King Faisal Specialist Hospital and Research Centre di Riyadh telah melakukan implantasi pertama di dunia dengan bantuan robot. Rumah sakit Arab Saudi ini berhasil melakukan implantasi terhadap dua pompa buatan untuk dukungan biventrikular dengan menggunakan teknologi robotik pada pasien dengan gagal jantung stadium lanjut.
Cakrawala Baru di Dunia Medis
Prosedur terobosan ini membuka cakrawala baru dalam teknik dukungan peredaran darah bagi pasien dengan kondisi jantung yang kompleks. Hal ini menandai pencapaian medis yang berpuncak pada pemulihan pasien dalam waktu singkat setelah operasi.
Implantasi dengan menggunakan bantuan robot merupakan kemajuan besar dalam pengobatan gagal jantung bilateral. Prosedur implantasi ini apabila dilakukan secara tradisional melalui sternotomi penuh, sebuah pendekatan yang terkait dengan risiko pembedahan yang lebih tinggi dan pemulihan yang lama.
Tindakan Operasi dengan Integrasi Berbagai Departemen Rumah Sakit
Prof. Feras Khaliel memimpin tindakan operasi melalui sayatan kecil dengan menggunakan lengan robotik presisi tinggi yang dikendalikan dari jarak jauh. Sehingga tindakan operasi ini mengurangi kehilangan darah, menurunkan risiko infeksi, dan pemulihan pasien lebih cepat.
Pencapaian ini mencerminkan integrasi keahlian di berbagai departemen di rumah sakit. |Termasuk bedah jantung, kardiologi, anestesi, perawatan kritis, teknik biomedis, dan bantuan hidup lanjut.
Prosedur ini direncanakan dengan cermat dan memanfaatkan teknologi pencitraan 3D, navigasi bedah waktu nyata, dan solusi inovatif.
Baca juga: Menag: Formula 5 BPH Faktor Sukses Penyelenggaraan Haji Indonesia 2025
Sumber: Arab News. (2025, July 17). Robotic‑assisted implantation is world’s first. Arab News. Retrieved July 17, 2025, from https://www.arabnews.com/node/2608453/saudi-arabia