JEDDAH — Otoritas Paspor Saudi kini telah mempermudah dan mempercepat proses pengajuan izin masuk ke Makkah selama musim Haji tahun ini. Fasilitas ini ditujukan bagi enam kategori orang tertentu yang memenuhi syarat, di luar kelompok ekspatriat pada umumnya. Seluruh proses pengajuan izin masuk tersebut dapat diakses dengan mudah melalui platform daring Absher Individuals.
Kategori pertama yang mendapatkan kemudahan ini mencakup para pemegang Izin Tinggal Premium dan investor asing. Selain itu, warga negara dari negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) juga termasuk dalam daftar penerima layanan ini. Kelompok lainnya meliputi anggota keluarga non-Saudi, pekerja rumah tangga, hingga ibu non-Saudi yang memiliki anak warga negara Saudi.
Layanan digital ini memungkinkan seluruh kategori tersebut untuk memperoleh izin resmi hanya dengan menyelesaikan beberapa langkah sederhana di aplikasi.
Pemberlakuan Pembatasan Akses Masuk Makkah Mulai 1 Dzul Qada
Pasukan keamanan telah mulai menerapkan aturan pembatasan akses masuk ke Makkah dan tempat-tempat suci sejak tanggal 1 Dzul Qada. Kebijakan ini mulai diberlakukan secara resmi pada 19 April 2026 sebagai bagian dari persiapan musim Haji.
Penduduk yang tidak memiliki izin resmi dilarang keras memasuki wilayah tersebut selama periode yang telah ditentukan. Langkah tegas ini diambil untuk menegakkan pengaturan serta prosedur yang mengatur kelancaran musim Haji 2026. Akses masuk hanya diberikan secara terbatas kepada individu yang memegang izin kerja resmi di Makkah atau izin Haji yang valid. Selain itu, penduduk yang memiliki izin tinggal (Iqama) yang diterbitkan khusus di wilayah Makkah tetap diperbolehkan masuk.
Digitalisasi Izin Masuk Makkah: Pengajuan Kini Melalui Absher dan Muqeem
Direktorat Jenderal Keamanan Publik mengklarifikasi bahwa izin masuk ke Makkah bagi pekerja migran kini diterbitkan secara elektronik. Pengajuan tersebut dapat dilakukan dengan mudah melalui platform Absher Individuals dan Muqeem Portal.
Selain itu, otoritas juga menyediakan platform digital terpadu bernama Tasreeh khusus untuk penerbitan izin Haji. Direktorat Jenderal Paspor telah resmi mengumumkan dimulainya periode penerimaan permohonan izin masuk Makkah melalui sistem daring tersebut. Dengan adanya layanan ini, para pemohon tidak perlu lagi mengunjungi kantor paspor secara langsung untuk mengurus dokumen mereka.
Baca juga: Awal Kedatangan Jemaah Haji 2026: Proses Lancar dan Sambutan Hangat di Madinah
Sumber: Saudi Gazette. (2026, April 22). Six categories are permitted to enter Makkah with an Absher permit. https://saudigazette.com.sa/article/660764/saudi-arabia/six-categories-are-permitted-to-enter-makkah-with-an-absher-permit