Hajar Aswad terletak di sudut tenggara Ka’bah yang mulia. Batu ini menjadi penanda sarat makna sebagai titik awal dan akhir pelaksanaan tawaf. Keberadaannya senantiasa menarik hati dan pandangan jutaan umat Muslim yang menunaikan ritual suci.
Hajar Aswad berada pada ketinggian sekitar satu setengah meter dari permukaan area tawaf (mataf). Tampak luar batu ini berwarna hitam dengan semburat kemerahan. Posisi batu tersebut dikelilingi oleh bingkai yang terbuat dari perak murni. Jika diamati lebih dekat, bagian dalamnya terdiri dari kepingan-kepingan kecil yang menyatu berkat zat pengikat.
Adab dan Panduan Interaksi dengan Hajar Aswad Saat Tawaf
Umat Muslim berupaya untuk mencium atau menyentuh Hajar Aswad saat melaksanakan tawaf. Hal tersebut dilakukan selama memungkinkan dan tidak menimbulkan kesulitan atau berdesak-desakan.
Apabila kondisi tidak memungkinkan, jemaah cukup mengarahkan tangan ke arah Hajar Aswad seraya melafalkan takbir. Seluruh tata cara ini dilakukan sebagai bentuk pengamalan terhadap Sunnah Nabi.
Perawatan Hajar Aswad Berbasis Teknologi Modern dan Tenaga Ahli
Kerajaan Arab Saudi memberikan perhatian khusus terhadap Ka’bah dan berbagai penanda di dalamnya. Perhatian tersebut didasari oleh komitmen kuat untuk melayani Dua Masjid Suci.
Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi secara berkala merawat Hajar Aswad. Perawatan ini mencakup proses pemeliharaan, pembersihan, hingga pemberian wewangian.
Seluruh proses pelaksanaan melibatkan tenaga ahli khusus serta penerapan teknologi modern. Salah satu teknologinya adalah penggunaan pencitraan beresolusi tinggi untuk mendokumentasikan karakteristiknya secara presisi.
Sumber: Saudi Press Agency. (October 29, 2026). The Black Stone: Sacred Landmark at the Heart of the Holy Kaaba https://www.spa.gov.sa/en/N2713353