Shayaʿ Bin Shaddad Al-Suhali merupakan salah satu tokoh pelopor yang berperan penting dalam sejarah berdirinya Kerajaan Arab Saudi. Beliau termasuk dalam kelompok elit yang terdiri dari enam puluh tiga orang yang setia mendampingi Raja Abdulaziz Bin Abdulrahman Al Saud. Dalam perjuangan tersebut, ia mengikuti perjalanan bersejarah dari Kuwait untuk merebut kembali kota Riyadh pada tahun 1902.
Atas jasa dan dedikasinya yang luar biasa, Shayaʿ dianugerahi Medali Pelopor sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Penghargaan tersebut diberikan pada tahun 1999 atas instruksi langsung dari Raja Fahd Bin Abdulaziz Al Saud. Medali khusus ini diserahkan kepada pihak keluarga tepat pada momen peringatan seratus tahun berdirinya Kerajaan Arab Saudi.
Melintasi Gurun Ekstrem: Dedikasi ShayaʿAl-Suhali dalam Misi Bersejarah Kuwait ke Riyadh
Shayaʿ Bin Shaddad Al-Suhali merupakan putra asli dari suku Al-Suhool yang menetap di wilayah Mishash Al-Suhool, dekat kota Hafr Al-‘Atiq. Sebagai pengikut setia, ia bergabung dalam rombongan Raja Abdulaziz dalam misi bersejarah dari Kuwait menuju Riyadh. Kampanye militer yang menantang ini berlangsung selama empat bulan, melintasi kawasan pinggiran Al-Ahsa hingga gurun Al-Jafurah yang ekstrem.
Di tengah perjalanan tersebut, kekuatan pasukan Raja Abdulaziz semakin bertambah dengan bergabungnya beberapa anggota suku lainnya. Perjuangan panjang ini mencapai puncaknya ketika Shayaʿ menjadi bagian dari total enam puluh tiga orang yang berhasil memasuki Riyadh bersama sang Raja.
Dalam strategi perebutan Riyadh, Raja Abdulaziz membagi pasukannya menjadi tiga kelompok tempur yang berbeda. Shayaʿ Bin Shaddad Al-Suhali ditempatkan di wilayah Al-Shuqayb sebagai bagian dari unit cadangan strategis tersebut. Tugas utama kelompok ini adalah menjaga unta dan seluruh persediaan logistik agar tetap aman selama pertempuran berlangsung.
Selain itu, Shayaʿ dan rekan-rekannya bertanggung jawab penuh untuk melindungi garis pertahanan belakang pasukan utama. Setelah serangan ke Istana Al-Masmak berhasil dilancarkan, barulah Raja Abdulaziz memanggil mereka untuk segera bergabung dalam penyerbuan akhir.
Kesetiaan Hingga Akhir: Jejak Pengabdian ShayaʿAl-Suhali dalam Penyatuan Arab Saudi
Shayaʿ Bin Shaddad Al-Suhali menunjukkan kesetiaan tanpa batas dengan terus berpartisipasi dalam berbagai kampanye penyatuan Arab Saudi hingga akhir hayatnya. Beliau wafat pada tahun 1918 akibat penyakit yang dideritanya saat tengah berjuang dalam Pertempuran Turubah yang bersejarah.
Baca juga: Pendaftaran Tenaga Pendukung PPIH 2026 Dibuka: Peluang Berkhidmat bagi WNI di Arab Saudi
Sumber: Saudipedia. (n.d.). Shaya’ Bin Shaddad Al-Suhali. Retrieved January 10, 2026, from https://saudipedia.com/en/article/4861/figures/historical-figures/shaya-bin-shaddad-al-suh