MINA: Akademisi asal India, Kamaluddin Al-Hamidi, mengenang kembali masa-masa kuliahnya di Arab Saudi lima dekade yang lalu. Momen nostalgia ini dirasakannya saat ia berkesempatan melaksanakan ibadah Haji pada tahun ini. Kehadirannya di tanah suci tersebut difasilitasi langsung di bawah Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Kunjungan.
Selama menempuh pendidikan di Kerajaan tersebut, Al-Hamidi berhasil meraih gelar sarjana sekaligus magister dari Universitas Islam Madinah. Ia mengungkapkan bahwa seluruh pengalaman masa lalunya di Arab Saudi telah membentuk jalan keilmuannya secara mendalam.
Buah Pendidikan Madinah: Membawa Cahaya Dakwah Kembali ke India
Bekal pendidikan dan spiritual itulah yang kemudian memungkinkannya untuk ikut mendirikan sebuah universitas sekembalinya ke India. Selain perguruan tinggi, ia juga sukses mengembangkan jaringan sekolah-sekolah Al-Qur’an serta membangun berbagai masjid di tanah airnya.
Kamaluddin Al-Hamidi menyampaikan pujian yang tinggi kepada Kementerian Urusan Islam atas penyelenggaraan dan keramahan program tersebut. Melalui apresiasi itu, ia menyoroti peran global Arab Saudi yang berkelanjutan dalam melayani umat Muslim dan Dua Masjid Suci.
Momen Emosional di Tanah Suci, Mohammed Sheikh Bertemu Kembali dengan Mantan Dosennya
Sementara itu, sebuah momen yang sangat emosional terjadi di tempat terpisah di kota suci Makkah. Seorang pria bernama Mohammed Sheikh akhirnya dapat bertemu kembali dengan mantan profesornya yang bernama Kenny Mohammed.
Profesor Kenny Mohammed sendiri saat ini menjabat sebagai wakil presiden di sebuah universitas yang berlokasi di Kerala, India. Pertemuan hangat ini sekaligus menyambung kembali hubungan akademis mendalam di antara keduanya yang telah dimulai sejak bertahun-tahun lalu di ruang kelas.
Saat Program Haji Raja Mampu Mengubah Takdir Pertemuan Menjadi Hubungan Abadi
Mohammed Sheikh mengungkapkan perasaan bahagianya atas pertemuan tak terduga dengan sang profesor di tanah suci. Pertemuan yang terjadi di antara para tamu undangan raja tersebut seketika membangkitkan kenangan masa lalunya.
Ia kembali teringat akan masa-masa penuh perjuangan saat menempuh pendidikan di bawah bimbingan sang dosen. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa momen berharga tersebut mencerminkan esensi sejati dari program yang mereka ikuti.
Program ini dinilai berhasil merefleksikan semangat kemanusiaan yang sangat tinggi dan menyentuh hati. Tujuan dari program mulia tersebut terbukti melampaui sekadar agenda menjamu para jemaah haji yang datang. Pada akhirnya, inisiatif ini mampu menciptakan serta mempererat hubungan antarmanusia yang bermakna hingga langgeng.
Baca juga: Langkah Demi Langkah Rangkaian Ibadah Haji
Sumber: Arab News. (2026, Mei 26). Hajj guests program recalls academic memories, emotional reunion in Makkah. https://www.arabnews.com/node/2644984/saudi-arabia