RIYADH – Ekosistem modal ventura (venture capital/VC) di Arab Saudi mencatat pertumbuhan luar biasa pada 2024, didorong oleh dukungan kuat pemerintah, masuknya investor internasional, dan ekosistem kewirausahaan yang semakin matang, menurut para ahli industri.
Sejalan dengan strategi diversifikasi ekonominya, Kerajaan Arab Saudi telah menjadikan startup dan investasi VC sebagai komponen penting transformasi di bawah Vision 2030.
Dalam wawancara dengan Arab News, Philip Bahoshy, CEO dan pendiri MAGNiTT—platform data regional terkemuka—menyoroti pentingnya program yang didukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ini, yang memastikan ekspansi ekosistem terus berlanjut hingga 2025 dan seterusnya.
“Arab Saudi terus mengembangkan ekosistem venturanya sepanjang 2024. Hal ini terlihat melalui berbagai program dan inisiatif pemerintah yang digerakkan oleh Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi serta Program Pengembangan Teknologi Nasional, juga program pelatihan dan struktur investasi melalui Jada Fund of Funds dan SVC,” kata Bahoshy
Ia juga menunjukkan bahwa data menunjukkan meningkatnya daya saing Arab Saudi dalam hal pendanaan, terutama jika dibandingkan dengan pasar regional lainnya.
Mohammed Al-Zubi, pendiri Nama Ventures, salah satu firma VC tahap awal terkemuka di Arab Saudi, sependapat dengan pandangan ini. Ia mencatat bahwa keselarasan dengan Vision 2030 mendorong momentum pertumbuhan sektor tersebut.
Pasar Modal Ventura yang Tangguh
Meskipun menghadapi tantangan ekonomi global dan perlambatan investasi tahap akhir, pasar VC Arab Saudi terbukti tangguh, melampaui banyak pasar maju.
“2024 menunjukkan Arab Saudi sebagai salah satu pasar VC paling dinamis dan menarik di dunia,” kata Al-Zubi.
Bahoshy menambahkan bahwa investasi tahap awal dan Seri A tetap menjadi tulang punggung aktivitas VC Kerajaan, meskipun investasi tahap akhir terkena dampak perlambatan secara global.
Cerita Sukses
Pertumbuhan VC Arab Saudi pada 2024 ditandai oleh kisah sukses penting, seperti Tabby, platform fintech beli sekarang-bayar nanti (buy-now-pay-later), yang kini berkantor pusat di Saudi dan tengah mempersiapkan IPO di Tadawul.
Selain itu, Salla, platform e-commerce yang didukung oleh Nama Ventures, juga menjadi sorotan dengan pencapaian investasi pra-IPO senilai $130 juta.
Keterlibatan Global dan Tren yang Muncul
Bahoshy menyoroti bahwa visi strategis Kerajaan telah menarik minat modal internasional dan regional. Relokasi perusahaan dan pembukaan kantor VC internasional, seperti dari AS dan Asia, menjadi bukti daya tarik Arab Saudi.
Di sisi lain, ekosistem VC Saudi mulai merambah sektor baru seperti solusi IT, makanan dan minuman, serta pertanian. Misalnya, Intelmatix yang menggalang pendanaan Seri A senilai $20 juta dan AI Menu dengan pendanaan $10 juta.
Prospek 2025
Melihat ke depan, baik Bahoshy maupun Al-Zubi optimis tentang masa depan pasar VC Saudi pada 2025. Mereka memprediksi peningkatan investasi tahap awal dan akhir, serta lebih banyak perusahaan yang mempersiapkan IPO.
“Saudi Arabia kini juga tengah membangun fondasi untuk investasi teknologi mendalam (deep tech),” tambah Bahoshy, merujuk pada inisiatif pemerintah dan institusi seperti KAUST serta roadshow internasional.
Dengan momentum yang kuat, Arab Saudi diperkirakan akan terus menarik perhatian dunia sebagai pusat inovasi dan kewirausahaan pada 2025.
Peluang Bagi Pemerintah dan Pengusaha Indonesia dalam Ekosistem VC Arab Saudi yang Berkembang
Pertumbuhan ekosistem modal ventura Arab Saudi pada 2024 membuka peluang besar bagi pemerintah dan pengusaha Indonesia untuk menjalin kerja sama strategis dan memperluas pasar. Pemerintah Indonesia dapat mempelajari inisiatif seperti Jada Fund of Funds dan National Technology Development Program sebagai model untuk memperkuat pendanaan inovasi di dalam negeri. Selain itu, kolaborasi dalam program pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan teknologi dapat mendukung peningkatan daya saing startup Indonesia di kancah global. Partisipasi dalam acara internasional seperti Future Investment Initiative (FII) dan LEAP juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan inovasi Indonesia kepada investor global dan membangun koneksi strategis dengan mitra lokal di Arab Saudi.
Bagi pengusaha Indonesia, peluang utama terletak pada sektor-sektor unggulan seperti teknologi finansial (fintech), agritech, logistik, dan e-commerce, yang sedang berkembang pesat di Arab Saudi. Dengan membangun kemitraan strategis dengan perusahaan lokal dan memanfaatkan momentum pertumbuhan investasi tahap awal di Saudi, startup Indonesia dapat mengakses pendanaan serta pasar baru. Selain itu, dengan menyesuaikan produk dan layanan sesuai kebutuhan pasar Saudi, pengusaha Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat kehadiran mereka di Timur Tengah, menciptakan sinergi ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Sumber : https://www.arabnews.com/node/2584926/business-economy