MAKKAH — Juru bicara Kementerian Kesehatan, Abdulaziz Abdulbaqi, menegaskan bahwa kondisi kesehatan jemaah haji secara keseluruhan tetap stabil dan meyakinkan. Hal tersebut disampaikannya secara langsung dalam sebuah konferensi pers. Ia memastikan tidak ada wabah penyakit atau ancaman kesehatan signifikan yang dilaporkan sejauh ini. Menurutnya, situasi yang aman ini berhasil terwujud berkat sistem perawatan kesehatan yang maju dan sangat efisien.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa total layanan kesehatan yang diberikan kepada jemaah haji telah melebihi 1,2 juta pada Rabu, 10 Dzul Hijjah. Melalui pencapaian ini, ia menggarisbawahi skala besar dan efektivitas upaya perawatan kesehatan yang telah dikerahkan. Seluruh komitmen tersebut membuktikan keseriusan dalam menjaga keselamatan jemaah selama musim haji berlangsung.
Jaga Kondisi Stabil, 79 Persen Jemaah Haji Patuh Gunakan Payung
Abdulbaqi menegaskan kembali bahwa kondisi kesehatan jemaah haji terus berada dalam keadaan yang stabil tanpa adanya ancaman kesehatan yang besar. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini didukung oleh berjalannya sistem perawatan kesehatan yang komprehensif dan terintegrasi.
Selain itu, ia juga menyoroti tingkat kepatuhan jemaah haji yang mencapai 79 persen dalam menggunakan payung selama beraktivitas. Langkah tersebut menjadi salah satu tindakan pencegahan utama yang disetujui untuk meminimalkan paparan sinar matahari langsung.
Rincian Data Medis Haji: Puluhan Ribu Jemaah Terlayani, Pusat Panggilan Terima 1 Juta Kontak
Menurut data Kementerian Kesehatan, total 49.900 orang telah mendapatkan manfaat dari layanan pusat kesehatan dan perawatan darurat. Unit gawat darurat menerima 41.700 kasus, klinik rawat jalan merawat 14.500 pasien, dan 4.900 kasus dirawat di rumah sakit. Selain itu, 29 operasi jantung terbuka, 251 kateterisasi, dan 337 prosedur bedah lainnya berhasil dilakukan.
Tim medis secara efisien telah menangani 466 kasus kelelahan akibat panas yang dialami jemaah. Mereka beroperasi dalam sistem berbasis lapangan yang dirancang khusus untuk memberikan respons cepat.
Selain itu, intervensi medis yang ditingkatkan juga terus disiagakan di berbagai lokasi strategis. Di sisi lain, pusat panggilan terpadu 937 menerima lebih dari satu juta panggilan yang mencerminkan tingginya keterlibatan publik dengan layanan kesehatan.
Beroperasi Maksimal, Sistem Terintegrasi Garansi Kelancaran Layanan Kesehatan
Sistem kesehatan terus beroperasi dengan tingkat efisiensi yang sangat luar biasa. Keberhasilan operasional ini dipandu oleh perencanaan proaktif serta kerangka layanan yang terintegrasi dan berkualitas tinggi.
Melalui komitmen tersebut, pemberian perawatan medis yang canggih dan aman kepada para jemaah haji dapat dipastikan berjalan lancar. Hal ini sekaligus menggarisbawahi tekad teguh sistem dalam mempertahankan standar perawatan kesehatan tertinggi sepanjang musim haji.
Baca juga: Kemenkes Arab Saudi Bagikan Tips Rawat Kaki bagi Jemaah Haji saat Beribadah
Sumber: Saudi Gazette. (2026, May 28). Health Ministry: No outbreaks of diseases or health threats reported during Hajj. https://saudigazette.com.sa/article/661697/saudi-arabia/health-ministry-no-outbreaks-of-diseases-or-health-threats-reported-during-hajj