RIYADH: Industri pertambangan Saudi Arabia sedang mengalami transformasi besar berkat adopsi cepat teknologi canggih seperti Cloud computing, menurut seorang eksekutif senior.
Dalam sebuah wawancara di acara Oracle CloudWorld Tour Riyadh, Abdullah Al-Osaimi, Wakil Presiden Senior Pengadaan dan Dukungan Bisnis di mineral logam menekankan peran penting teknologi cloud dalam masa depan operasi pertambangan.
“Saya pikir pertambangan adalah salah satu industri yang akan sangat bergantung pada teknologi cloud,” ujar Al-Osaimi.
Dia menambahkan, “Kami menjelajahi wilayah-wilayah terpencil yang tidak berpenduduk. Di sanalah sebagian besar mineral dan penemuan berada.”
Tantangan Unik di Area Terpencil
Al-Osaimi menjelaskan tantangan unik sektor pertambangan, terutama dalam kegiatan eksplorasi di daerah yang kurang berpenghuni.
“Jika Anda tidak mengintegrasikan strategi cloud, operasi di lingkungan seperti itu akan sangat sulit,” katanya.
Solusi cloud, ditambah dengan mobilitas dan edge computing, dinilai penting untuk mencapai hasil eksplorasi dan produksi yang lebih cepat dan akurat.
Mendukung Visi 2030
Dengan Visi 2030 yang menempatkan pertambangan sebagai penggerak utama ekonomi, Ma’aden secara agresif mengadopsi teknologi baru untuk mendukung rencana pertumbuhan ambisiusnya.
“Kami berencana tumbuh sepuluh kali lipat pada 2040. Sangat sedikit perusahaan di dunia yang memiliki strategi pertumbuhan agresif seperti itu,” ujar Al-Osaimi.
Untuk mencapai target ini, perusahaan fokus pada skalabilitas, efisiensi biaya, dan efisiensi operasional melalui solusi berbasis cloud.
Komitmen pada Teknologi Lokal
Saudi Arabia berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi canggih dalam strategi pembangunannya. “Kami tidak hanya menguji teknologi baru, tetapi juga membawa dan mengembangkannya di Saudi Arabia,” kata Al-Osaimi.
Menurutnya, teknologi cloud memungkinkan perusahaan pertambangan menganalisis data eksplorasi dalam jumlah besar secara real-time, sehingga dapat memangkas waktu tradisional dari eksplorasi hingga produksi penuh, yang biasanya memakan waktu 15 tahun, menjadi setengahnya.
“AI adalah salah satu teknologi kunci yang kami adopsi. Ini bukan sekadar istilah populer, tetapi alat penting untuk meningkatkan produktivitas dan akurasi,” tambahnya.
Dukungan Oracle untuk Transformasi Digital
Reham Al-Musa, Managing Director dan Country Leader Oracle Saudi Arabia, menyatakan komitmen perusahaan terhadap ekonomi digital Saudi.
“CEO kami, Safra Catz, mengumumkan investasi sebesar $1,5 miliar untuk memperluas kapasitas cloud di Saudi Arabia,” ujar Al-Musa.
Oracle menjadi penyedia cloud pertama yang membuka pusat data di Kerajaan pada 2021, dimulai di Jeddah, disusul dengan wilayah kedua di NEOM dan wilayah ketiga di Riyadh.
Saudi Arabia juga berambisi menjadi pusat kecerdasan buatan (AI), dan Oracle mendukung tujuan ini dengan menyediakan teknologi yang mengintegrasikan generative AI dan kemampuan lainnya.
Layanan Cloud Otority
Pada April 2024, Oracle dan Saudi Telecom Co. meluncurkan layanan cloud otority di Kerajaan menggunakan Oracle Alloy. Layanan ini membantu mempercepat transformasi digital Saudi dengan lebih dari 100 layanan Oracle Cloud Infrastructure untuk sektor publik dan pelanggan perusahaan.
Dalam acara tersebut, Oracle juga merayakan 30 tahun mendukung transformasi digital di Saudi Arabia.
“Memindahkan CloudWorld Tour ke Riyadh untuk pertama kalinya menunjukkan komitmen kami dalam memberdayakan organisasi Saudi dengan teknologi cloud dan AI mutakhir,” ujar Al-Musa.
Acara ini menyoroti bagaimana Oracle membantu pelanggan memaksimalkan manfaat solusi cloud mereka dan mengumumkan pusat data baru yang telah dibuka di Saudi Arabia.
Salah satu pencapaian yang diumumkan adalah penerapan Oracle Fusion Cloud oleh Otoritas Pengembangan Al-Madinah, termasuk solusi ERP, SCM, dan HCM untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan adopsi teknologi digital terbaru.
Sumber : https://www.arabnews.com/node/2587089/business-economy