Di bawah naungan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, sebuah acara besar akan segera digelar. Universitas Umm Al-Qura siap menyelenggarakan Forum Ilmiah ke-26 untuk Penelitian Haji, Umrah, dan Ziarah.
Acara penting ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 20 sampai 21 Rabi’ Al-Awwal 1448 H, atau bertepatan dengan tanggal 2 hingga 3 September 2026. Forum ini dirancang untuk mempertemukan berbagai elemen penting, mulai dari para peneliti hingga akademisi terkemuka.
Selain itu, para ahli dan spesialis yang bergerak di seluruh ekosistem Haji, Umrah, dan ziarah juga akan turut berpartisipasi. Pertemuan ilmiah berskala besar ini akan dilaksanakan di Aula Sejarah Raja Abdulaziz yang bertempat di kampus Al-Abidiyah universitas tersebut.
Pandangan Rektor Umm Al-Qura Terkait Dukungan Kerajaan untuk Inovasi Haji
Rektor Universitas, Prof. Moaddi bin Muhammad Aal Madh-hab, menyampaikan pandangannya terkait dukungan penuh dari pihak kerajaan. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut mencerminkan komitmen kuat kepemimpinan dalam memajukan dunia riset.
Melalui komitmen ini, pemerintah fokus untuk terus mendukung penelitian dan inovasi ilmiah secara berkelanjutan. Hasil-hasil riset tersebut nantinya akan dimanfaatkan secara maksimal untuk melayani para peziarah dengan lebih baik.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya nasional untuk terus mengembangkan ekosistem Haji, Umrah, dan ziarah. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa seluruh upaya ini selaras dengan tujuan besar Visi Saudi 2030. Program ini juga mendukung penuh tercapainya target dari the Pilgrim Experience Program.
Transformasi Layanan Haji: Sentuhan Inovasi untuk Dimensi Budaya dan Religi
Pada akhirnya, sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan berbagai solusi ilmiah yang aplikatif. Kehadiran teknologi inovatif juga menjadi fokus utama demi meningkatkan kenyamanan para jamaah di tanah suci.
Langkah nyata ini diambil untuk memperkaya pengalaman mereka dari dimensi keagamaan, budaya, hingga kemanusiaan. Selain diskusi ilmiah, forum internasional ini juga akan dimeriahkan dengan pameran pengetahuan. Pameran tersebut siap menampilkan berbagai inisiatif, layanan modern, serta hasil penelitian utama terkait ekosistem haji dan umrah.
Kompetisi Hajjathon Ke-4: Wadah Kolaborasi Melahirkan Ide Segar
Tidak ketinggalan, kompetisi inovasi Hajjathon edisi keempat juga akan resmi digelar di sela-sela rangkaian forum ini. Kompetisi bergengsi ini dirancang dengan melibatkan mahasiswa, peneliti, pemikir, hingga para pengusaha kreatif.
Melalui kolaborasi tersebut, Hajjathon bertujuan untuk melahirkan berbagai ide segar dan solusi inovatif. Program ini juga dihadirkan untuk memperkuat integrasi antara lembaga akademik, pusat penelitian, dan pihak eksekutif.
Inisiatif strategis ini fokus merangsang pengembangan solusi ilmiah yang memiliki dampak positif berskala besar. Hasil akhirnya diharapkan mampu mendukung tujuan pembangunan nasional sekaligus menjawab kebutuhan sektor haji, umrah, dan ziarah yang kini berkembang pesat.
Komitmen Kerajaan Hadirkan Layanan Haji Berstandar Internasional Tertinggi
Forum ini mencerminkan dukungan dan perhatian yang sangat kuat dari pihak kepemimpinan. Fokus utama dari perhatian tersebut ditujukan langsung kepada sektor Haji, Umrah, dan kunjungan ziarah.
Melalui forum ini, terlihat jelas komitmen besar Kerajaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi para peziarah. Seluruh peningkatan fasilitas dan pelayanan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan standar internasional tertinggi.
Baca juga: Saksi Bisu Kejayaan Arsitektur Najdi di Tengah Kerasnya Gurun Perbatasan Utara
Sumber: Saudi Press Agency. (June 22, 2026). Umm Al-Qura University to Host 26th Hajj, Umrah and Visit Research Forum in September. Diambil dari https://www.spa.gov.sa/en/N2618540