Penghijauan di di Kota Mekkah (Sumber: Arab News)
Transformasi lingkungan di Arab Saudi kini memasuki babak baru. Dari lembah-lembah di Makkah hingga taman kota di Riyadh, kerajaan menunjukkan bahwa revolusi hijau bukan sekadar slogan, tetapi gerakan besar yang mengubah wajah kota dan kualitas hidup warganya.
Makkah Menanam 60.000 Pohon: Haji yang Lebih Sejuk dan Ramah Lingkungan
Makkah baru saja menyelesaikan salah satu proyek penghijauan terbesar dalam sejarah kota suci. Lebih dari 60.000 pohon ditanam di berbagai lokasi strategis untuk mendukung Saudi Green Initiative dan menciptakan pengalaman Haji yang lebih nyaman.Kidana Development Company—di bawah Royal Commission for Makkah City and Holy Sites—menyumbang 40.000 pohon hanya dalam fase terbaru. Hasilnya, area vegetasi di Makkah tiga kali lipat lebih luas dibanding tahun sebelumnya. Efeknya langsung terasa: suhu kawasan menurun, kualitas udara membaik, dan para jamaah menikmati lingkungan yang lebih teduh.
Al-Mughmas Valley: Permata Ekowisata Baru
Selain penghijauan kota, perhatian juga tertuju pada Al-Mughmas Valley Park, kawasan konservasi yang melindungi vegetasi gurun dan habitat satwa lokal. Lembah ini kini menjadi destinasi ekowisata yang menonjol, memperlihatkan bagaimana spiritualitas dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan.
Riyadh Capai 1 Juta m² Ruang Hijau: Kota Masa Depan yang Lebih Seimbang
Sementara itu, Riyadh mencatat pencapaian monumental: lebih dari 1 juta meter persegi ruang hijau kini tersebar di seluruh ibu kota. Dengan 762 taman aktif dan 120 di antaranya baru dikembangkan, kota ini bergerak cepat menuju standar hidup urban yang lebih sehat dan modern.
Riyadh Municipality memastikan setiap warga tinggal dalam jarak berjalan kaki dari taman publik. Pertumbuhan dua taman baru setiap bulan menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap kualitas hidup dan keberlanjutan.
King Abdullah Gardens: Ikon Botani Kelas Dunia
Di tengah kota, berdiri King Abdullah Gardens, salah satu dari tiga taman botani terbesar di dunia dengan luas 1,5 juta meter persegi. Tempat ini bukan hanya ruang hijau, tetapi pusat edukasi dan rekreasi dengan museum botani, taman air, area bermain anak, hingga sanctuary burung.
Dua Kota, Satu Visi: Masa Depan Hijau Arab Saudi
Dari Makkah hingga Riyadh, arah kebijakan lingkungan Arab Saudi semakin jelas: revolusi hijau adalah fondasi pembangunan masa depan. Proyek-proyek ini bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat ketahanan ekologi, meningkatkan kualitas hidup, dan membuka peluang ekowisata baru.
Arab Saudi sedang membuktikan bahwa pembangunan modern dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam—dan dunia mulai memperhatikannya.
Referensi:
- Ghandour, A. (2026). Green Hajj Revolution: Makkah Plants 60,000 Trees to Boost Eco-Tourism. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/green-hajj-revolution-makkah-plants-60000-trees-to-boost-eco-tourism/.
- Ghandour, A. (2026). Saudi Green Revolution: Riyadh Hits 1M Square Meters of Urban Parks. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/saudi-green-revolution-riyadh-hits-1m-square-meters-of-urban-parks/.