Ilustrasi Berbagai hasil Olahan Susu (Sumber: olyana.net)
Industri olahan susu di Arab Saudi berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Dengan dukungan teknologi modern, investasi besar, dan visi jangka panjang, Kerajaan berhasil menjadikan sektor ini sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan nasional. Dari susu segar hingga keju, yogurt, dan produk turunan lainnya, Saudi kini menjadi model keberhasilan di kawasan Arab.
Saudi Arabia sebagai Pemimpin Regional dalam Produk Olahan Susu
Arab Saudi telah mencapai swasembada lebih dari 131% dalam produksi susu, menjadikannya salah satu negara paling maju dalam industri ini di kawasan. Perusahaan besar seperti Almarai, Al Safi Danone, dan Nadec memainkan peran sentral dengan menerapkan teknologi peternakan canggih dan sistem produksi berstandar tinggi.
Produksi susu nasional mencapai lebih dari 2,5 juta ton per tahun, sementara sekitar 1,8 juta ton diolah menjadi berbagai produk seperti keju, yogurt, susu bubuk, dan whey.
Ragam Olahan Susu yang Mendominasi Pasar Saudi
Pasar olahan susu Saudi sangat beragam dan terus berkembang. Produk yang paling banyak dikonsumsi meliputi:
- Susu segar
- Yogurt dan minuman fermentasi
- Berbagai jenis keju seperti Halloumi, Nabulsi, Feta
- Krim, susu bubuk, dan produk turunan lainnya
Selain produk hewani, permintaan terhadap alternatif nabati seperti susu almond, oat, dan keju berbasis tanaman juga meningkat seiring tren gaya hidup sehat dan keberlanjutan.
Pertumbuhan Pasar dan Tren Konsumsi
Menurut proyeksi pasar, nilai industri olahan susu Saudi diperkirakan mencapai lebih dari USD 5,8 miliar pada 2024 dan terus tumbuh hingga 2029.
Tren yang kini mendominasi pasar:
- Kenaikan permintaan produk organik
- Lonjakan konsumsi produk lokal karena kesadaran kesehatan
- Pertumbuhan produk plant-based
- Reformulasi produk untuk mengurangi gula, mengikuti kebijakan kesehatan nasional
Ekspor, Impor, dan Peran Saudi di Pasar Global
Arab Saudi mengekspor sekitar 500.000 ton produk susu setiap tahun ke kawasan GCC, Timur Tengah, dan Afrika. Pada saat yang sama, negara ini masih mengimpor sekitar 300.000 ton, terutama produk yang tidak diproduksi secara luas di dalam negeri.
Ekspansi ke pasar internasional semakin kuat, termasuk upaya memasuki pasar Tiongkok setelah lonjakan ekspor senilai USD 1 miliar.
Tantangan dan Upaya Strategis
Meski berkembang pesat, industri olahan susu Saudi menghadapi beberapa tantangan:
- Biaya pendinginan tinggi akibat iklim panas
- Ketergantungan pada pakan impor lebih dari 80%
- Kebutuhan air yang besar
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah dan pelaku industri fokus pada:
- Investasi teknologi cerdas
- Peningkatan produktivitas ternak
- Penguatan infrastruktur distribusi
- Edukasi konsumen tentang produk lokal
Baca juga: Sistem Pajak Gula Mulai Diterapkan: Kebijakan Arab Saudi Kendalikan Konsumsi Minuman Manis
Referensi:
- Olyana. (2026). Dairy and Cheese Production in Arab Countries: Saudi Arabia as a Leading Model. Diambil dari https://olyana.net/dairy-and-cheese-production-in-arab-countries-saudi-arabia-as-a-leading-model/.
- Dairynews.today. (2026). Saudi Arabia’s Dairy Industry. Diambil dari https://dairynews.today/milkypedia/country/sa/.
- Statista. (2026). Dairy Products & Eggs – Saudi Arabia. Diambil dari https://www.statista.com/outlook/cmo/food/dairy-products-eggs/saudi-arabia?srsltid=AfmBOopf8RqSVulpiYqWNjWiihdorTNm8iL-OFZjfKwh1ibOHU5QcYhP#key-market-indicators.