Adopsi AI bisnis Arab Saudi terus meningkat pada 2025. Berdasarkan laporan terbaru General Authority for Statistics atau GASTAT, tingkat penggunaan kecerdasan buatan oleh perusahaan di Arab Saudi mencapai 33,1 persen. Angka ini naik 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital di Arab Saudi semakin meluas. Teknologi AI tidak hanya digunakan oleh sektor teknologi, tetapi juga mulai masuk ke keuangan, pendidikan, transportasi, layanan profesional, dan berbagai sektor bisnis lain.
Perkembangan ini menandai perubahan penting dalam ekosistem bisnis Arab Saudi. Perusahaan tidak lagi hanya memanfaatkan internet untuk komunikasi dasar. Kini, mereka mulai menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat layanan, memperkuat keamanan, mendukung transaksi, dan membantu pengambilan keputusan.
Sektor Informasi dan Komunikasi Pimpin Penggunaan AI
Sektor informasi dan komunikasi menjadi pengguna AI tertinggi di Arab Saudi pada 2025. Menurut laporan GASTAT, tingkat adopsi AI di sektor ini mencapai 61,1 persen.
Angka tersebut cukup wajar karena sektor informasi dan komunikasi sangat bergantung pada teknologi digital. AI dapat digunakan untuk analisis data, otomatisasi layanan, keamanan siber, pengelolaan jaringan, pengembangan aplikasi, serta peningkatan pengalaman pengguna.
Sektor keuangan dan asuransi berada di posisi kedua dengan tingkat penggunaan AI sebesar 52,9 persen. Di sektor ini, AI banyak digunakan untuk analisis risiko, deteksi penipuan, layanan pelanggan, personalisasi produk keuangan, dan pemrosesan transaksi digital.
Sementara itu, sektor pendidikan mencatat tingkat adopsi AI sebesar 51 persen. Penggunaan AI dalam pendidikan dapat mencakup platform pembelajaran digital, sistem manajemen pembelajaran, analisis capaian siswa, dan pengembangan materi ajar berbasis teknologi.
Selain tiga sektor tersebut, transportasi dan penyimpanan juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Tingkat adopsi AI di sektor ini mencapai 44,4 persen. Adapun sektor kegiatan profesional mencatat angka 43,9 persen.
Data ini menunjukkan bahwa adopsi AI bisnis Arab Saudi semakin merata. Teknologi AI mulai digunakan oleh sektor yang membutuhkan kecepatan, efisiensi, pengolahan data, dan layanan berbasis digital.
Akses Internet Perusahaan Hampir Merata
Pertumbuhan adopsi AI bisnis Arab Saudi didukung oleh akses internet yang sangat tinggi. GASTAT mencatat bahwa 98,1 persen perusahaan di Arab Saudi telah memiliki akses internet.
Akses internet menjadi fondasi utama transformasi digital. Tanpa konektivitas yang memadai, perusahaan akan sulit menggunakan cloud computing, menjalankan transaksi elektronik, memanfaatkan layanan digital, atau mengintegrasikan sistem berbasis AI.
Selain itu, penggunaan layanan pemerintah digital juga sangat tinggi. Sebanyak 93,2 persen perusahaan menggunakan layanan e-government. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya berkembang di sektor swasta, tetapi juga ditopang oleh sistem pemerintahan yang semakin terhubung.
Penggunaan internet untuk layanan perbankan elektronik mencapai 79,1 persen. Artinya, sebagian besar perusahaan telah mengintegrasikan kegiatan keuangan mereka dengan layanan digital. Kondisi ini memperlihatkan bahwa bisnis di Arab Saudi semakin terbiasa dengan transaksi yang cepat, efisien, dan berbasis teknologi.
Media Sosial Jadi Kanal Bisnis Penting
Selain AI dan layanan digital, media sosial juga menjadi bagian penting dalam aktivitas bisnis di Arab Saudi. Data GASTAT menunjukkan bahwa 66,3 persen perusahaan menggunakan platform media sosial.
Dari jumlah tersebut, 52,3 persen perusahaan memakai media sosial untuk mengiklankan produk. Artinya, media sosial tidak lagi sekadar menjadi alat komunikasi. Platform digital kini menjadi kanal pemasaran utama bagi banyak perusahaan.
Perubahan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas e-commerce. Sebanyak 33,5 persen perusahaan menggunakan internet untuk menjual atau menampilkan barang dan jasa. Sektor keuangan dan asuransi menjadi sektor dengan porsi tertinggi dalam aktivitas ini, yaitu 48,5 persen.
Di antara perusahaan yang menerima pesanan secara online, 28 persen melakukan pengiriman penjualan secara digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa transaksi online semakin menjadi bagian dari model bisnis modern di Arab Saudi.
IoT Dipakai untuk Keamanan dan Layanan Pelanggan
Perusahaan di Arab Saudi juga mulai menggunakan Internet of Things atau IoT. Teknologi ini menghubungkan perangkat fisik dengan sistem digital agar dapat dipantau dan dikelola secara otomatis.
Menurut laporan GASTAT, 71,4 persen perusahaan menggunakan IoT untuk keamanan bangunan. Penggunaannya mencakup alarm pintar, deteksi kebakaran, kamera pengawas, dan kunci pintu pintar.
Selain keamanan, IoT juga digunakan untuk layanan pelanggan. Persentasenya mencapai 54,6 persen. Dengan teknologi ini, perusahaan dapat memberikan layanan yang lebih cepat, responsif, dan terukur.
Penggunaan IoT untuk manajemen konsumsi energi mencapai 40 persen. Sementara itu, penggunaan IoT untuk keperluan pemeliharaan tercatat sebesar 25,4 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa teknologi pintar tidak hanya digunakan untuk pemasaran. Perusahaan juga memakainya untuk meningkatkan operasional internal, keamanan, efisiensi energi, dan kualitas layanan.
Cloud Computing Makin Banyak Digunakan
Cloud computing juga semakin banyak digunakan oleh perusahaan di Arab Saudi. GASTAT mencatat bahwa 51,3 persen perusahaan telah menggunakan layanan komputasi awan.
Dari kelompok pengguna cloud tersebut, 56,4 persen menggunakan perangkat lunak kantor berbasis cloud. Angka ini naik 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, 55,3 persen menggunakan layanan email berbasis cloud. Angka ini meningkat 9,9 persen dari 2024. Sementara itu, 42,8 persen perusahaan menggunakan penyimpanan file berbasis cloud, naik 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa perusahaan membutuhkan sistem kerja yang lebih fleksibel, aman, dan mudah diakses dari berbagai lokasi. Cloud computing juga menjadi infrastruktur penting untuk penerapan AI.
Banyak aplikasi AI membutuhkan penyimpanan data, kapasitas komputasi, dan integrasi sistem yang efisien. Karena itu, meningkatnya penggunaan cloud dapat mempercepat adopsi AI bisnis Arab Saudi di berbagai sektor.
Transformasi Digital Arab Saudi Semakin Matang
Kenaikan adopsi AI bisnis Arab Saudi mencerminkan perubahan besar dalam dunia usaha negara tersebut. Perusahaan mulai melihat teknologi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, bukan sekadar alat pendukung.
AI, IoT, cloud computing, e-commerce, media sosial, dan layanan pemerintah digital membentuk ekosistem yang saling terhubung. Semakin tinggi penggunaan internet dan layanan digital, semakin besar peluang perusahaan untuk menerapkan teknologi yang lebih maju.
Bagi dunia usaha, AI dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat analisis data, menekan biaya operasional, dan memperbaiki kualitas layanan. Namun, penerapan AI juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, keamanan data, etika digital, dan regulasi yang jelas.
Karena itu, pertumbuhan adopsi AI perlu diikuti dengan peningkatan literasi digital di tingkat perusahaan. Karyawan, manajer, dan pengambil keputusan perlu memahami cara menggunakan AI secara aman, tepat, dan bertanggung jawab.
Kesimpulan
Adopsi AI bisnis Arab Saudi mencapai 33,1 persen pada 2025. Sektor informasi dan komunikasi menjadi pengguna tertinggi, disusul sektor keuangan dan asuransi, pendidikan, transportasi, serta kegiatan profesional.
Data GASTAT juga menunjukkan bahwa transformasi digital perusahaan di Arab Saudi semakin kuat. Hal ini terlihat dari tingginya akses internet, penggunaan layanan e-government, perbankan elektronik, media sosial, e-commerce, IoT, dan cloud computing.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Arab Saudi sedang bergerak menuju ekosistem bisnis yang semakin digital dan berbasis teknologi. AI menjadi salah satu instrumen penting dalam proses tersebut. Jika dikelola dengan baik, adopsi AI dapat memperkuat daya saing bisnis, mempercepat inovasi, dan mendukung transformasi ekonomi jangka panjang.
Referensi
Arab News. (2026, 14 Juni). Saudi AI adoption among businesses rises to 33% in 2025: GASTAT.
General Authority for Statistics. (2026). ICT Access and Usage Statistics for Establishments