Kafe Coaster adalah sebuah coaster sederhana berwarna putih yang selalu terparkir di kawasan transit paviliun Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA). Ini merupakan ruang rehat dan tempat mengisi perut bagi PPIH Daker Bandara madinah.
Pesan Singkat yang Dinanti
Rutinitas harian PPIH di tengah kepenatan tugas pelayanan, sering kali terhibur dengan sebuah notifikasi yang dinanti-nanti di grup WhatsApp: “Assalamualaikum Wr. Wb. Yth. Bapak/Ibu Petugas Bandara, makan siang, kopi pahit, teh manis, dan air dingin sudah siap di Pavillion 5. Terima kasih…”
Pesan whatsapp singkat itu bagaikan seruan istirahat. Para petugas yang sedang menunggu jadwal pemberangkatan jemaah, segera beranjak menuju dua mobil yang terparkir berdekatan. Satu minivan, yang bagasi belakangnya terbuka laksana dapur darurat, berisi kotak-kotak makanan, buah-buahan, dan aneka minuman. Tepat di depannya, sang “Kafe Coaster” menunggu dengan pintu terbuka dan pendingin udara yang menyala.
Menanamkan Kebersamaan dan Solidaritas
Di Kafe Coaster ini, semangat kebersamaan terasa nyata. Kotak-kotak makanan itu dibawa masuk ke dalam coaster yang berkapasitas sekitar 20 orang. Di dalam ruang yang terbatas itulah, mereka duduk berhimpitan, berbagi lelah dan cerita.
Penggerak Kafe Coaster ini adalah Misbah, Heri, Munakip, dan Narullah. Mereka bukan sekadar sopir atau penyedia logistik, tapi mereka adalah jantung dari denyut pelayanan ini. Saat para petugas lain jeda dan rehat menyantap makan, Misbah dengan sigap mengambil alih tugas melayani jemaah.

Sementara Munakip, berkeliling menawarkan minuman. “Kopinya, Pak? Teh manis, Bu?” Ia menuangkan air panas dari termos ke dalam cangkir-cangkir kertas, menyuguhkan kehangatan di tengah kesibukan.
Andil Besar Dalam Keberlangsungan Operasional Layanan di Bandara
Keberadaan Kafe Coaster di Bandara Madinah ini mempunyai peran penting dalam keberlangsungan operasional layanan. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan bandara bahwa para petugas dilarang untuk makan dan minum di area layanan. Karenanya, untuk makan, para petugas harus menuju Kafe Coaster yang berada di area parkir.
Para petugas haji harus bergantian menyambangi “Kafe Coaster”. Jika rombongan jemaah tiba-tiba datang, dengan sigap mereka membagi diri.
Keberadaan Kafe Coaster ini bukan tanpa tantangan. Ia harus siap dihalau oleh petugas keamanan bandara jika parkir terlalu lama. Risiko tilang selalu mengintai. Namun Heri, sang pengemudi, dengan sabar akan memutar sejenak lalu kembali lagi, memastikan semua rekannya selesai makan.
Monumen Pengabdian yang Akan Selalu Terkenang di Hati PPIH Bandara
Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, melihat “Kafe Coaster” lebih dari sekadar tempat makan. “Mobil ini multifungsi. Selain mengantar dan menjemput petugas, ia menjadi kafe dan ruang makan darurat yang sangat efektif menjaga orkestrasi kinerja tim,” ujar Basir di Madinah, Kamis (3/7/2025)
Masa tugas PPIH segera usai. Dan semua akan kembali ke Tanah Air. Mungkin yang paling membekas bukanlah gedung-gedung yang megah.
“Kafe Coaster ini akan menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan oleh segenap petugas bandara,” pungkas Basir.
Lebih dari sekadar kendaraan, “Kafe Coaster” telah menjadi monumen kecil dari sebuah pengabdian, sebuah kenangan manis yang akan selalu terpatri di hati PPIH Bandara.

Baca juga: Arab Saudi Selesaikan Kepulangan Jemaah Haji Iran
Sumber: Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025, 3 Juli). Kafe Coaster: Oase di Tengah Lelah Para Petugas Haji. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Diakses dari https://haji.kemenag.go.id/v5/detail/kafe-coaster-oase-di-tengah-lelah-para-petugas-haji