Riyadh, Ibukota Arab Saudi (Sumber: aawsat.com)
Transformasi besar Arab Saudi memasuki babak baru. Laporan Tahunan Saudi Vision 2030 tahun 2025 menegaskan bahwa Kerajaan kini berada di jalur yang semakin matang: 93% indikator kinerja utama (KPI) telah tercapai atau mendekati target, sementara fondasi ekonomi, sosial, dan kelembagaan menunjukkan ketahanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dari reformasi struktural hingga lompatan ekonomi non-migas, 2025 menjadi tahun ketika ambisi Vision 2030 benar-benar berubah menjadi realitas yang dirasakan masyarakat.
Dekade Transformasi: Dari Fondasi ke Akselerasi, Kini Menuju Fase Ketiga
Sejak diluncurkan pada 2016, Vision 2030 dibangun dalam tiga fase lima tahunan.
- Fase pertama (2016–2020) memperkuat fondasi regulasi dan institusi.
- Fase kedua (2021–2025) mempercepat implementasi strategi nasional di berbagai sektor.
Kini, memasuki fase ketiga pada 2026, fokusnya adalah memastikan keberlanjutan, memperkuat dampak jangka panjang, dan menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika global.
Dalam laporan resmi, Raja Salman menegaskan bahwa Kerajaan “melangkah menuju masa depan yang lebih cerah,” sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman menyebut dekade pertama Vision 2030 sebagai “model transformasi luar biasa” yang lahir dari tekad rakyat dan institusi Saudi.
Ekonomi Non-Minyak Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru
Laporan 2025 menunjukkan bahwa perekonomian Saudi tumbuh 4.5%, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Yang paling menonjol: aktivitas non-migas kini menyumbang lebih dari 55% PDB, menandai keberhasilan diversifikasi ekonomi.
Beberapa capaian utama:
- PDB nasional menembus SAR 4.9 triliun, pertama kalinya dalam sejarah.
- FDI melonjak 500% sejak 2017, mencapai USD 35.5 miliar.
- 700+ perusahaan global membuka kantor pusat regional di Riyadh.
- SME tumbuh menjadi 1.7 juta unit, mempekerjakan 8.88 juta orang.
- Peringkat daya saing global naik ke posisi 17, naik 15 peringkat sejak 2021.
Stabilitas fiskal juga terjaga: inflasi tetap rendah di 2%, utang publik berada di bawah 50% PDB, dan cadangan devisa mencapai SAR 1.7 triliun.
Kualitas Hidup Meningkat: Kesehatan, Perumahan, dan Aktivitas Fisik Melonjak
Transformasi sosial menjadi salah satu pilar paling terlihat dari Vision 2030.
Laporan 2025 menunjukkan:
- Akses layanan kesehatan mencapai 97.5% populasi, mendekati cakupan penuh nasional.
- Indeks Kualitas Layanan Kesehatan naik ke 70.4%, jauh di atas target 60%.
- Harapan hidup meningkat menjadi 79.7 tahun, melampaui target 2029.
- Kepemilikan rumah keluarga Saudi mencapai 66.24%, melampaui target tahunan.
- 59.1% orang dewasa aktif berolahraga, dua tahun lebih cepat dari target 2027.
- 19% remaja aktif berolahraga setiap hari, mencapai target 2029 lebih awal.
Di sektor pendidikan, 22 universitas Saudi masuk QS World University Rankings 2025, dengan KFUPM menembus 100 besar dunia.

Lonjakan Pariwisata dan Budaya: 123 Juta Pengunjung dalam Satu Tahun
2025 menjadi tahun emas pariwisata Saudi:
- 123 juta pengunjung, dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
- Belanja wisata mencapai USD 81.1 miliar.
- 17 juta pengunjung Riyadh Season.
- 18 juta jamaah umrah internasional, melampaui target 2025.
- 8 situs Saudi masuk UNESCO, mencapai target 2030 lebih awal.
Sektor budaya, hiburan, dan olahraga kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Saudi, memperkuat identitas nasional sekaligus menarik wisatawan global.
Energi Masa Depan: Dari Negeri Minyak Menjadi Pusat Energi Global
Vision 2030 tidak hanya mendiversifikasi ekonomi, tetapi juga mendefinisikan ulang peran Saudi dalam energi global.
Capaian energi 2025:
- Kapasitas energi terbarukan melonjak dari 3 GW (2020) menjadi 46 GW (2025).
- 64 proyek energi terbarukan berjalan, termasuk 40 proyek surya dan 9 proyek angin.
- Proyek hidrogen hijau NEOM menjadi yang terbesar di dunia, memproduksi 600 ton per hari.
- Aramco mengoperasikan sistem penyimpanan energi terbarukan pertama di dunia untuk mendukung produksi gas.
Saudi kini menyeimbangkan dua hal: menjaga stabilitas energi global sambil memimpin teknologi rendah karbon.
Institusi Publik Semakin Efisien dan Akuntabel
Laporan 2025 menunjukkan:
- 93% KPI Vision 2030 tercapai atau mendekati target (309 dari 390 indikator).
- 90% dari 1.290 inisiatif nasional telah selesai atau on track.
- Digitalisasi layanan publik mempercepat akses, transparansi, dan efisiensi.
- Partisipasi relawan dan sektor nirlaba meningkat pesat, memperkuat peran masyarakat sipil.
Ini menandai era baru tata kelola publik Saudi yang lebih modern, responsif, dan berbasis data.
Baca juga: KFUPM Meroket ke Peringkat 67 Dunia, Bukti Transformasi Pendidikan Arab Saudi
Referensi:
- KSA Government. (2026). Vision 2030 Annual Report 2025. Diambil dari https://www.vision2030.gov.sa/media/ecdjfopq/vision2030_annual_report_2025_en.pdf.
- Sayed, A. (2026). Saudi Vision 2030 Enters Final Phase with 93% of 2025 Targets Achieved. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/saudi-vision-2030-enters-final-phase-with-93-of-2025-targets-achieved/.
- Saudi Gazette. (2026). Saudi Vision 2030 enters final phase with 93% of KPIs meeting targets in 2025. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/660839/saudi-arabia/saudi-vision-2030-enters-final-phase-as-93-of-kpis-meet-2025-targets.
- Ali, Z. (2026). Saudi Vision 2030 Enters Third Phase with 93% of Targets Met. Diambil dari https://english.aawsat.com/business/5266581-saudi-vision-2030-enters-third-phase-93-targets-met.