Ilustrasi Industri di Arab Saudi (Sumber: Arabian Gulf)
Industri di Arab Saudi kini menjadi tulang punggung penggerak ekonomi non-minyak yang terus berkembang pesat. Sejak awal berdirinya Kerajaan Arab Saudi, langkah awal industri sudah terlihat dengan produksi seragam militer pada 1936. Namun penemuan minyak menjadi titik balik utama yang membuka jalan bagi modernisasi industri.
Target Pertumbuhan Industri
Melalui visi ambisius Saudi Vision 2030, Arab Saudi menargetkan pertumbuhan signifikan di sektor industri dengan fokus pada peningkatan kandungan lokal hingga 55 persen. Dan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru. Dukungan kuat dari Dana Pengembangan Industri dan Otoritas Kota Industri dan Zona Teknologi, atau yang dikenal dengan MODON, memperkuat fondasi industri nasional.
Program Nasional Pengembangan Industri dan Logistik (NIDLP) yang diluncurkan pada 2019 menjadi motor penggerak transformasi industri dan logistik. Serta mengintegrasikan sektor pertambangan, energi, dan manufaktur dengan teknologi modern. Inovasi seperti kapal cepat produksi lokal dan stasiun energi terbarukan menjadi bukti nyata kemajuan ini.
“Made in Saudi”
Program “Made in Saudi” yang resmi diluncurkan pada Maret 2023 oleh Otoritas Pengembangan Ekspor Saudi menjadi tonggak penting dalam mendukung transformasi sektor industri sesuai dengan target ambisius Saudi Vision 2030. Program ini fokus mempromosikan produk-produk lokal agar mampu bersaing. Tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di tingkat regional dan global. Salah satu tujuan utama program ini adalah meningkatkan kontribusi ekspor non-minyak Saudi dari 16 persen saat ini menjadi 50 persen dari total PDB non-minyak pada tahun 2030. Ini merupakan sebuah lonjakan signifikan yang akan memperkuat diversifikasi ekonomi Arab Saudi.

Keberhasilan “Made in Saudi” didukung oleh kolaborasi erat dengan berbagai institusi nasional. Termasuk Pusat Kemitraan Strategis Internasional Saudi yang berperan menyatukan upaya diplomasi ekonomi dan membuka akses ke pasar global. Melalui kerja sama ini, program tidak hanya memperluas jaringan pasar, tetapi juga aktif menggelar seminar, konferensi, dan lokakarya. Hal ini guna meningkatkan kapasitas dan daya saing industri lokal.
Secara strategis, program ini berhasil meningkatkan peran sektor swasta dalam industri nasional dari 40 persen menjadi 65 persen. Dan sekaligus mendorong investasi asing langsung naik dari 3,8 persen menjadi rata-rata global sebesar 5,7 persen dari PDB. Dampak positif lainnya adalah penciptaan lebih dari 1,3 juta lapangan kerja baru di sektor industri dan pertambangan. Dan ini menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Lebih jauh, “Made in Saudi” juga menargetkan penetrasi pasar internasional dengan produk-produk berkualitas tinggi yang kini sudah tersebar di lebih dari 178 negara di seluruh dunia. Hal ini menegaskan posisi Arab Saudi sebagai pemain industri global yang semakin diperhitungkan dan membuka peluang ekspansi pasar yang luas bagi produk lokal.
Tumbuhnya Industri Lokal di Arab Saudi
Sektor industri di Arab Saudi membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi tantangan besar, termasuk dampak pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Meski situasi global penuh ketidakpastian, industri nasional tetap tumbuh dengan pesat. Pada tahun tersebut, sebanyak 903 pabrik baru memperoleh lisensi dengan investasi yang melampaui SAR23 miliar, sekaligus menciptakan 39.000 lapangan kerja baru. Lebih dari 515 pabrik mulai beroperasi, menandakan ekspansi signifikan dalam kapasitas produksi.
Keberagaman produk yang dihasilkan pabrik-pabrik Arab Saudi kini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menembus pasar internasional. Data menunjukkan pertumbuhan jumlah pabrik secara konsisten: dari 9.681 pabrik pada akhir 2020, meningkat menjadi 10.293 pabrik pada akhir 2021 dengan modal mencapai SAR1,33 triliun. Tren positif ini berlanjut hingga kuartal pertama 2023, saat jumlah pabrik mencapai 10.819 dengan total investasi yang melampaui SAR1,43 triliun.

Pemerintah melalui Kementerian Industri dan Sumber Daya Mineral aktif memperkuat sektor ini dengan berbagai dukungan, terutama melalui Dana Pengembangan Industri Saudi yang memberikan paket pembiayaan bagi para investor industri. Pada 2020, dana ini menyetujui sekitar 212 pinjaman senilai total SAR17 miliar, rekor tertinggi sejak dana tersebut berdiri. Selain itu, kementerian juga mempercepat proses administratif dan mempersiapkan infrastruktur vital melalui MODON, otoritas yang bertanggung jawab mengelola kota-kota industri dan zona teknologi di seluruh Arab Saudi.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam membangun ekosistem industri yang kuat, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi non-minyak yang menjadi fokus utama dalam visi ekonomi jangka panjang Kerajaan Arab Saudi.
Referensi:
- Saudipedia. (2025). Industry in Saudi Arabia. Diambil dari https://saudipedia.com/en/article/2162/economy-and-business/industry/industry-in-saudi-arabia.