Kompleks Percetakan Al-Quran Raja Fahd yang Mulia di Madinah terus mengukuhkan posisinya sebagai lembaga terkemuka di dunia dalam menjaga, mencetak, dan menyebarkan kesucian Al-Quran sejak pertama kali digagas. Berawal dari peletakan batu pertama hingga peresmiannya oleh Raja Fahd Bin Abdulaziz Al Saud pada era 1980-an, kompleks seluas 250.000 m² ini tidak hanya berfokus pada produksi fisik dan penerjemahan ke berbagai bahasa, tetapi juga terus bertransformasi meraih berbagai penghargaan internasional. Kini, melalui serangkaian renovasi infrastruktur besar-besaran dan adaptasi teknologi mutakhir, lembaga yang diawasi langsung oleh Kementerian Urusan Islam Arab Saudi ini sukses melangkah ke era digital guna memperluas syiar Islam dan ilmu-ilmu Al-Quran ke seluruh penjuru dunia.
1982
Batu fondasi Kompleks Percetakan Al-Quran Raja Fahd yang Mulia diletakkan sebagai langkah awal untuk mendirikan lembaga khusus cetak Al-Quran. Selain mencetak, lembaga ini juga bertugas menerjemahkan kitab suci tersebut ke dalam berbagai bahasa di dunia.
Entitas ini pun memegang tanggung jawab penuh atas pengembangan berbagai cabang ilmu yang berkaitan dengan Al-Quran. Untuk mendukung visi besar tersebut, kompleks ini merekrut lebih dari seribu karyawan khusus yang terdiri dari teknisi, cendekiawan, profesor, hingga administrator.
1984
Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Fahd Bin Abdulaziz Al Saud, meresmikan Kompleks Percetakan Al-Quran Mulia Raja Fahd. Lembaga percetakan Al-Quran terkemuka ini dibangun di wilayah al-Madinah al-Munawwarah. Secara keseluruhan, kompleks megah tersebut berdiri di atas area seluas 250.000 m².
Bangunannya sendiri terbagi menjadi unit administrasi, percetakan, gudang, pemeliharaan, transportasi, pemasaran, perpustakaan, hingga klinik medis. Adapun seluruh proses pembangunan dan operasional kompleks ini diawasi langsung oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan.
1995-2007
Kompleks Percetakan Al-Quran Mulia Raja Fahd berhasil menorehkan prestasi melalui berbagai penghargaan. Pada tahun 1995, kompleks ini secara resmi menerima Penghargaan Madinah. Penghargaan pertama tersebut diberikan khusus atas keunggulan mereka di bidang desain perkotaan.
Selang beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2007, mereka sukses meraih penghargaan kedua berupa Penghargaan Internasional Penerjemahan Raja Abdullah Bin Abdulaziz, Penjaga Dua Masjid Suci.
2019
Kompleks Raja Fahd terus berbenah dengan menambahkan gudang-gudang besar di dalam areanya. Fasilitas penyimpanan baru ini dirancang agar dapat menampung jutaan eksemplar Al-Quran yang diterbitkan oleh pusat tersebut. Aspek keamanan juga ditingkatkan melalui pengenalan sistem pemantauan terpadu yang dilengkapi audio dan video. Tidak hanya itu, alat deteksi kebakaran mutakhir juga dipasang untuk mencegah potensi bahaya.
Di sisi lain, seluruh infrastruktur kompleks diganti secara total demi meremajakan fasilitas yang ada. Stasiun pemurnian air yang baru pun didirikan untuk mendukung kebutuhan operasional harian. Proses renovasi di berbagai area ini juga mencakup penyediaan asuransi khusus untuk edisi publikasi kompleks yang rusak. Terakhir, mesin-mesin cetak dikembangkan dan sebagian diganti dengan perangkat yang lebih modern guna meningkatkan efisiensi produksi, diiringi perbaikan komprehensif pada bengkel serta departemen transportasi.
2021
Kompleks Percetakan Al-Quran Raja Fahd terus menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kemajuan teknologi. Sebagai wujud nyata, kompleks tersebut menciptakan versi digital Al-Quran yang memuat berbagai macam jenis bacaan. Selain itu, mereka juga mengembangkan platform digital khusus yang berfokus pada Al-Quran beserta seluruh cabang ilmu di dalamnya.
Baca juga: Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd Dikunjungi 1,3 Juta Orang Sepanjang 2025–2026
Sumber: Saudipedia. (2026). The timeline of the development stages of King Fahd Glorious Quran Printing Complex. Diakses pada 4 Juli 2026, dari https://saudipedia.com/en/the-timeline-of-the-development-stages-of-king-fahd-glorious-quran-printing-complex