Riyadh: Arab Saudi menandatangani 31 kesepakatan di Global Labor Market Conference guna memperluas pelatihan, pengembangan kepemimpinan, dan peluang kerja bagi lulusan serta individu dengan disabilitas melalui pendidikan dan keterampilan khusus.
Konferensi yang berlangsung di Riyadh pada 29-30 Januari ini menghasilkan berbagai kesepakatan dan nota kesepahaman yang mencakup inisiatif pembangunan, proyek pendidikan, dan pertukaran pengetahuan untuk memberdayakan berbagai lapisan masyarakat, sebagaimana dilaporkan oleh Saudi Press Agency.
Langkah ini sejalan dengan tujuan Vision 2030 Arab Saudi yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional, mendukung inovasi, dan menciptakan nilai tambah. Selain itu, langkah ini juga mendukung revisi target tingkat pengangguran Arab Saudi menjadi 5 persen pada tahun 2030, lebih rendah dari target sebelumnya yang sebesar 7 persen.
Kesepakatan Akademi Logistik Saudi
Akademi Logistik Saudi menandatangani empat kesepakatan untuk memperkuat posisi Kerajaan sebagai pusat logistik global. Kesepakatan pertama adalah nota kesepahaman dengan International Federation of Freight Forwarders Associations yang bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dalam pengembangan keterampilan dan pelatihan vokasi di bidang jasa angkutan dan logistik. Kedua pihak sepakat untuk saling bertukar informasi dan keahlian guna mendukung transformasi logistik nasional.
Kesepakatan kedua ditandatangani dengan Asosiasi ACEX Spanyol untuk membangun kerangka kerja kolaboratif dalam meningkatkan sumber daya manusia di bidang pemeliharaan dan operasi jalan. Kemitraan ini berfokus pada penyediaan program pelatihan khusus dan pertukaran praktik terbaik guna mencapai tujuan bersama.
Perjanjian ketiga dengan Saudi MEDLOG Limited bertujuan untuk melatih dan mensertifikasi 18 individu untuk posisi entry-level di perusahaan tersebut, guna meningkatkan keterampilan tenaga kerja nasional agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Akademi ini juga bekerja sama dengan Mediterranean Shipping Co. untuk melatih dan mensertifikasi enam kandidat dalam program diploma entry-level di perusahaan tersebut.
Kolaborasi dengan Bank Dunia
GLMC menandatangani kesepakatan kemitraan baru selama tiga tahun dengan Bank Dunia untuk membentuk sistem ketenagakerjaan dan merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja masa depan serta mengatasi tantangan yang berkembang.
Kolaborasi ini memperkuat upaya bersama dalam melatih pembuat kebijakan di tingkat global dan melakukan penelitian guna memberikan wawasan inovatif yang membantu pemerintah dan organisasi dalam beradaptasi dengan perubahan cepat di pasar tenaga kerja.
Sebagai bagian dari kemitraan ini, GLMC Labor Market Academy didirikan bekerja sama dengan Takamol Holding. Akademi ini menawarkan program pengembangan selama tiga tahun yang mencakup semua aspek pasar tenaga kerja untuk melatih para ahli internasional yang bertanggung jawab atas perumusan kebijakan masa depan dan menciptakan platform inovatif bagi pembelajaran lintas negara, khususnya bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Selain itu, kemitraan ini mencakup pembentukan laboratorium kebijakan yang berfungsi sebagai platform diskusi mendalam mengenai kebijakan, alat, dan program spesifik yang mendorong hasil pasar tenaga kerja serta keterampilan tenaga kerja.
Pada edisi kedua GLMC ini, dua laboratorium kebijakan diperkenalkan untuk menangani tantangan ketenagakerjaan pemuda, dengan fokus pada program pasar tenaga kerja aktif guna meningkatkan peluang kerja serta dewan keterampilan sektor untuk menjembatani kesenjangan antara keterampilan pekerja dan tanggung jawab pekerjaan.
Kolaborasi GLMC-Bank Dunia bertujuan untuk mempromosikan pasar tenaga kerja global yang inklusif dan beragam, memastikan bahwa semua negara, terutama ekonomi berkembang, dapat memperoleh manfaat dari penelitian kolaboratif dan pengembangan kebijakan yang maju.
Pengembangan Tenaga Kerja di Sektor Pariwisata
Di sela-sela GLMC, Kementerian Pariwisata Arab Saudi menandatangani beberapa nota kerja sama sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan kapabilitas tenaga kerja nasional di sektor pariwisata dan meningkatkan kualitas karyawan.
Salah satu kesepakatan dengan Marriott Hotel Group di Riyadh bertujuan untuk menciptakan peluang kerja bagi sejumlah pekerja Saudi, serta melatih dan mengembangkan tenaga kerja guna meningkatkan kinerja profesional dan efisiensi operasional di sektor pariwisata.
Nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dan perusahaan manajemen hotel Adeera bertujuan untuk melatih dan mensertifikasi warga Saudi yang bekerja di sektor ini, serta mempersiapkan pencari kerja untuk mengisi posisi yang tersedia di industri.
Kesepakatan lain antara Kementerian Pariwisata dan Takamul Business Services Co. bertujuan untuk lebih meningkatkan kapabilitas pekerja, bertukar pengalaman, mencapai standar kualitas dan keselamatan kerja, serta meningkatkan layanan di sektor ini.
Arab Saudi sebagai Pemimpin Global dalam Pengembangan Tenaga Kerja
Menurut analisis yang dirilis oleh GLMC pada bulan Desember, Arab Saudi semakin muncul sebagai pemimpin global dalam menangani tantangan pasar tenaga kerja, pengembangan keterampilan, dan rekuisisi ulang tenaga kerja.
Laporan perdana yang diterbitkan oleh konferensi yang diselenggarakan oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi ini menyoroti berbagai inisiatif pemerintah untuk menjembatani kesenjangan antara kualifikasi akademik dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Upaya ini mencakup peningkatan program pendidikan dan pelatihan serta mempersiapkan pencari kerja muda untuk menghadapi lanskap ketenagakerjaan global yang terus berkembang.
Peluang bagi Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Pasca Global Labor Market Conference
GLMC membuka potensi besar bagi pekerja migran Indonesia yang ingin bekerja di Arab Saudi, terutama di sektor logistik, pariwisata, dan berbagai bidang lain yang membutuhkan tenaga kerja terampil. Kesepakatan ini mencakup berbagai program pelatihan dan sertifikasi, baik melalui kerja sama dengan institusi internasional maupun perusahaan lokal, guna meningkatkan kualitas tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
Arab Saudi terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam pengembangan tenaga kerja dengan berbagai inisiatif untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri. Dengan semakin terbukanya sektor logistik dan pariwisata bagi tenaga kerja asing, pekerja migran Indonesia memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan karier mereka di Arab Saudi. Oleh karena itu, bagi yang tertarik bekerja di Arab Saudi, sangat disarankan untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang diakui oleh pemerintah Arab Saudi, meningkatkan keterampilan di bidang logistik, perhotelan, dan layanan pelanggan, serta memantau perkembangan kebijakan ketenagakerjaan agar dapat memanfaatkan peluang yang tersedia. Dengan strategi yang tepat, pekerja migran Indonesia dapat berkontribusi pada pasar tenaga kerja Arab Saudi sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Sumber : Reem walid (2025), Global labor market conference sees 31 deals to provide training, job opportunities in saudi arabia, diambil dari https://www.arabnews.com/node/2588401/business-economy