(Riyadh, 3 Januari 2025). Imam Turki bin Abdullah Royal Reserve (atau yang sering disingkat ITBA) merupakan cagar alam di Arab Saudi bagian utara yang didirikan pada tahun 2018. Cagar alam ini didirikan dengan tujuan mulia untuk melestarikan lingkungan, selain itu juga untuk mempromosikan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam upaya Arab Saudi menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.
Visi dan Misi
Otoritas Pengembangan Cagar Alam ITBA berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat sembari melindungi keanekaragaman hayati. Pendekatan holistik ini melibatkan penduduk setempat sebagai pemangku kepentingan utama dalam memajukan tujuan lingkungan dan pembangunan cagar alam.
Berpusat di ibu kota Saudi, Riyadh, otoritas pengelola cagar alam ini mengundang warga untuk berpartisipasi dalam berbagai program pendidikan, lokakarya, dan kolaborasi. Tujuannya adalah untuk secara aktif melibatkan masyarakat dalam upaya perlindungan lingkungan dan mempromosikan mata pencaharian yang berkelanjutan.
Salah satu inisiatif utama adalah pelatihan khusus yang diadakan bekerja sama dengan institusi pendidikan dan pembangunan terkemuka. Mitra dalam program ini termasuk Hail University, Northern Border University, dan Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia. Kursus-kursus ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung tujuan lingkungan dan pembangunan cagar alam. Fokus utamanya adalah meningkatkan vegetasi melalui penanaman pohon dan pencegahan penebangan liar.
Capaian Hasil Mengesankan
Mohammed Al-Shaalan, CEO otoritas tersebut, melaporkan pencapaian yang mengesankan dalam upaya penghijauan. “Tujuh ratus ribu pohon telah ditanam” sejak cagar alam didirikan, ungkapnya kepada Arab News di sela-sela konferensi PBB tentang pencegahan degradasi lahan dan penggurunan, COP16, di Riyadh bulan lalu.
Dampak positif dari inisiatif ini terlihat jelas. Al-Shaalan menjelaskan, “Karena penanaman dan perlindungan, indeks perbedaan vegetasi yang dinormalisasi telah meningkat dari 2 persen menjadi 8 persen selama empat tahun terakhir. Ini menunjukkan kepada kita bahwa jika kita memberi sedikit ruang bagi lingkungan, ia bisa memulihkan dirinya sendiri dengan sangat cepat.”
Mendukung Saudi Green Initiative
Upaya cagar alam sejalan dengan tujuan Kerajaan untuk menanam 10 miliar pohon pada tahun 2100 sebagai bagian dari Saudi Green Initiative . Inisiatif ambisius ini bertujuan untuk merehabilitasi lebih dari 74 juta hektar lahan. Hingga saat ini, lebih dari 70 juta pohon telah ditanam di seluruh negeri, menunjukkan komitmen kuat terhadap agenda lingkungan.
Manfaat bagi Masyarakat Lokal
Selain komitmennya untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, cagar alam juga menyediakan sumber daya berharga bagi masyarakat setempat. Salah satu inisiatif utama adalah pemberian akses terkontrol kepada peternak lokal, memungkinkan hewan mereka untuk merumput dan memelihara siklus hidup tanaman yang sehat.
Cagar alam mengeluarkan izin khusus untuk menggunakan rumput atau tanaman di area yang ditentukan, memungkinkan pemilik ternak untuk memanfaatkan vegetasi secara berkelanjutan. Proses penggembalaan yang terorganisir ini membantu mengurangi risiko yang terkait dengan pertumbuhan berlebihan, termasuk potensi kebakaran hutan.
Farhan Al-Rughailan, salah satu peternak lokal yang sering mengunjungi cagar alam untuk menggembalakan ternaknya, meyakini bahwa memungkinkan ternak merumput membantu menjaga kesehatan tanaman, mencegah penyakit, dan memastikan pemanfaatan sumber daya cagar alam secara berkelanjutan. Seperti peternak lainnya, Al-Rughailan hanya diizinkan mengunjungi cagar alam pada waktu-waktu tertentu yang ditentukan dalam izinnya. Kebijakan ini telah membantu mengurangi biaya ekonomi untuk memberi makan ternak.
CEO Al-Shaalan menekankan pentingnya mendukung masyarakat lokal: “Sebagai cagar alam kerajaan, salah satu mandat kami adalah masyarakat lokal, dan kami harus menjaganya. Saat ini, kami memiliki lebih dari 150 ternak, antara unta dan domba, dan peternak ternak di masyarakat lokal biasa membayar 100 juta SAR ($26,6 juta) hingga 120 juta SAR untuk membeli makanan ternak. Jadi, alih-alih membeli jerami dan pakan ternak, kami mengizinkan mereka untuk memanfaatkan rumput di sana.”
Perburuan Berkelanjutan
Selain penggembalaan berkelanjutan, otoritas juga telah memperkenalkan perburuan berkelanjutan di area yang ditentukan yang terletak di bagian utara cagar alam. Inisiatif ini juga dimaksudkan untuk mendukung masyarakat setempat tanpa merusak ekosistem. Meskipun area perburuan berkelanjutan hanya mencakup 2,18 persen dari total area cagar alam, namun memberikan dorongan berharga bagi ekonomi lokal. Mangsa dibesarkan dalam lingkungan yang terkontrol untuk memastikan keberlanjutan spesies yang ditargetkan sambil melestarikan ekosistem cagar alam.
Perburuan adalah kegiatan populer bagi penduduk lokal dan wisatawan di Arab Saudi, tetapi secara historis telah berdampak negatif terhadap satwa liar asli. Perburuan berlebihan di masa lalu telah menyebabkan penurunan spesies seperti macan tutul Arab, ibex, dan oryx. Saat ini, Undang-Undang Lingkungan Kerajaan dan peraturan pelaksanaannya melarang perdagangan, pembunuhan, atau perburuan spesies satwa liar yang terancam punah, beserta turunan dan produknya. Pelanggar dapat menghadapi denda hingga 30 juta SAR, 10 tahun penjara, atau keduanya.

“Alih-alih orang pergi berburu di alam liar, kami menyediakan produksi satwa liar yang berkelanjutan yang dapat kami lepaskan untuk diburu,” kata Al-Shaalan. Model ini diadopsi oleh PBB pada tahun 1992, dengan perjanjian keanekaragaman hayati yang mengakui perburuan berkelanjutan sebagai alat konservasi, menegaskan bahwa satwa liar dapat dilestarikan dengan memungkinkan perburuan terkontrol. “Selalu ada orang yang ingin berburu,” katanya. “Tetapi jika Anda memberi mereka cara yang sah untuk berburu, itu akan mengurangi tekanan pada satwa liar.”
Pemanfaatan Teknologi
Cagar Alam ITBA juga memanfaatkan teknologi modern untuk mendukung upaya konservasi mereka. Otoritas Pengembangan Cagar Alam Kerajaan menggunakan teknologi drone untuk memantau dan melindungi lingkungan.
Penggunaan drone memungkinkan pemantauan area yang luas dengan efisien, membantu mengidentifikasi potensi ancaman terhadap ekosistem, dan memfasilitasi respons cepat terhadap situasi darurat seperti kebakaran hutan atau aktivitas ilegal.
Peluang Sukarelawan dan Kontribusi Masyarakat
Cagar alam juga menawarkan peluang sukarelawan, mendorong kerja sama dan tanggung jawab lingkungan dalam Masyarakat. Program sukarelawan ini memberikan kesempatan bagi warga setempat dan pengunjung untuk terlibat langsung dalam upaya konservasi, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membangun rasa kepemilikan terhadap sumber daya alam daerah tersebut.
Kegiatan sukarela dapat mencakup berbagai inisiatif seperti penanaman pohon, pembersihan sampah, pemantauan satwa liar, dan program pendidikan lingkungan. Pendekatan partisipatif ini tidak hanya membantu dalam upaya konservasi tetapi juga membangun hubungan yang kuat antara cagar alam dan masyarakat sekitarnya.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meskipun telah mencapai kemajuan yang signifikan, Cagar Alam ITBA masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kebutuhan konservasi dengan tuntutan pembangunan ekonomi. Perubahan iklim, desertifikasi, dan tekanan dari pertumbuhan populasi terus menjadi ancaman bagi ekosistem yang rapuh di wilayah tersebut.
Namun, keberhasilan inisiatif cagar alam sejauh ini menunjukkan potensi besar untuk model konservasi yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan terus melibatkan masyarakat lokal, memanfaatkan teknologi, dan berkolaborasi dengan lembaga penelitian dan organisasi internasional, cagar alam ini dapat menjadi contoh bagaimana melindungi lingkungan sambil mendukung pembangunan ekonomi lokal.
Ke depannya, perluasan program pendidikan lingkungan, pengembangan ekowisata yang bertanggung jawab, dan peningkatan penelitian ilmiah tentang ekosistem lokal dapat lebih memperkuat peran cagar alam dalam konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Arab Saudi. Cagar Alam ITBA menunjukkan bahwa dengan visi yang jelas, keterlibatan masyarakat, dan pendekatan holistik terhadap konservasi, adalah mungkin untuk menciptakan model pembangunan yang menguntungkan baik manusia maupun alam. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada tujuan lingkungan Arab Saudi tetapi juga menetapkan standar global dan menjadi inspirasi untuk pengelolaan cagar alam yang berkelanjutan dan berpusat pada masyarakat.
Referensi :
- Alshammari, H. (20245). How a Saudi royal reserve combines sustainability with support for the local community. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2585163/saudi-arabia .