Jeddah berhasil menempati peringkat ke-74 secara global dalam Indeks Kualitas Hidup untuk tahun 2025. Peringkat ini didasarkan pada data yang dirilis oleh Numbeo. Platform tersebut memungkinkan pengguna untuk melihat, berbagi, dan membandingkan informasi tentang kota-kota di seluruh dunia.
Jeddah merupakan kota dengan peringkat tertinggi di Arab Saudi. Di tingkat dunia Arab, kota ini menempati posisi kedua setelah Muscat.
Prestasi ini dikaitkan dengan perbaikan berkelanjutan dalam sektor keamanan, layanan kesehatan, pengembangan infrastruktur, dan penyediaan fasilitas umum modern. Selain itu, pencapaian ini juga merupakan buah dari komitmen kota untuk mengubah ambisi pembangunan menjadi kenyataan yang bermanfaat bagi penduduk maupun pengunjung.
Revitalisasi Pesisir: Wujud Komitmen Jeddah Tingkatkan Kualitas Hidup
Pendorong utama prestasi ini adalah komitmen kota untuk mengubah ambisi pembangunan menjadi kenyataan yang bermanfaat bagi penduduk dan pengunjung. Komitmen tersebut diwujudkan melalui perbaikan berkelanjutan di berbagai sektor vital, seperti keamanan, layanan kesehatan, infrastruktur, dan fasilitas umum modern.
Di antara proyek-proyek paling menonjol adalah pengembangan pesisir, yang mencakup lima kawasan pesisir terintegrasi.
Wilayah-wilayah ini dilengkapi dengan jalur pejalan kaki dan bersepeda, alun-alun publik, serta area bermain anak-anak. Kehadiran patung-patung seni di area tersebut semakin menjadikan laut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari kota. Di sepanjang kawasan tepi laut, tersedia pula berbagai fasilitas layanan seperti restoran, kafe, dan area istirahat. Fasilitas ini, termasuk dermaga, memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi garis pantai secara lebih dekat dan langsung.
“Jeddah kini lebih ramah pejalan kaki, menurut saya. Selain itu, kini ada ruang terbuka yang luas di seluruh kota untuk aktivitas luar ruangan,” kata Hala Hussain, seorang warga Jeddah.
Dia menambahkan bahwa aktivitas luar ruangan ini ideal selama bulan-bulan yang lebih sejuk.
“Laut adalah bagian dari identitas kami sebagai warga Jeddah, dan melihat semua perubahan ini untuk mengakomodasi kehidupan kami di dekat laut membuat kami merasa terhubung dengan alam.” Hussain menambahkan.
Ciptakan Oase Kota: Pembangunan Taman Skala Besar Manjakan Warga Jeddah
Proyek-proyek ini mencakup program pemeliharaan pantai yang berkelanjutan. Program tersebut bertujuan untuk memastikan kebersihan, melindungi lingkungan laut, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ruang-ruang ini.
Pemerintah kota juga telah membuka lebih dari 445 taman yang tersebar di berbagai kawasan. Salah satu area khusus adalah Al-Saja Park, yang dilengkapi dengan jalur pejalan kaki dan taman terhubung. Kehadiran taman ini sekaligus menjadi model untuk perencanaan ruang hijau di masa depan.
Prince Majid Park merupakan taman terbesar sejenisnya di kota ini. Luasnya mencakup lebih dari 130.000 meter persegi, dilengkapi dengan jalur pejalan kaki yang teduh dan area bermain ramah keluarga. Berkat fasilitas tersebut, taman ini telah menjadi titik kumpul favorit bagi semua generasi.
Transformasi Urban Jeddah: Dari Penataan Trotoar hingga Pengembangan Pusat Komunitas
Proyek-proyek Pemerintah Kota Jeddah juga berfokus pada peningkatan jalur pejalan kaki, pemasangan sistem pencahayaan modern, dan perluasan trotoar. Seluruh upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan bagi para pejalan kaki.
Inisiatif ini telah berhasil mendorong warga untuk lebih aktif berpartisipasi dalam aktivitas fisik dan meningkatkan mobilitas harian mereka. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah kota juga memperkuat program pembersihan dan pemeliharaan secara menyeluruh. Program ini mencakup pembersihan rutin pada trotoar dan jalan raya. Selain itu, dilakukan juga pengangkatan limbah dalam jumlah besar, termasuk menyingkirkan penghalang beton yang tidak diinginkan. Pengaturan pedagang kaki lima turut ditegakkan untuk memastikan lingkungan perkotaan tetap sehat dan aman.
Pemerintah kota juga telah berinvestasi dalam pengembangan kawasan pusat dengan memperbaiki pusat-pusat perumahan, meningkatkan fasilitas komersial dan layanan, serta menciptakan ruang untuk kegiatan komunitas.
Dari Inovasi Pengelolaan Limbah ke Status Kota Teladan: Puncak Keberhasilan Jeddah
Jeddah telah mengadopsi program pengelolaan limbah inovatif yang mencakup pemilahan di sumbernya, pengubahan limbah menjadi sumber daya, dan pemantauan polusi. Inisiatif ini telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas udara dan kenyamanan lingkungan di kota.
Jeddah menerapkan pendekatan yang seimbang antara pengembangan proyek pesisir, fasilitas umum, dan layanan komunitas. Melalui upaya ini, kota ini telah membuktikan dirinya sebagai pusat ekonomi dan pariwisata yang unggul. Jeddah juga telah menjadi contoh nyata dari kualitas hidup yang baik, di mana lingkungan alam berpadu secara harmonis dengan infrastruktur modern. Pada akhirnya, semua ini bertujuan untuk menawarkan pengalaman perkotaan komprehensif yang memenuhi kebutuhan penduduk maupun pengunjung.
Baca juga: Saudi Percepat Persiapan Haji 2026, Koordinasi Internasional Ditingkatkan
Sumber: Joudah, G. (2025, 29 September). Jeddah shines as Saudi Arabia’s best city for quality of life, ranks second in Arab world. Arab News. https://www.arabnews.com/node/2617169/saudi-arabia