Globalisasi dan meningkatnya mobilitas tenaga kerja internasional telah membawa perubahan besar dalam cara perusahaan di Timur Tengah berkomunikasi. Saat ini, layanan penerjemahan multibahasa tidak lagi hanya digunakan dalam konferensi besar atau rapat tahunan, tetapi telah menjadi bagian penting dari aktivitas kerja sehari-hari.
Dengan dukungan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perusahaan kini mampu membangun komunikasi lintas bahasa yang lebih cepat, efisien, dan inklusif.
Dari Kebutuhan Insidental Menjadi Kebutuhan Harian
Pada masa lalu, penerjemahan multibahasa hanya digunakan dalam acara berskala besar. Namun, kondisi ini kini berubah drastis.
Pendiri sekaligus CEO Tarjama dan Arabic.AI, Nour Al-Hassan, menyebutkan bahwa ekspansi global perusahaan di kawasan Timur Tengah menjadikan komunikasi lintas bahasa sebagai kebutuhan rutin.
Menurutnya, penerjemahan kini bukan lagi aktivitas sesekali, melainkan bagian inti dari operasional bisnis.
Tarjama sendiri merupakan perusahaan teknologi bahasa berbasis MENA yang mengembangkan Arabic.AI, sebuah platform khusus bahasa Arab yang memperhatikan kualitas, konteks budaya, dan kebutuhan industri.
Tingginya Adopsi AI Penerjemahan di Dunia Kerja
Perkembangan teknologi AI turut mendorong transformasi komunikasi bisnis.
Wakil Presiden Strategi DeepL, Edward Crook, mengungkapkan bahwa sekitar 84% profesional di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi telah menggunakan alat penerjemahan berbasis AI dalam pekerjaan mereka.
Sementara itu, CEO Interprefy, Oddmund Braaten, menegaskan bahwa penerjemahan langsung kini menjadi standar dalam:
- Pelatihan virtual
- Rapat internal
- Webinar perusahaan
- Briefing rutin
Dengan adanya teks terjemahan dan interpretasi jarak jauh, karyawan dari berbagai latar bahasa dapat berpartisipasi secara setara.
Mendorong Inklusi dan Produktivitas Perusahaan
Diversifikasi ekonomi di Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain meningkatkan kebutuhan akan komunikasi yang inklusif.
Layanan multibahasa kini hadir dalam:
- Rapat mingguan
- Pelatihan daring
- Presentasi strategi
- Koordinasi lintas negara
Riset Interprefy menunjukkan bahwa 82% penyelenggara acara bisnis di Timur Tengah mengalami peningkatan permintaan layanan multibahasa.
Sementara itu, survei DeepL mencatat bahwa penggunaan AI sejak 2024 terus meningkat karena mampu:
- Meningkatkan produktivitas
- Menghemat waktu kerja
- Mendukung ekspansi pasar
Pendekatan Hibrida: Kolaborasi Manusia dan AI
Untuk menjaga kualitas terjemahan, banyak perusahaan menerapkan model hibrida yang memadukan peran manusia dan AI.
Dalam pendekatan ini:
- Penerjemah profesional digunakan untuk aktivitas berisiko tinggi (hukum, negosiasi, rapat direksi)
- AI digunakan untuk komunikasi rutin (rapat proyek, pelatihan, email bisnis)
Nour Al-Hassan menjelaskan bahwa Tarjama mengombinasikan tenaga ahli manusia dengan platform AI CleverSo untuk meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan peran penerjemah profesional.
Model ini membantu perusahaan menekan biaya sekaligus menjaga akurasi.
Pentingnya Sistem Khusus Bahasa Arab
Transformasi digital juga berdampak pada pengelolaan konten tertulis.
Perusahaan kini membutuhkan sistem terjemahan yang dirancang khusus untuk bahasa Arab. Laporan Tarjama (2025) menunjukkan bahwa sistem berbasis huruf Latin sering mengalami kendala pada:
- Tata letak kanan-ke-kiri
- Segmentasi teks
- Tampilan antarmuka
- Struktur kalimat Arab
Kesalahan dalam pengelolaan bahasa ini dapat menurunkan kepercayaan pelanggan dan merugikan bisnis.
Oleh karena itu, sistem khusus bahasa Arab menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas dan konsistensi komunikasi.
Masa Depan Komunikasi Multibahasa Berbasis AI
Tren penggunaan AI dalam penerjemahan diprediksi akan terus meningkat.
Sekitar 77% profesional di Arab Saudi dan UEA meyakini bahwa AI akan berdampak positif terhadap efisiensi kerja pada 2029.
Manfaat utama investasi komunikasi multibahasa meliputi:
- Peningkatan produktivitas
- Pengurangan kesalahpahaman
- Keterlibatan karyawan yang lebih tinggi
- Loyalitas tim global
Braaten menyebutkan bahwa 85% penyelenggara acara melaporkan kekecewaan peserta jika layanan multibahasa tidak tersedia.
Sementara itu, klien Tarjama menilai keberhasilan melalui percepatan peluncuran produk, efisiensi internal, dan ekspansi pasar.
Ke depan, Tarjama melihat peluang besar dalam layanan lokalisasi berbasis konsultasi untuk sektor bisnis, pemerintahan, dan regulasi.
Nour Al-Hassan menyebut perubahan ini sebagai pergeseran dari “penerjemahan skala konferensi” menuju “penerjemahan skala alur kerja”, di mana terjemahan menjadi bagian integral dari sistem bisnis modern.
Referensi
Hadchity, M. (2026). How everyday multilingualism is reshaping Middle Eastern business. Arab News. https://arab.news/4x9uw