Tersembunyi di lereng pegunungan Al-Bahah, Arab Saudi, Desa Dhee Ayn — yang juga dikenal sebagai Thee Ain atau Zee Ain — merupakan salah satu desa warisan paling fotogenik di kawasan ini. Dari kejauhan, permukiman batu berwarna putih cerah tersebut tampak seakan tumbuh dari bongkahan marmer, dikelilingi kebun hijau dan barisan pegunungan dramatis. Keunikan bentuk, material bangunan, dan lanskap membuatnya dijuluki sebagai “kota batu putih” yang menyimpan sejarah, arsitektur, dan kehidupan tradisional khas Arab Saudi.
Sejarah Singkat dan Arsitektur Unik Dhee Ayn
Desa Dhee Ayn diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-8 Masehi. Permukiman ini terdiri dari puluhan rumah bertingkat — berbagai catatan menyebutkan antara 31 hingga 58 bangunan — serta sebuah masjid kecil yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Bangunan-bangunan di desa ini terbuat dari batu lokal yang disusun rapi, menciptakan tampilan natural seperti lapisan bebatuan yang melekat pada bukit marmer. Posisi desa di puncak bukit juga memberikan keunggulan pertahanan dan panorama lembah yang luas, memperlihatkan bagaimana masyarakat masa lalu memanfaatkan kondisi geografis untuk bertahan hidup.
Lanskap, Sumber Air, dan Kehidupan Agraris
Salah satu daya tarik utama Dhee Ayn adalah mata air alami (ain) yang menjadi sumber kehidupan desa. Mata air ini mengalir ke kebun-kebun di kaki bukit, memungkinkan masyarakat menanam pisang, zaitun, rempah-rempah, dan berbagai tanaman hijau lainnya.
Kontras visual antara bangunan batu putih di puncak dan vegetasi hijau di bawahnya menjadi salah satu alasan mengapa desa ini sangat populer di kalangan fotografer dan wisatawan. Lanskapnya memadukan keindahan alam, agrikultur tradisional, dan sejarah permukiman pegunungan yang autentik.
Dhee Ayn sebagai Destinasi Wisata Bersejarah
Bagi pengunjung, Dhee Ayn menawarkan perjalanan menarik melalui arsitektur tradisional, sejarah lokal, hingga pemandangan alam khas Al-Bahah. Jejak pertahanan seperti lorong sempit, tangga berbatu, dan formasi rumah bertingkat mengundang wisatawan untuk melakukan eksplorasi santai.
Ulasan wisatawan juga menyoroti keindahan siluet desa di kejauhan, keasrian kebun, serta pengalaman berjalan di antara bangunan bersejarah. Meski akses relatif mudah, wisatawan tetap disarankan membawa air minum dan perlindungan dari panas, terutama di musim kemarau.
Pelestarian dan Status Warisan
Dhee Ayn saat ini menjadi perhatian berbagai lembaga pelestarian nasional dan internasional. Desa ini masuk dalam Daftar Sementara UNESCO karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang tinggi. Upaya konservasi dilakukan untuk menjaga struktur bangunan yang rentan terhadap erosi serta perubahan modern.
Program pelestarian juga bertujuan menyeimbangkan antara pertumbuhan wisata dan perlindungan warisan budaya, memastikan desa tetap lestari bagi generasi mendatang.
Tips Berkunjung ke Dhee Ayn
- Waktu terbaik berkunjung: Musim semi hingga awal musim gugur, ketika cuaca lebih sejuk dan kebun terlihat lebih hijau.
- Perlengkapan penting: Alas kaki nyaman, air minum, topi, dan kamera.
- Etika kunjungan: Hormati area bersejarah dan ikuti rute yang telah ditentukan untuk menjaga kelestarian situs.
Dhee Ayn bukan sekadar destinasi fotogenik, tetapi sebuah fragmen hidup dari sejarah permukiman pegunungan Arab Saudi. Keunikan arsitektur batu putih, mata air yang memberi kehidupan, dan lanskap agraris menjadikannya tempat yang memadukan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Bagi pecinta arsitektur vernacular, wisata budaya, atau penjelajah yang mencari sisi berbeda dari Arab Saudi, Dhee Ayn adalah tujuan yang wajib dikunjungi.
Visit Saudi – Thee Ain Historical Village
https://www.visitsaudi.com/en/al-baha/attractions/thee-ain-heritage-village-in-albaha
Arab News – The Place: Marble Village of Dhee Ayn
https://www.arabnews.com/node/1394436/saudi-arabia
Atlas Obscura – Marble Village of Dhee Ayn
https://www.atlasobscura.com/places/marble-village-of-dhee-ayn