Raja Abdulaziz lahir pada tanggal 4 Januari 1877 di Kota Riyadh. Kota tersebut merupakan ibu kota dari Negara Saudi Kedua. Beliau dibesarkan dengan penuh kasih sayang dalam asuhan ayah dan ibunya. Ayahnya adalah Imam Abdulrahman bin Faisal dan ibunya bernama Putri Sarah al-Sudairi.
Sejak usia dini, beliau sudah menunjukkan ketertarikan yang besar pada ilmu pengetahuan. Beliau telah belajar membaca, menulis, dan melantunkan Al-Qur’an sebelum menginjak usia tujuh tahun. Memasuki usia sepuluh tahun, beliau mulai memperdalam ilmu-ilmu Islam dan bahasa Arab. Selain pendidikan akademis, beliau juga aktif belajar menunggang kuda dan mengasah keterampilan berkuda.
Pada masa-masa awal kehidupannya, Raja Abdulaziz sempat mengalami periode pergolakan internal terkait pemerintahan. Di bawah kepemimpinan ayahnya, beliau bahkan sudah turut serta dalam berbagai delegasi sebelum genap berusia lima belas tahun.
Masa Pengembaraan Raja Abdulaziz Pasca-Keruntuhan Negara Saudi Kedua
Negara Saudi Kedua mengalami keruntuhan pada tahun 1891. Setelah peristiwa tersebut, Raja Abdulaziz terpaksa meninggalkan Riyadh pada usia enam belas tahun.
Beliau mengembara bersama ayah dan keluarganya melintasi wilayah gurun di antara Qatar, Bahrain, dan al-Ahsa. Perjalanan tersebut melewati kawasan yang dihuni oleh suku ‘Al Murrah’ dan ‘al-Ajman’. Selama masa pengembaraan ini, Imam Abdulrahman sangat mengandalkan putranya untuk mengurus korespondensi politik.
Tak lama setelah meninggalkan Riyadh, Abdulaziz diutus oleh ayahnya untuk menemui Syekh Isa bin Ali Al Khalifa. Syekh Isa bin Ali Al Khalifa merupakan penguasa Bahrain pada masa tersebut. Utusan ini bertujuan memohon izin agar para wanita dari keluarga mereka dapat tinggal di Bahrain. Permohonan ini diajukan demi keselamatan keluarga mengingat kondisi keamanan gurun yang tidak stabil, dan Syekh Isa pun menyetujuinya.
Pengembaraan Gurun Sebagai Tempaan Pengalaman Strategis Raja Abdulaziz
Imam Abdulrahman memutuskan untuk pindah ke Qatar dan menetap di sana selama sekitar empat bulan. Pada awal tahun 1893, beliau beserta seluruh keluarganya akhirnya melanjutkan perpindahan menuju Kuwait. Rangkaian pergerakan melintasi gurun ini dilakukan untuk mencari lokasi yang relatif dekat dengan Riyadh.
Strategi tersebut diterapkan agar beliau dapat terus memantau situasi dan perkembangan di Riyadh secara rinci. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk persiapan matang untuk membuka peluang kembali ke kota tersebut.
Selama masa pengembaraan itu, Raja Abdulaziz terus memperkaya pengalamannya melintasi kawasan gurun. Pengalaman berharga ini beliau dapatkan dari perpindahan yang terus-menerus serta berbagai peristiwa di sepanjang perjalanan.
Berkat proses tersebut, beliau menjadi sangat paham mengenai karakter dan sifat suku-suku gurun. Beliau juga menguasai kondisi geografis wilayah, seperti rute dan sumber daya, hingga situasi administratif provinsi sekitarnya.
Baca juga: Soroti Teknologi Bedah Mata Terkini, Konferensi Tahunan KKESH2026 Kumpulkan Pakar Global
Sumber: Saudipedia. (2020). Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud. https://saudipedia.com/en/abdulaziz-bin-abdulrahman-al-saud