Madinah tidak hanya dikenal dengan Masjid Nabawi, Masjid Quba, dan Jabal Uhud. Kota suci ini juga memiliki destinasi sejarah yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Museum Kereta Hijaz.
Museum ini berada di kawasan bekas Stasiun Kereta Hijaz atau Al-Anbariyyah Station. Lokasinya berada di Omar ibn Al-Khattab Street, King Abdulaziz Square, kawasan Anbariya, sekitar 1.020 meter dari Masjid Nabawi. Karena itu, museum ini cukup mudah dimasukkan ke dalam rute wisata sejarah di Madinah.
Sejarah Jalur Kereta Hijaz
Jalur Kereta Hijaz dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyah, tepatnya pada era Sultan Abdul Hamid II. Jalur ini dirancang untuk menghubungkan Damaskus dengan Madinah. Tujuan utamanya adalah memudahkan perjalanan jamaah haji dari kawasan Syam, Asia, dan Anatolia menuju Tanah Suci.
Sebelum ada kereta, perjalanan dari Damaskus ke Madinah dapat memakan waktu sekitar 40 hari dengan sarana tradisional. Setelah Kereta Hijaz beroperasi, waktu tempuh tersebut dapat dipangkas menjadi sekitar lima hari. Perubahan ini membuat Kereta Hijaz menjadi salah satu proyek transportasi penting dalam sejarah perjalanan haji.
UNESCO mencatat bahwa kedatangan kereta pertama dari Damaskus ke Stasiun Al-Anbariyyah di Madinah dirayakan pada 28 Agustus 1908. Momen ini menjadi tonggak penting dalam sejarah jalur kereta yang menghubungkan dunia Islam pada awal abad ke-20.
Dari Stasiun Haji Menjadi Museum
Bekas Stasiun Kereta Hijaz kemudian dipugar dan diubah menjadi museum sejarah. Menurut Visit Madinah, Museum Kereta Hijaz didirikan pada 1419 H atau 1998 M dan diresmikan oleh Pangeran Abdulmajeed bin Abdulaziz.
Museum ini tidak hanya menampilkan sejarah kereta api. Di dalamnya, pengunjung juga dapat mengenal sejarah Madinah dari masa pra-Islam hingga era modern. Koleksinya meliputi artefak, manuskrip kuno dari masa Raja Abdulaziz, prasasti Islam awal, serta bagian-bagian dari Kereta Hijaz.
Daya Tarik Museum Kereta Hijaz
Salah satu daya tarik utama Museum Kereta Hijaz adalah bangunan stasiunnya. Kompleks stasiun ini berdiri di atas area sekitar 90.000 meter persegi dan memiliki 12 bangunan pendukung layanan kereta api. Arsitekturnya memperlihatkan nuansa klasik yang kuat, sehingga pengunjung dapat merasakan suasana Madinah pada awal abad ke-20.
Di dalam museum, terdapat 19 galeri yang menampilkan sejarah Madinah secara bertahap. Selain itu, ada tujuh ruang pamer artefak serta bagian-bagian kereta yang telah direnovasi. Beberapa gerbong juga diubah menjadi restoran untuk pengunjung.
Bagi pencinta sejarah Islam, tempat ini menarik karena menunjukkan bagaimana teknologi modern pada masa Utsmaniyah digunakan untuk melayani jamaah haji. Kereta api tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga simbol keterhubungan umat Islam pada masa itu.
Jejak Perjalanan Jamaah Haji Masa Lalu
Museum Kereta Hijaz menyimpan cerita tentang perjalanan jamaah haji sebelum era pesawat dan transportasi modern. Pada masa lalu, jamaah harus menempuh perjalanan darat yang berat. Mereka melewati gurun, menghadapi cuaca ekstrem, dan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sampai ke Madinah.
Kehadiran Kereta Hijaz mengubah pengalaman tersebut. Jalur ini membuat perjalanan menuju Madinah menjadi lebih cepat, lebih teratur, dan lebih aman dibandingkan perjalanan tradisional. Karena itu, museum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan haji memiliki sejarah panjang yang terus berkembang mengikuti kemajuan zaman.
Dekat dengan Situs Bersejarah Lain
Lokasi Museum Kereta Hijaz juga membuatnya cocok dimasukkan dalam itinerary wisata sejarah Madinah. Setelah berziarah ke Masjid Nabawi, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke kawasan Anbariya untuk melihat jejak stasiun tua peninggalan Utsmaniyah.
Di dalam kawasan stasiun juga terdapat Masjid Al-Suqya. Menurut Visit Madinah, masjid ini berada di dalam dinding stasiun dan dinamai dari Sumur Al-Suqya, yang berkaitan dengan perjalanan Rasulullah menuju Perang Badar.
Catatan Sebelum Berkunjung
Informasi kunjungan ke Museum Kereta Hijaz dapat berubah sewaktu-waktu. Visit Madinah mencantumkan jam operasional museum pada Sabtu hingga Kamis, pukul 08.00–13.00 dan 16.00–21.00, dengan tiket masuk gratis. Namun, calon pengunjung tetap disarankan memeriksa informasi terbaru sebelum datang.
Jika museum belum bisa dikunjungi dari dalam, kawasan luarnya tetap menarik untuk dilihat. Bangunan stasiun tua, gerbong kereta, dan arsitektur khasnya tetap menjadi bagian penting dari lanskap sejarah Madinah.
Kesimpulan
Museum Kereta Hijaz adalah salah satu destinasi unik bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain sejarah Islam di Madinah. Tempat ini bukan hanya bekas stasiun kereta, tetapi juga saksi perubahan besar dalam perjalanan haji pada masa lalu.
Melalui museum ini, pengunjung dapat melihat bagaimana jalur kereta pernah menghubungkan Damaskus dan Madinah, mempercepat perjalanan jamaah, serta menjadi bagian penting dari sejarah transportasi dunia Islam. Bagi pencinta wisata sejarah, Museum Kereta Hijaz layak masuk dalam daftar destinasi saat berada di Madinah.
Referensi
- Visit Madinah. “Hijaz Railway Museum.”
- Visit Saudi. “Hijaz Railway Museum – Madinah.”
- UNESCO World Heritage Centre. “Hejaz Railway.”
- Visit Jordan. “Hijazi Railway Museum.