentara tetap maupun sukarelawan sejak tahun 1727 hingga 1818. Keberadaan pasukan ini menjadi andalan utama bagi para penguasa pada masa tersebut. Pembentukannya bertujuan untuk mengatur urusan militer serta mempertahankan wilayah negara. Selain itu, pasukan ini bertugas memperluas kekuasaan sekaligus menjamin stabilitas dan keamanan.
Mengenal Sistem Nafeer: Cara Negara Saudi Pertama Menggalang Pasukan
Negara Saudi Pertama mengandalkan sistem Nafeer untuk membangun kekuatan tempur utamanya. Sistem Nafeer ini pada dasarnya merupakan bentuk mobilisasi massa atau wajib militer. Pelaksanaan sistem tersebut dapat bersifat sukarela maupun wajib, menyesuaikan dengan situasi yang dihadapi.
Pada masa itu, negara memang belum memiliki struktur pasukan tetap yang terorganisasi secara formal. Saat ancaman perang muncul, Imam atau wakilnya akan mengambil langkah untuk mengumpulkan kekuatan. Beliau akan meminta sejumlah petarung kepada para penguasa daerah serta pemimpin suku.
Setiap pihak dan petarung yang dipanggil memiliki kewajiban untuk memenuhi permintaan tersebut. Seluruh petarung yang dikirim wajib berkumpul di lokasi tertentu yang telah disepakati sebelumnya. Titik kumpul ini biasanya ditentukan di tempat yang strategis, seperti di dekat sumber air yang sudah dikenal. Setelah pasukan berkumpul, Imam baru akan berangkat dari Diriyah pada hari Kamis atau Senin untuk memimpin mereka.
Hierarki Pasukan Militer dan Skema Logistik Mandiri Berbasis Wilayah
Pasukan tersebut tidak hanya diisi oleh prajurit utama, tetapi juga mencakup kelompok sukarelawan. Meskipun demikian, terdapat kelompok inti yang bertindak sebagai tentara tetap di dalamnya.
Tentara tetap ini mencakup pengawal pribadi penguasa yang bertugas di wilayah Diriyah. Selain itu, ada pula prajurit yang khusus ditugaskan untuk melindungi para gubernur daerah.
Sebagian tentara memiliki masa tugas yang bervariasi, sangat bergantung pada situasi yang dihadapi. Mereka biasanya ditempatkan di benteng-benteng yang berlokasi di dekat kota-kota yang belum dikuasai negara.
Saat menghadapi persiapan perang, setiap wilayah atau suku bertanggung jawab penuh atas anggotanya. Mereka wajib menyediakan perlengkapan yang diperlukan, seperti hewan tunggangan, senjata, dan perbekalan kampanye militer. Negara baru akan memberikan dukungan tambahan apabila konflik atau perang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Baca juga: Aplikasi “Imamz” Hadirkan Layanan Terintegrasi dan Jadwal Ibadah di Dua Masjid Suci
Sumber: Saudipedia. (2025, January 12). Army of the First Saudi State. Diambil 11 Agustus 2026, dari https://saudipedia.com/en/army-of-the-first-saudi-state