Diriyah, ibu kota Negara Saudi Pertama, memiliki pasar yang disebut Al-Mawsim. Toko-tokonya terletak di kedua sisi Wadi Hanifa, antara Distrik al-Turaif di sisi barat dan Distrik al-Bujairi di sisi timur. Dalam dialek setempat, al-Mawsim merujuk pada tempat jual beli, bukan pasar sementara yang diadakan selama musim tertentu.
Pemilihan lokasi pasar ini di tengah Wadi Hanifa bertujuan agar mudah diakses dari berbagai wilayah. Lokasi strategis ini memudahkan akses bagi penduduk ibu kota maupun kota-kota tetangga. Selain itu, para kafilah dan suku Badui yang berkunjung juga dapat dengan mudah datang untuk berbelanja. Di pasar ini, mereka tidak hanya membeli kebutuhan, tetapi juga menjual ternak seperti unta dan domba, serta menawarkan produk lokal seperti ghee.
Struktur dan Ragam Komoditas Pasar Al-Mawsim
Pasar ini dibagi menjadi dua bagian utama yang terpisah. Bagian pertama dikhususkan untuk wanita, sedangkan bagian lainnya diperuntukkan bagi pria. Pasar ini menyediakan berbagai macam barang dagangan yang sangat beragam. Di antaranya terdapat perhiasan indah yang terbuat dari emas dan perak.
Selain itu, dijual pula berbagai jenis kain, pakaian, serta senjata seperti pedang, belati, dan senapan. Hewan ternak seperti unta, domba, dan kuda Arab juga turut dipajang di sana.
Siklus Mingguan dan Rutinitas Pasar Al-Mawsim
Tempat jual beli kuno ini beroperasi secara aktif sepanjang Minggu. Namun, aktivitas di pasar ini melonjak jauh lebih tinggi pada hari Jumat. Hal ini terjadi karena suku Badui dan penduduk dari desa-desa tetangga datang untuk melaksanakan salat Jumat sekaligus memasarkan produk dan memenuhi kebutuhan mereka.
Baca juga: Kemenkes Arab Saudi Bantah Beri Izin Proyek Viral “Asia Medical City”
Sumber: Saudipedia. (2025). Markets in the First Saudi State. https://saudipedia.com/en/markets-in-the-first-saudi-state