Ilustrasi Para Warga Saudi Berkumpul di Tengah Musim Dingin (Sumber: CNN)
Saat angin sejuk mulai berembus melintasi padang pasir yang luas dan langit cerah memancarkan cahaya keemasan yang lembut, Arab Saudi memasuki salah satu musim paling istimewa dalam setahun. Musim dingin di Arab Saudi ini, yang berlangsung dari akhir November hingga awal Maret, bukanlah kisah tentang salju dan beku, melainkan sebuah transformasi menakjubkan.
Udara yang tadinya panas terik berganti dengan kesejukan yang menyegarkan, membangkitkan semangat masyarakat untuk menjelajah dan merayakan hidup. Suhu di Riyadh, misalnya, berfluktuasi antara 8°C hingga 20°C, menciptakan kondisi yang nyaris sempurna untuk petualangan di luar ruangan.
Dari komunitas perkotaan yang dinamis hingga perkemahan Badui di tengah gurun, seluruh negeri mengadopsi ritme yang lebih lambat namun penuh sukacita, seiring dengan berubahnya pola pakaian, menu makanan, dan agenda kegiatan sosial.
Menyambut Musim dengan Tradisi: Farwa, Pakaian Penghangat Khas Badui
Ketika suhu mulai turun, lemari pakaian warga Saudi pun mengalami transformasi. Sweater dan jaket digantung, namun ada satu pakaian yang menduduki tempat istimewa: farwa tradisional Badui.
Mantel panjang yang dilapisi bulu ini, diyakini berasal dari Levant, telah menjadi barang penting di banyak rumah tangga, khususnya di wilayah utara dan tengah di mana dinginnya gurun bisa sangat ekstrem.
Ahmad Alsharif, seorang penduduk Turaif di provinsi utara, menggambarkan farwa sebagai kebutuhan pokok. “Di kota kami, suhu musim dingin rata-rata bisa mencapai -5 derajat Celsius,” ujarnya. “Orang-orang memakai farwa baik di rumah maupun saat keluar. Bagi orang Badui di pedalaman, farwa bahkan lebih dibutuhkan lagi.”

Farwa bukan sekadar jaket; ia adalah pernyataan gaya dan warisan budaya. Bahan dan ornamennya bervariasi, mulai dari model sederhana berlapis bulu sintetis hingga “karakul” mewah yang terbuat dari bulu janin domba, yang bisa bernilai lebih dari seribu dolar AS.
Saat ini, para desainer lokal seperti Hana Abu Said, seorang desainer abaya, telah memodernisasi farwa. “Tantangannya adalah memastikan pakaian ini fungsional sekaligus indah,” jelasnya.
Dari warna-warna cerah hingga potongan yang lebih pendek seperti jaket, farwa telah berevolusi menjadi pakaian kontemporer yang dipakai dengan bangga oleh pria dan wanita, sering kali menggantikan abaya selama bulan-bulan yang lebih dingin
Harmoni Kuliner: Makanan Tinggi Energi untuk Hari-Hari yang Dingin
Seiring dengan perubahan lemari pakaian, dapur keluarga Saudi juga mengalami metamorfosis musiman. Begitu udara dingin tiba, tradisi kuliner kuno bangkit kembali untuk memberikan kehangatan dan energi.
Hidangan musim dingin yang kaya dan memuaskan seperti Hunaini (hidangan manis khas Najdi), Qasad, Aseeda, dan Masabeeb mendominasi meja makan. Makanan-makanan ini sengaja dirancang dengan kalori tinggi, mengandung lemak dan gula yang membantu mempertahankan panas tubuh dalam cuaca dingin.

Namun, di balik kenyamanan yang diberikan, para ahli gizi mengingatkan akan risikonya. Dr. Mohammed Al-Saqer, seorang ahli gizi, memperingatkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi kalori ini secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan peningkatan kolesterol.
“Masalahnya, semua makanan ini mengandung minyak, lemak, gula, dan tepung dalam jumlah besar,” jelasnya. Ia menyarankan untuk menikmatinya dalam porsi kecil dan seimbang dengan aktivitas fisik.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, Dr. Al-Saqer merekomendasikan sup sayuran hijau untuk memperkuat kekebalan tubuh dan secangkir jahe hangat. “Jahe bagus di musim dingin karena menghangatkan tubuh, mengurangi kolesterol, dan tekanan darah,” katanya, dengan catatan untuk tidak menambahkan gula berlebihan dan menghindarinya bagi penderita tekanan darah tertentu
Petualangan di Bawah Langit Musim Dingin: Dari Padang Pasir hingga Festival
Musim dingin adalah panggung utama untuk aktivitas luar ruangan dan rekreasi di Arab Saudi. Cuaca yang sejuk membuka kemungkinan untuk menjelajahi lanskap negeri ini dengan cara yang mustahil dilakukan selama musim panas yang terik.
Perusahaan seperti Arabian Nights, yang berbasis di Hail, memanfaatkan musim ini sepenuhnya. “Musim dingin adalah musim terpenting di sini,” kata CEO-nya, Omar Alshammeri. “Ini adalah kesempatan indah untuk bertemu orang baru dan pengunjung pertama ke Kerajaan.”
Kegiatan yang mereka tawarkan mencerminkan semangat musim ini: “dune bashing,” hiking, berkemah, dan mengunjungi situs bersejarah. Sandboarding (seluncur pasir) telah menjadi olahraga yang sangat populer, terutama di Gurun Al-Thumamah, yang terletak satu jam di utara Riyadh — lokasi favorit bagi penduduk setempat selama beberapa generasi.
Selain petualangan gurun, musim ini juga dipadati dengan festival budaya besar. Riyadh Season, Jeddah Season, dan Winter at Tantora di AlUla menjadi pusat perhatian, menampilkan musik, seni, warisan budaya, dan kuliner.

Di AlUla, dengan suhu yang berkisar antara 5°C hingga 25°C, pengunjung dapat menjelajahi situs arkeologi yang menakjubkan, formasi batuan, dan menikmati pertunjukan di bawah bintang-bintang yang berkilauan lebih terang di langit musim dingin yang jernih.
Perjalanan Menembus Wilayah: Menghadapi Hujan dan Keunikan Tiap Daerah
Pengalaman musim dingin di Arab Saudi sangat bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, menawarkan banyak wajah dari Kerajaan ini.
Di pantai barat, Jeddah mengalami musim dingin yang lebih sejuk (18°C hingga 30°C) dan musim hujan yang lebih jelas antara November dan Januari. Hujan singkat yang turun di sini dan di wilayah barat daya menghijaukan pegunungan, menciptakan pemandangan yang kontras dengan gurun.
Sementara itu, di kawasan timur dan padang pasir, malam bisa sangat dingin, menjadikan berkemah dan mengamati bintang sebagai kegiatan yang sangat sempurna. Perjalanan ke pedalaman saat ini mengungkapkan permadani alam yang unik.
Sebaliknya, Riyadh memiliki musim dingin yang kering dengan hujan biasanya turun lebih singkat di akhir musim (Februar-Maret), menambah kesegaran di udara ibu kota.
Bagi pelancong, kunci untuk menikmati musim dingin Saudi adalah mempersiapkan diri untuk berbagai kondisi. Mengemas pakaian berlapis sangat penting — jaket ringan untuk siang hari dan mantel hangat seperti farwa untuk malam hari, khususnya di wilayah utara dan pedalaman
Merangkul Inti Musim Dingin Saudi
Pada akhirnya, musim dingin di Arab Saudi jauh melampaui sekadar suhu yang turun. Ia adalah musim kebersamaan, tradisi yang hidup, dan keharmonisan dengan alam. Ini adalah saat di mana keluarga dan teman berkumpul di sekitar api unggun di perkemahan (kashta), berbagi cerita dan makanan.
Faisal Althunayan, seorang mahasiswa dari Riyadh, dengan penuh semangat menggambarkan ritual ini: “Duduk di sekitar api unggun, memanggang burger dan kebab, dan meringkuk di udara dingin sambil terbungkus farwa adalah gambaran surga di bumi bagi saya.”
Musim dingin Saudi yang relatif pendek, biasanya berlangsung sekitar tiga setengah hingga empat bulan, justru menambah keistimewaannya. Setiap akhir pekan, setiap malam yang dingin, dihargai dan dimanfaatkan sepenuhnya.
Seperti yang diungkapkan Althunayan, “Musim dingin kami tidak lama, jadi kami memanfaatkannya semampu kami.” Dalam momen-momen ini — antara kesibukan festival modern dan keheningan gurun, di balik hangatnya farwa dan rasa manisnya Hunaini — terletak jiwa sejati dari musim dingin di Arab Saudi.
Baca juga: Persiapan Musim Dingin di Arab Saudi
Referensi:
- Fourwinds-ksa.com. (2026). 5 facts about winter in Saudi Arabia. Diambil dari https://www.fourwinds-ksa.com/5-facts-about-winter-in-saudi-arabia/.
- Visit Saudi. (2026). Saudi Winter Weather Guide. Diambil dari https://www.visitsaudi.com/en/stories/winter-in-saudi-guide.
- Tejomukti, R.A. (2020). Kebiasaan Warga Saudi Ketika Musim Dingin. Diambil dari https://ihram.republika.co.id/berita/qlbdqy327/kebiasaan-warga-saudi-ketika-musim-dingin.
- Khashogji, Z. (2021). The most wonderful time for winter activities in Saudi Arabia. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/1995016/saudi-arabia.
- Saudi Gazette. (2016). Food habits in winter. Diambil dari https://saudigazette.com.sa/article/169294.