RIYADH: Arab Saudi memimpin pasar penawaran umum perdana (IPO) di kawasan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada tahun 2024, sekaligus menempati peringkat ketujuh secara global dalam total pendapatan IPO, menurut laporan terbaru dari Kamco Invest.
Kerajaan ini menyumbang 42 dari total 53 IPO di GCC pada tahun lalu, jauh melampaui negara-negara tetangganya di kawasan ini dan diperkirakan akan mempertahankan kepemimpinannya pada tahun mendatang.
Lonjakan jumlah IPO ini menegaskan posisi dominan Arab Saudi di pasar modal regional serta perannya sebagai penggerak utama aktivitas IPO di kawasan GCC.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan tajam dari 46 IPO di GCC pada tahun 2023, mencerminkan minat investor yang terus berlanjut dan dinamisme pasar.
Pendapatan IPO GCC Naik 19,8%
Penerbit GCC secara kolektif berhasil mengumpulkan $12,9 miliar pada tahun 2024, meningkat 19,8 persen dibandingkan $10,8 miliar pada tahun 2023, meskipun pasar IPO global mengalami performa terlemah sejak 2009.
Perusahaan-perusahaan Saudi berkontribusi sebesar $4,1 miliar, atau 31,6 persen dari total pendapatan IPO regional.
Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) memimpin dalam hal pendapatan dengan $6,2 miliar, meskipun pangsa pendapatan IPO GCC-nya menurun dari 56,3 persen pada tahun 2023 menjadi 47,8 persen pada tahun 2024.
Oman berada di peringkat ketiga dengan privatisasi yang didukung negara menghasilkan $2,5 miliar, atau 19,3 persen dari total pendapatan GCC.
Mayoritas IPO Saudi Terjadi di Pasar Nomu
Sebagian besar IPO di Arab Saudi terjadi di Pasar Paralel Nomu, yang mencatat 28 dari total IPO di Kerajaan.
Pasar utama mencatat 14 IPO, termasuk daftar besar seperti Rumah Sakit Dr. Soliman Abdel Kader Fakeeh, yang mengalami kelebihan permintaan hingga 119 kali dengan pesanan senilai $91 miliar.
IPO penting lainnya termasuk Almoosa Health, Miahona Utilities, dan Nice One Beauty Digital Marketing.
Permintaan yang kuat didorong oleh basis investor lokal dan menegaskan ketahanan pasar modal Saudi meskipun menghadapi tantangan seperti penurunan harga minyak dan ketegangan geopolitik.
Sektor Aktif dan Peran Penting di GCC
Laporan tersebut menyebutkan bahwa sektor-sektor seperti perawatan kesehatan, material, dan jasa profesional menjadi yang paling aktif dalam IPO di Arab Saudi, mencerminkan fundamental yang kuat dan kepercayaan investor terhadap industri-industri ini.
Secara global, GCC menempati peringkat keempat dalam pendapatan IPO, di bawah China, AS, dan Jepang, yang menunjukkan semakin pentingnya kawasan ini sebagai pusat keuangan.
Proyeksi IPO di 2025
Memasuki tahun 2025, Arab Saudi diperkirakan akan terus mendominasi dengan 31 IPO dalam pipeline, menurut perusahaan manajemen aset Kamco Invest yang berbasis di Kuwait.
Dana Investasi Publik Kerajaan (PIF) akan memainkan peran penting dengan rencana pencatatan perusahaan seperti Saudi Global Ports, Nupco, dan Tabreed District Cooling. Beberapa perusahaan swasta, termasuk flynas, Tabby, dan Ejada Systems, juga sedang mempersiapkan IPO mereka.
Oman berencana untuk memprivatisasi hingga 30 aset dalam beberapa tahun mendatang, dengan Asyad Group dan Oman Electricity Transmission Co. diharapkan melantai di bursa pada 2025.
Di UEA, IPO besar diantisipasi dari operator hotel FIVE, perusahaan real estat di bawah Dubai Holding, serta Dubizzle Group dan Alpha Data.
Meskipun menghadapi tantangan eksternal seperti ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi yang meningkat, pasar IPO GCC telah membuktikan ketahanannya dengan pipeline yang kuat di berbagai sektor.
Peluang Kerja Sama dengan Pemerintah Indonesia dan Peluang Bisnis untuk Pengusaha Indonesia
Arab Saudi menunjukkan dominasinya di pasar penawaran umum perdana (IPO) dengan memimpin kawasan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan menempati peringkat ketujuh secara global. Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral, khususnya dalam bidang investasi dan perdagangan. Pemerintah Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk menjalin kerja sama dengan Arab Saudi, termasuk dalam berbagi pengalaman dalam pengelolaan pasar modal dan pengembangan sektor strategis seperti perawatan kesehatan, energi, dan digitalisasi.
Bagi pengusaha Indonesia, Arab Saudi menawarkan peluang signifikan untuk ekspansi bisnis, terutama di sektor digital marketing, e-commerce, dan jasa profesional yang menunjukkan pertumbuhan pesat. Dengan pasar yang berkembang pesat, pengusaha Indonesia dapat menjajaki kolaborasi dengan perusahaan Saudi yang terdaftar di bursa atau tengah mempersiapkan IPO. Selain itu, peluang keterlibatan dalam proyek infrastruktur strategis Arab Saudi dapat menjadi langkah penting bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas cakupan bisnisnya di Timur Tengah.
Langkah strategis seperti mengikuti forum bisnis, menjalin kemitraan dengan perusahaan lokal, dan berpartisipasi dalam IPO yang berlangsung di Arab Saudi dapat menjadi kunci bagi Indonesia untuk memaksimalkan peluang ini. Dengan kolaborasi yang saling menguntungkan, Arab Saudi dan Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bersama, memperkuat posisi strategis masing-masing di panggung global, serta menciptakan peluang baru bagi para pelaku usaha.
Sumber : https://www.arabnews.com/node/2586134/business-economy