Industri air minum dalam kemasan di Arab Saudi menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan jumlah penduduk, urbanisasi yang semakin cepat, serta ekspansi sektor pariwisata yang terus berjalan seiring agenda Vision 2030.
Menurut laporan yang dikutip Arab News, nilai pasar air minum dalam kemasan di Arab Saudi diproyeksikan mencapai US$5,5 miliar pada 2034. Pasar ini juga diperkirakan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7,7 persen mulai 2026. Angka tersebut menegaskan bahwa industri ini menjadi salah satu sektor konsumen yang kuat di tengah iklim ekstrem dan keterbatasan sumber air tawar di negara tersebut.
Mengapa Pasar Air Minum Dalam Kemasan di Arab Saudi Terus Tumbuh?
Ada beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri air minum dalam kemasan di Arab Saudi.
Pertama, kondisi geografis Arab Saudi membuat ketersediaan air tawar alami sangat terbatas. Karena itu, air minum dalam kemasan menjadi salah satu sumber konsumsi utama bagi masyarakat.
Kedua, pertumbuhan populasi dan urbanisasi meningkatkan permintaan secara konsisten. Semakin banyak penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan, semakin besar pula kebutuhan akan produk air minum yang praktis, aman, dan mudah diakses.
Ketiga, perkembangan sektor pariwisata dan perhotelan ikut memperkuat permintaan. Lonjakan wisatawan domestik maupun internasional membuat kebutuhan air minum dalam kemasan meningkat, terutama di hotel, restoran, pusat wisata, dan fasilitas publik.
Francois de Bie, Chief Commercial Officer Emirates Biotech, menilai bahwa pertumbuhan pasar ini berkaitan erat dengan ekspansi populasi, urbanisasi, dan sektor pariwisata yang terus berkembang dalam kerangka Vision 2030. Selama faktor-faktor tersebut terus didukung kebijakan pembangunan nasional, pasar diperkirakan akan terus tumbuh.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Hossam Ezzat, Quality Manager di Hana Co. for Food Industries. Menurutnya, industri ini terus berkembang dengan estimasi pertumbuhan tahunan sekitar 6 hingga 8 persen. Ia menekankan bahwa keterbatasan sumber air tawar alami dan ketergantungan masyarakat pada air kemasan menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Kesadaran Kesehatan Ikut Mendorong Permintaan
Selain faktor kebutuhan dasar, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan juga menjadi pendorong penting.
Thomas Kuruvilla, Managing Partner Arthur D. Little Middle East & India, menyebut pasar air minum dalam kemasan di Arab Saudi sebagai salah satu kategori konsumen yang paling tahan terhadap tekanan. Ia menyoroti kondisi iklim, pertumbuhan pariwisata, dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan sebagai fondasi utama kekuatan pasar ini.
Artinya, konsumen kini tidak hanya membeli air minum dalam kemasan karena kebutuhan, tetapi juga karena faktor kualitas, higienitas, dan manfaat kesehatan.
Kinerja Perusahaan Lokal di Arab Saudi Ikut Menguat
Pertumbuhan industri air minum dalam kemasan di Arab Saudi juga terlihat dari kinerja perusahaan lokal. Salah satu contohnya adalah Al-Jouf Mineral Water Bottling Co. yang tercatat di pasar paralel Nomu di Arab Saudi.
Perusahaan tersebut membukukan laba bersih sebesar SR4,36 juta pada 2025. Nilai ini meningkat 51,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa peluang di sektor ini tidak hanya terbuka bagi pemain global, tetapi juga bagi merek lokal. Perusahaan lokal yang memahami preferensi konsumen dan konteks budaya Saudi memiliki posisi yang kuat untuk bersaing.
Kuruvilla menambahkan bahwa masa depan pasar akan dibentuk oleh kombinasi pemain internasional dan kekuatan merek lokal yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan konsumen.
Peran Vision 2030 dalam Memperkuat Ekosistem Air
Vision 2030 memiliki peran besar dalam membentuk ekosistem air di Arab Saudi. Pemerintah terus mendorong investasi pada pasokan air dan infrastruktur untuk meningkatkan ketahanan air dalam jangka panjang.
Walau fokus utamanya adalah penguatan sistem air nasional, dampaknya juga ikut mendukung sektor air minum dalam kemasan. Infrastruktur yang lebih baik membuat industri ini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Dengan kata lain, pertumbuhan pasar air minum dalam kemasan di Arab Saudi tidak berdiri sendiri. Industri ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi dan sosial yang lebih besar.
Keberlanjutan Menjadi Tantangan Utama Industri
Di balik prospek bisnis yang cerah, isu keberlanjutan tetap menjadi perhatian besar. Setelah peluncuran Saudi Green Initiative, produsen air minum dalam kemasan menghadapi tekanan untuk mengurangi limbah dan beralih ke model bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Francois de Bie menegaskan bahwa tantangan utama industri adalah memastikan pertumbuhan pasar tidak berjalan seiring dengan meningkatnya polusi plastik. Karena itu, perusahaan perlu mengambil langkah nyata agar ekspansi bisnis tidak memperburuk dampak lingkungan.
Hossam Ezzat juga mengakui bahwa industri ini sangat sadar terhadap kekhawatiran publik soal limbah plastik. Sebagai respons, pelaku usaha mulai mengurangi penggunaan plastik melalui desain botol PET yang lebih ringan, meningkatkan daur ulang, serta menghadirkan alternatif seperti botol kaca.
Kuruvilla menambahkan bahwa keberlanjutan kini menjadi prioritas di seluruh industri. Namun, hasilnya akan sangat bergantung pada kemajuan infrastruktur daur ulang dan pengelolaan limbah di Arab Saudi.
Perubahan Perilaku Konsumen Membentuk Pasar Baru
Perilaku konsumen di Arab Saudi juga berubah cukup signifikan. Jika sebelumnya air minum dalam kemasan dipilih terutama karena kebutuhan dasar, kini konsumen mulai mencari produk dengan nilai tambah.
Beberapa kategori yang semakin diminati antara lain:
- air premium
- air mineral
- air alkali
- air berperisa
- air berkarbonasi
Perubahan ini menunjukkan bahwa pasar semakin matang dan kompetitif. Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan kepraktisan, tetapi juga kualitas, manfaat kesehatan, dan pengalaman konsumsi.
Di sisi distribusi, perubahan juga terlihat jelas. Menurut Ezzat, inovasi kemasan kini bergerak ke desain yang lebih ringan. Selain itu, saluran distribusi berkembang pesat melalui e-commerce dan layanan pengantaran ke rumah. Tren ini memperlihatkan bahwa kenyamanan menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian konsumen modern.
Konsumen Muda Mendorong Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan
Konsumen muda di Arab Saudi mulai menunjukkan kesadaran lingkungan yang lebih tinggi. Mereka masih menginginkan kenyamanan dari botol sekali pakai, tetapi tidak ingin dibebani rasa bersalah atas dampaknya terhadap lingkungan.
Situasi ini mendorong merek air minum dalam kemasan untuk mencari solusi kemasan yang lebih berkelanjutan. Tantangannya adalah menghadirkan kemasan yang tetap praktis, aman, dan nyaman, tetapi memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah.
Karena itu, masa depan industri air minum dalam kemasan di Arab Saudi tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan permintaan. Faktor penentu lainnya adalah kemampuan perusahaan dalam menjawab tuntutan keberlanjutan.
Kesimpulan
Industri air minum dalam kemasan di Arab Saudi berada di jalur pertumbuhan yang kuat. Peningkatan populasi, urbanisasi, ekspansi pariwisata, dan kesadaran kesehatan menjadi faktor utama yang memperkuat pasar ini.
Di negara dengan keterbatasan air tawar dan iklim ekstrem seperti Arab Saudi, sektor ini menjadi salah satu industri yang paling tangguh dan menjanjikan. Namun, tantangan keberlanjutan tetap tidak bisa diabaikan.
Keberhasilan industri ini ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha untuk mengurangi dampak lingkungan, berinovasi dalam kemasan, dan menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen.
Referensi
Narayanan, N. (2026). Saudi Arabia’s bottled water industry thriving on population growth and tourism expansion. Arab News.