Bus Sholawat adalah moda transportasi resmi yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bagi jamaah haji Indonesia yang menetap di hotel-hotel kawasan Makkah yang berjarak cukup jauh dari Masjidil Haram.
Moda transportasi ini berfungsi sebagai shuttle bus yang mengantar dan menjemput jamaah dari akomodasi ke terminal terdekat Masjidil Haram secara gratis, aman, dan terorganisir.
Asal Mula Nama Bus Sholawat
Pemberian nama tersebut sesuai dengan fungsinya, yakni mengantarkan jamaah untuk shalat. Bentuk jamak dari shalat adalah shalawat. Itulah mengapa bus tersebut diberi nama bus shalawat karena fungsinya yang mengantar jamaah untuk shalat di Masjidil Haram.
Adapula yang mengatakan, bahwa bus tersebut dinamakan bus sholawat karena sepanjang perjalannanya mengantar dan menjemput jamaah, diputar sholawat-sholawat di bus.
Sejarah Bus Sholawat
Awal kemuncuan layanan bus shalawat pada tahun 2008. Saat itu, Pemerintah Saudi melakukan pembongkaran hotel-hotel di sekitar Masjidil Haram, utamanya di daerah Syib Amir. Akibatnya, ketersediaan hotel di sekitar Haram menjadi sangat terbatas. Misi haji Indonesia akhirnya mencari rumah dengan jarak cukup jauh dari Masjidil Haram.
Menteri Agama saat itu, almarhum Maftuh Basyuni memerintahkan untuk menyediakan bus untuk mengantarkan jamaah ke Masjidil Haram pulang dan pergi. Langkah pertama adalah pemerintah menyewa 600 bus dengan konsekuensi yang terbilang apa adanya, tidak punya sistem, dan tidak punya petugas.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, akhirnya pada tahun 2009 pemerintah Indonesia mulai menjajaki kerjasama dengan Muasassah (Penyelenggara haji di Arab Saudi) untuk layanan angkutan jamaah haji. Kemudian, untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu, Kementerian Agama Tahun 2010 mulai melibatkan Kementerian Perhubungan.
Sebagai instansi yang bertanggungjawab pada sektor transportasi publik, Kemenhub dapat membagi ilmunya untuk membuat suatu sistem pengendalian transportasi dalam dan luar kota yang akan diterapkan di Arab Saudi. Dari kerjasama itu dirintislah suatu sistem untuk membuat rute sederhana sampai dengan tahun 2012. Hingga saat ini, pengendalian dan pengawasannya sudah jauh lebih baik dan tersistem.
Bus Sholawat Layananmu Kini
Pada musim haji 2025 sekarang ini, PPIH menyediakan bus sholawat untuk 27 rute. Bus shalawat akan mengantar jemaah dari hotel masing-masing menuju tiga terminal terdekat Masjidil Haram, yaitu: Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah.
Syib Amir menjadi terminal bus shalawat bagi jemaah haji yang hotel tempat tinggalnya berlokasi di wilayah Syisyah dan Raudlah. Dari terminal ini, jemaah akan menuju Masjidil Haram melalui pintu Marwah (tempat jemaah selesai melakukan Sai).

Jiad atau Ajyad menjadi terminal bus shalawat bagi jemaah haji Indonesia yang tinggal di kawasan Misfalah. Terminal ini terletak di sisi belakang kanan Zam-Zam Tower. Jemaah bisa menjadikan WC 3 sebagai patokan titik temu untuk menuju Misfalah.
Jabal Ka’bah menjadi terminal bus shalawat bagi jemaah haji Indonesia yang tinggal di daerah Jarwal. Jemaah bisa menjadikan WC 8 atau WC 9 sebagai patokan untuk menuju terminal Jabal Ka’bah.
Rute Bus Sholawat 1: Terminal Syib Amir
a. Bis 1: Hotel nomor 301, 302, 303, 304, 305, 306, 307, 309, 310, 311, 409, 410, 411, 412, dan 413.
b. Bis 2: Hotel nomor 308, 407, dan 408.
c. Bis 3: Hotel nomor 414, 415, 416, 417, dan 418.
d. Bis 4: Hotel nomor 212, 213, 214, 215, 216, 217, 218, 219, 220, 221, dan 222
e. Bis 5: Hotel nomor 201, 202, 203, 204, 205, 206, 207, 208, 209, 210, 211, dan 126
f. Bis 6: Hotel nomor 101, 102, 103, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113, 114, 115, 116, 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, dan 125
g. Bis 7: Hotel nomor 127. 128, 129
h. Bis 8: Hotel nomor 130
i. Bis 9: Hotel nomor 315, 316, 317, 318, 320, 321, 322, 323, 324, 325, 404, 404, dan 406
j. Bis 10: Hotel nomor 312 dan 313
k. Bis 11: Hotel nomor 419, 420, 421, 422, 423, 424, 425, 426, 510, 511, 512, 513, dan 514
l. Bis 12: Hotel nomor 401, 402, dan 403
m. Bis 13: Hotel nomor 501, 502, 503, 504, 505, 506, dan 507
n. Bis 14: Hotel nomor 515 dan 516
Rute Bus Sholawat 2: Terminal Jabal Ka’bah
a. Bis 15: Hotel nomor 601, 602, 603, dan 604
b. Bis 16: Hotel nomor 605, 606, 607, 608, 609, 610, dan 611
c. Bis 17: Hotel nomor 612 dan 613
d. Bis 18: Hotel nomor 614
e. Bis 19: Hotel nomor 701, 702, 703, 704, 705, dan 706
f. Bis 20: Hotel nomor 708, 709, dan 710
g. Bis 21: Hotel nomor 711, 712, 713, 714, 715, 716, 717, 718, dan 707
Rute Bus Sholawat 3: Terminal Jiad atau Ajyad
a. Bis 22: Hotel nomor 801, 802, 803, 804, 805, dan 806
b. Bis 23: Hotel nomor 807, 808, 809, 810, 811, 812, 813, 814, dan 815
c. Bis 24: Hotel nomor 816, 817, 818, 901, 902, 903, 904, 905, 906, 907, 908, 909, 910, dan 911
d. Bis 25: Hotel nomor 912, 913, 914, 1001, 1002, 1003, 1004, dan 1005
e. Bis 26: Hotel nomor 1006, 1007, 1008, 1009, 1010, 1011, 1012, 1013, dan 1014
f. Bis 27: Hotel nomor 1015, 1016, 1017, 1018, 1019, 1020, 1021, dan 1022
Baca juga: Jeddah Islamic Port Menyambut Kelompok Pertama Jamaah Haji Yang Tiba Melalui Jalur Laut
Sumber:
- Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025, Mei 12). PPIH siapkan 27 rute bus shalawat untuk antar jemaah haji ke Masjidil Haram, ini daftarnya!. https://kemenag.go.id/internasional/ppih-siapkan-27-rute-bus-shalawat-untuk-antar-jemaah-haji-ke-masjidil-haram-ini-daftarnya-gx7c
- Purwadi, D. (2016, Agustus 18). Asal nama bus shalawat. Republika. https://www.republika.co.id/berita/oc3l082/asal-nama-bus-shalawat
- Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH). (2024, September 20). Sejarah Bus Shalawat, Moda Transportasi yang Selalu Setia Layani Jemaah Haji di Suci. https://himpuh.or.id/blog/detail/1801/sejarah-bus-shalawat-moda-transportasi-yang-selalu-setia-layani-jemaah-haji-di-suci