JEDDAH: Hajj Conference & Exhibition 2025 diselenggarakan di Jeddah Superdome pada tanggal 13-16 Januari 2025. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pakar industri untuk berkumpul dan membahas bagaimana memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pelayanan haji dan umrah bagi jutaan jamaah di seluruh dunia.
Acara yang bertema “The Road to the Nusuk” ini diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan Program Pengalaman Haji. Bekerja sama dengan lebih dari 300 organisasi lokal dan internasional yang menampilkan inovasi untuk meningkatkan pengalaman haji.

Kemajuan Teknologi Dalam Pelayanan Haji dan Umrah
Mohammed Al-Hamid, direktur Pusat AI di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, turut menjadi pembicara. Dalam sesi “Personalizing Services for the Guests of Allah: Data and Digital Solutions” beliau mengatakan bahwa kementerian telah mencapai kemajuan signifikan dalam infrastruktur data dan AI.
Dia menambahkan bahwa kementerian telah memainkan peran penting dalam mengubah pengalaman haji dan umrah menjadi perjalanan mulus yang didorong oleh inovasi teknologi.
Pemanfaatan AI Dalam Optimalisasi Pelayanan Haji
Hamid mengatakan bahwa AI dapat membantu mengelola kerumunan dengan melacak pergerakan, mengidentifikasi potensi bahaya, dan membuat penyesuaian arus lalu lintas secara real-time.
Ungkap Al-Hamid dilansir dari arabnews.com : “Kami menggunakan AI untuk mengembangkan solusi jangka panjang yang meningkatkan keberlanjutan layanan haji. Termasuk mengelola kepadatan manusia dengan menganalisis arus kerumunan dan memprediksi kemacetan. Serta menawarkan panduan multibahasa, dan memanfaatkan data besar untuk mengantisipasi kebutuhan jamaah. AI juga membantu mendistribusikan tenaga dan teknis secara efisien. sumber daya”.
Para pembicara kemudian menyatakan optimismenya terhadap peran AI. Mereka berharap AI bisa mengatasi kebutuhan mendesak akan layanan yang lebih cepat dan efektif.
Aplikasi Nusuk Memberi Layanan Komprehensif
Abdulaziz Al-Matahami, wakil menteri perencanaan dan transformasi digital di Kementerian Haji dan Umrah, mengatakan bahwa kementerian pertama-tama mendigitalkan layanan tradisional, kemudian beralih untuk mengintegrasikan lembaga-lembaga pemerintah untuk menawarkan layanan yang disesuaikan untuk setiap jamaah dan umrah.
Ia menyoroti versi baru aplikasi Nusuk. Aplikasi tersebut memberikan layanan komprehensif seperti reservasi hotel dan penerbangan, wisata sejarah, serta perizinan Dua Masjid Suci.
Al-Matahami juga mengumumkan peluncuran platform Nusuk Business. Diharapkan aplikasi tersebut bisa meningkatkan integrasi dengan wirausaha guna memberikan solusi inovatif dalam melayani jamaah.
Solusi dan Teknologi Tingkat Lanjut untuk Manajemen Kerumunan yang Efektif
Fahad Al-Ghamdi, CEO sumber daya manusia di National Security Services Co., menjelaskan bahwa perusahaan beroperasi sebagai sistem keamanan terintegrasi, menawarkan konsultasi, analisis risiko, dan tingkat lanjut,solusi teknis, seperti pusat komando dan kendali seluler dengan kamera yang didukung AI untuk menganalisis data secara real time.
Tamer Bdran, wakil presiden NEC Saudi Arabia Ltd., membahas peran solusi teknis global yang disesuaikan dengan kebutuhan unik haji dan umrah. Teknologi seperti pengenalan wajah dan sidik jari, serta simulasi arus massa menggunakan superkomputer, telah meningkatkan perencanaan dan mengurangi waktu tunggu di pelabuhan dan bandara.”
Sementara itu, Duta Besar Saudi untuk Spanyol Putri Haifa Al-Mogrin mengunjungi paviliun Kementerian Dalam Negeri pada konferensi tersebut. Dia diberi penjelasan tentang upaya dan inisiatif kementerian untuk memastikan pengalaman haji yang aman. Termasuk juga sistem keamanan yang ditingkatkan AI. Serta solusi digital untuk pengelolaan kerumunan di tempat-tempat suci. Dia juga mendapat pemaparan terkait kampanye “No Hajj Without a Permit”, dan inisiatif Rute Makkah.
Sumber:
Arab News. (2025, January 16). Saudi Arabia celebrates new cultural initiative. https://www.arabnews.com/node/2586554/saudi-arabia